UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 15 Maret 2020 11:26
10 Peladang Dibebaskan Hakim, Polisi Bantah Kasusnya Dipaksakan
UNJUK RASA: Unjuk rasa damai di depan Pengadilan Negeri Sintang, 9 Maret lalu yang menuntut hakim agar membebaskan enam peladang yang didakwa dalam kasus kebakaran lahan. DOKUMEN

PROKAL.CO, Paskavonis bebas 10 orang peladang oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sintang dan Bengkayang, Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar membantah jika putusan majelis hakim di persidangan itu akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan di Kalbar.

ARIEF NUGROHO, Pontianak

KEPALA Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, sejauh ini Polda telah melakukan penegakan hukum sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Mulai dari penyelidikan hingga penyidikan.

“Kami bekerja sudah sesuai dengan SOP. Jika berkas itu sudah diterima jaksa, artinya tugas dan wewenang kami sudah selesai,” kata Donny. Menurut Donny, hal itu sudah sesuai dengan tugas pokok masing-masing lembaga. Di mana dalam  criminal justice system (CJS), porsi dan kewenangan polisi dijelaskan dia, dimulai dari penyelidikan sampai ke penyidikan.

Nah, nanti bisa kita lihat bagaimana lembaga lain di CJS itu. Bagaimana penuntutannya,  seperti apa dan bagaimana proses peradilannya?” jelas mantan Kapolres Sanggau tersebut.

Donny juga membantah jika kasus pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan 10 peladang tersebut terkesan dipaksakan. Pihaknya selama ini dipastikan dia melakukan penindakan hukum secara adil, baik itu kasus perorangan maupun korporasi.

“Sebetulnya semua kita tangani semua. Baik itu peroarangan, maupun korporasi. Kalau terkesan kita memprioritaskan perorangan, itu semata-mata karena proses. Prosesnya saja yang lebih mudah dibanding korporasi. Karena korporasi harus memeriksa banyak saksi ahli, dan jumlah saksi ahli ini terbatas dan digunakan oleh seluruh Indonesia. Itu yang membuat seolah-oleh penanganan korporasi lebih lama,” kilah Donny.

Selain itu, lanjut Donny, pihaknya juga harus melihat hasil laboratorium terkait dengan baku mutu lingkungan, banyakanya saksi yang diperiksa, dan lain-lain. Namun, untuk kasus perorangan, kata Donny, rata-rata mereka tertangkap tangan, pada saat sedang melakukan pembakaran, atau laporan masyarakat yang lahannya ikut terbakar.

Sementara untuk penanganan kasus korporasi, mereka harus melihat dari laporan atau pantauan titik hotspot yang berada di wilayah konsesi.

Untuk tahun 2019 saja, mereka telah menetapkan 77 orang tersangka kasus perorangan dari 63 laporan polisi, termasuk tujuh korporasi. Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan kembali terulang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Babhinkamtibmas dengan pola-pola pembukaan lahan tanpa harus membakar.

Selain itu mereka juga akan menerapkan sistem kelola lahan dengan pemanfaatan cuka kayu yang saat ini sedang dikembangkan oleh Manggala Agni. “Ini akan kita terapkan dengan mengedepankan seluruh Babhinkamtibmas yang ada di wilayah Kalbar. Segala cara akan kita coba. Artiya dari aspek kepolisian. Upaya-upaya pencegahan akan kita lakukan juga. Namun cara-cara atau alternatif lain akan kita coba,” pungkasnya.

Sebelumnya, 10 orang peladang divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sintang dan Pengadilan Negeri Bengkayang. Majelis hakim Pengadilan Negeri Sintang menjatuhkan vonis bebas murni terhadap enam orang peladang, yakni Dugles, Boanergis, Dedi Kurniawan, Agustinus, Antonius, dan Magan. Sebelumnya mereka dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum melanggar pasal 188 dan 187 KUHP, dengan tuntutan pidana 6 bulan penjara subsider percobaan pidana 1 tahun penjara. Putusan majelis hakim tersebut dibacakan pada sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Sintang, Senin (9/2) pagi.

Sedangkan, tiga terdakwa kasus karhutla di Bengkayang dinyatakan  bebas murni dalam sidang putusan Pengadilan Negeri  Bengkayang, Selasa (10/3). Sidang putusan menjatuhkan vonis bebas murni terhadap tiga terdakwa peladang yakni Tenong dengan luas lahan 1,5 Hektare asal Malosa, Kecamatan Lumar; Rifan  dengan luas lahan 1,5 Hektare asal Kecamatan Teriak; dan  Sudimin dengan 600 meter persegi asal Kecamatan Bengkayang. Ketiga terdakwa tersebut menjalani sidang terpisah. (*)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 12:49

Banyak Hotel Sudah Merumahkan Karyawannya

PONTIANAK – Wabah Covid-19 telah mematikan banyak usaha di Kalimantan Barat.…

Jumat, 03 April 2020 12:47
Kompol Fahrul Sudiana, Kapolsek Nekat Langgar Maklumat Kapolri

Langsung Kena Mutasi setelah Resepsi Pernikahan

Resepsi pernikahan selebgram Rica Andriani dan Kompol Fahrul Sudiana menjadi…

Jumat, 03 April 2020 12:45

Presiden Larang Penutupan Jalan

JAKARTA– Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri)…

Jumat, 03 April 2020 12:42

Negaranya Lockdown, Mahasiswa Malaysia Tetap Pilih Pulang

PONTIANAK – Nurhaziqah Ain bt Mohd Ismail dan Nur Ainna Arisyah…

Rabu, 01 April 2020 14:10

Jalan Gajah Mada Pontianak Mulai Besok Ditutup, Ini Alasannya

PONTIANAK- Pemerintah Kota Pontianak menutup sementara akses Jalan Gajah Mada…

Senin, 30 Maret 2020 15:19

Nestapanya, Gara-Gara Ini Pusat Bisnis di Pontianak Mati Suri

PONTIANAK – Suasana pusat-pusat bisnis di Pontianak seperti mati suri dalam…

Senin, 30 Maret 2020 09:59

Di Kalbar, 9 Orang Positif Covid-19, Dua Meninggal Dunia

PONTIANAK- Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengumumkan lima…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:58

Gubernur Minta Sembahyang Kubur dan Ritual Keagamaan di Tempat Terbuka Ditunda Dulu

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji telah menyurati bupati dan wali…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:49

TEGAS..!! Gubernur Pulangkan TKA China dari Kalbar

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan (Kalbar) Barat Sutarmidji memastikan seorang Tenaga Kerja Asing…

Minggu, 22 Maret 2020 13:00

DUH..!! 14 Orang di Kapuas Hulu Berstatus ODP Covid-19

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers