UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 30 Maret 2020 15:19
Nestapanya, Gara-Gara Ini Pusat Bisnis di Pontianak Mati Suri
SEPI: Pusat perbelanjaan Hypermart menjadi salah satu tenant yang masih buka di Ayani Mega Mal. Menjual kebutuhan sehari-hari masyarakat, Hypermart sepi pengunjung lantaran lesunya ekonomi akibat Covid-19. ARISTONO/PONTIANAK POST

PROKAL.CO, PONTIANAK – Suasana pusat-pusat bisnis di Pontianak seperti mati suri dalam beberapa hari terakhir. Ayani Mega Mal misalnya, tampak hanya beberapa toko yang buka. Terutama yang menjual bahan kebutuhan sehari-hari seperti supermarket Hypermart, dan sejumlah restoran siap saji, kendati hanya melayani pemesanan online saja.

Tampak toko populer seperti Gramedia, Studio XXI, dan pusat permainan anak tidak buka. Termasuk area Food Court yang tutup semua. “Apalagi ada pembatasan jam beroperasional dan pelayanan take way bagi atau membeli dan dibawa pulang, yang dikeluarkan Pemkot Pontianak. Jadi kita tutup saja,” ujar Rudi, penjaga salah satu tenant di Ayani Mega Mal.

Surat edaran Pemerintah kota Pontianak melalui Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melayangkan surat Nomor : 503/291/DPMTK.2/2020 tanggal 20 Maret 2020 yang ditujukan kepada seluruh pemilik/pelaku usaha warung kopi/cafe di kota Pontianak.

Selain itu pihak Mal sendiri mulai membatasi jam operasionalnya sesuai arahan Pemkot. Seluruh tenant wajib mematuhi jam operasional yang di mulai pada pukul 08.00 – 21.00 WIB, menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan usaha dengan melakukan disinfektan dan serta memperhatikan social distancing di tempat usaha. Dasar surat itu dilayangkan berdasarkan keputusan Walikota Pontianak No 478/Dinkes/tahun 2020 tentang penetapan kejadian luar biasa corona Virus Disease (Covid-19) dalam rangka upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19.

Tidak hanya Ayani Mega Mal, hampir semua pusat bisnis di Pontianak sepi. Di Jalan Gajah Mada dan Tanjungpura misalnya, jalanan sangat lengang. Dikenal sebagai Coffee Street atau pusatnya ngopo dan nongkrong di Pontianak, semua warung kopi dan kafe di dua jalan dan ruas-ruasnya ini tutup. “Kita ikuti anjuran dari pemerintah. Semoga tidak berlama-lama karena pendapatan kami hanya dari ini, dan juga untuk membayar gaji karyawan,” ujar Andi seorang pemilih warung kopi.

Ekonom Universitas Tanjungpura Prof Dr Eddy Suratman mengatakan, Indonesia dan seluruh dunia akan mengalami perlambatan ekonomi. Sehingga permintaan pada sektor pertanian Kalbar akan jauh menurun. “Permintaan domestik dan dunia akan turun. Terutama dari negara-negara industri. Kalau hanya satu atau dua negara yang permintaannya turun, kita bisa cari pasar baru. Tetapi ini kan semua negara sudah kena Covid-19,” ujarnya kepada Pontianak Post. 

Menurutnya, pertanian Kalbar bertumpu pada tanaman komoditas seperti kelapa sawit dan karet. Naiknya nilai tukar dolar AS ternyata tak mampu mendongkrak pendapatan petani. Lantaran negara-negara industri sebagai konsumen utama produk tersebut juga luluh lantak ekonominya. Begitu juga negara macam India dan lainnya yang selama ini telah menjadi alternatif pasar CPO.

Sebagai sektor utama penggerak ekonomi Kalbar, porsi pertanian sangat besar mempengaruhi pertumbuhan secara keseluruhan. Ditambah sektor-sektor lain yang juga terdamoak Covid-19 serta konsumsi masyarakat dan pemerintah yang menurun, Eddy menyebut pertumbuhan ekonomi Kalbar bisa mencapai titik nadir. “Kalau tidak minus, kita tumbuh nol koma sekian saja sudah terhitung bagus. Tahun ini benar-benar penuh dengan tantangan melebihi tahun 1998,” sebut dia.

Menurutnya realokasi anggaran menjadi mutlak bagi pemerintah pusat dan daerah. Langkah terbaik, alihkan anggaran-anggaran untuk memberikan stimulus ekonomi dan bantuan langsung tunai kepada masyarakat terdampak. Termasuk kepada petani, tukang ojek dan buruh harian, dan masyarakat rentab lainnya.

“Pertama yang harus dicoret adalah biaya perjalanan dinas dan pengadaan barang jasa yang tak prioritas. Angkanya memang kecil, tetapi sebagai tindakan moral sangat penting. Lalu yang cukup besar angkanya adalah proyek infrastruktur berbiaya besar harus ditunda. Alihkan untuk medis, penanganan Covid-19 dan stimulus ekonomi. Ini sangat mendesak,” papar dia. (ars)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers