UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 27 Februari 2020 00:35
Ke Depan, Masalah Ini Tetap Jadi Persoalan di Kota Pontianak

PROKAL.CO, PONTIANAK-Penanganan masalah banjir dan kemacetan di Pontianak menjadi persoalan yang mesti dicari solusinya. Demikian dikatakan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai menghadiri pembukaan rapat gabungan forum perangkat daerah Pontianak, 2020.

“Pelaksanaan rapat gabungan forum perangkat daerah Pontianak ini merupakan tindak lanjut dari Musrenbang yang digelar lalu. Tujuannya, buat merumuskan detail rencana arah pembangunan Pontianak di 2021,” kata Edi Rusdi Kamtono seperti diberitakan Pontianakpost.co.id.

Dalam kegiatan ini, pihak eksekutif, legislatif, praktisi dan para pakar turut hadir. Masukan-masukan dari mereka begitu dibutuhkan guna membawa arah Pontianak ke depan semakin baik. 

Kata Edi, sektor utama Pemkot Pontianak masih pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan sosial. Dalam programnya tidak begitu berbeda dengan tahun lalu.

Ditanya persoalan yang dihadapi Pontianak, sekarang masih soal banjir, kemacetan dan kemiskinan. Tiga masalah ini, akan dibahas dalam rapat gabungan dan harus meretaskan program penanganan jangka panjang.

Seperti kemacetan, ke depan persoalan ini akan diangkat di musrenbang tingkat provinsi. Seperti usulan pembangunan jembatan Kapuas I dan Kapuas III akan didorong pihaknya. Kemudian pengerjaan jalan lingkar sudah seharusnya dilakukan percepatan. Dengan adanya jembatan baru dan jalan lingkar, dipandang Edi mampu memecah kemacetan. Selain itu, pusat-pusat perbelanjaan, sekolah dan lainnya harus merata. Dengan begitu masyarakat tidak tertuju pada satu pusat kegiatan. 

Kemudian lanjutnya, soal banjir yang terjadi di Kota Pontianak juga menjadi perhatian serius. Upaya program jangka panjangnya, adalah bagaimana cara agar ketika hujan deras, air bisa segera mengalir ke Sungai Kapuas.

Memang lanjutnya, rencana pembangunan kolam tendon sempat muncul. Namun kata Edi, terkendala pada lahan. Begitu juga rencana pembuatan waduk. Jikapun memiliki lahan, adanya di pinggir Kota. “Lahan tersebut berada di tanah gambut. Ini menjadi kendala,” ungkapnya.

Di tempat sama, Ketua DPRD Pontianak, Satarudin mengatakan bahwa tidak semua ajuan di musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan bisa diakomodir. “Saat kami ikut mursenbang, satu gang bisa satu sampai enam ajuan. Tak bisa semuanya diakomidir. Harus yang urgen,karena kuangan juga tidak mencukupi,” katanya. 

Kalau persoalan di Kota Pontianak, seperti kemacetan, jelas Jembatan Kapuas I harus dilakukan cepat. Apalagi alokasi pembebasan lahan juga sudah dianggarkan. Pemerintah melalui dinas terkait harus segera melakukan tindakan di lapangan. “Sama dengan penanganan banjir. Tahun ini alokasi anggarannya besar, kami mau semua parit tersier bisa terkoneksi dan berfungsi dengan baik,” tutupnya.(iza)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers