UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 24 Februari 2020 10:47
Jangan Kriminalisasikan dan Tangkap Peladang Tradisional
Selain menyerahkan berkas pernyataan, Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat juga menyerahkan beras kampung, prenggi, labu dan hasil ladang lainnya kepada Brigjenpol Erwin C. Rusmana yang mewakili Menkopolhukam RI pada Kamis (30/1).

PROKAL.CO, PONTIANAK – Kasus kriminalisasi yang dialami peladang terus mendapat perhatian Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat. Salah satunya melalui dialog bersama pihak Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia di Jakarta pada 30 Januari 2020 lalu. Sedikitnya disampaikan enam poin pernyataan yang diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah.

Yohanes Mijar Usman, Ketua Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat membacakan enam poin pernyataan pihaknya di hadapan Brigjenpol Erwin C. Rusmana selaku Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi Nasional yang mewakili Menkopolhukam RI.

“Pertama kami meminta pemerintah menjamin dan memberikan perhatian serius dengan berpihak, menghentikan kriminalisasi dan penangkapan Peladang tradisional. Seperti yang terjadi di Sintang,” jelas Mijar seperti dikutip dari Pontianakpost.co.id. 

Lebih lanjut, pada poin kedua, Persatuan Peladang meminta agar seluruh Peladang yang saat ini ditangkap dan dihadapkan pada proses hukum segera dibebaskan serta dipulihkan nama baiknya. Ketiga, agar menghentikan tuduhan negatif dan menyesatkan yang menuduh Peladang sebagai penyebab kebakaran lahan dan hutan. Keempat, mendesak pemerintah untuk melakukan edukasi pada aparatus negara terkait Peladang tradisional dalam penanganan kasus-kasus kebakaran lahan dan hutan.

Kelima, melakukan pemulihan atas dinamika, situasi gamang dan persoalan yang dihadapi Peladang tradisional dan keenam mendesak pemerintah untuk menjamin pengakuan dan perlindungan hak-hak Peladang tradisional dengan mengesahkan penerbitan Undang-Undang Masyarakat Adat.

Atas sejumlah poin pernyataan yang disampaikan, Erwin C. Rusmana mewakili Menkopolhukam RI menyampaikan akan meneruskan pernyataan yang disampaikan. Pihaknya juga menyampaikan bahwa Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi target dari enam daerah yang menjadi perhatian pihaknya ke depan.

Selain berdialog, Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat juga membawa serta sejumlah hasil ladang seperti beras kampung, prenggi, labu, timun kampung dan lainnya yang diberikan sebagai ungkapan terima kasih kepada pihak Menkopolhukam RI atas kesediaan berdialog. 

Sebagaimana diketahui, dialog yang dilakukan bersama pihak Kemenpolhukam RI buntut dari pernyataan Wiranto selaku Menkopolhukam yang kala itu menuduh Peladang sebagai penyebab kebakaran hutan.

“Atas pernyataan sinis Bapak Wiranto tersebut, selain menyampaikan kecaman, Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat kala itu juga mengirim surat pemohonan dialog yang disampaikan sejak 1 Oktober 2019 dan baru diterima untuk berdialog pada 30 Januari 2020 kemarin,” jelas Hendrikus Adam yang turutserta berdialog.

Lebih lanjut, aktivis WALHI Kalimantan Barat ini menilai pemerintah dan semua pihak penting memastikan agar keberadaan Peladang berkearifan lokal berikut hak-haknya yang terabaikan selama ini diperhatikan serius. 

“Apresiasi, salam hormat dan terima kasih kepada petani dan khususnya pada Peladang harusnya diberikan, terlebih buah kerja keras mereka berupa nasi maupun hasil pertanian lainnya dapat kita nikmati selama ini. Karenanya kita berharap tidak ada lagi tuduhan miring dan kriminalisasi dialami Peladang,” pinta Adam.

Adapun dialog yang telah dilangsungkan turut dihadiri Pengurus Persatuan Peladang, tetua ada, perwakilan Peladang dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur yang didampingi Pengurus Wilayah dan Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. (*/mnk)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 12:49

Banyak Hotel Sudah Merumahkan Karyawannya

PONTIANAK – Wabah Covid-19 telah mematikan banyak usaha di Kalimantan Barat.…

Jumat, 03 April 2020 12:47
Kompol Fahrul Sudiana, Kapolsek Nekat Langgar Maklumat Kapolri

Langsung Kena Mutasi setelah Resepsi Pernikahan

Resepsi pernikahan selebgram Rica Andriani dan Kompol Fahrul Sudiana menjadi…

Jumat, 03 April 2020 12:45

Presiden Larang Penutupan Jalan

JAKARTA– Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri)…

Jumat, 03 April 2020 12:42

Negaranya Lockdown, Mahasiswa Malaysia Tetap Pilih Pulang

PONTIANAK – Nurhaziqah Ain bt Mohd Ismail dan Nur Ainna Arisyah…

Rabu, 01 April 2020 14:10

Jalan Gajah Mada Pontianak Mulai Besok Ditutup, Ini Alasannya

PONTIANAK- Pemerintah Kota Pontianak menutup sementara akses Jalan Gajah Mada…

Senin, 30 Maret 2020 15:19

Nestapanya, Gara-Gara Ini Pusat Bisnis di Pontianak Mati Suri

PONTIANAK – Suasana pusat-pusat bisnis di Pontianak seperti mati suri dalam…

Senin, 30 Maret 2020 09:59

Di Kalbar, 9 Orang Positif Covid-19, Dua Meninggal Dunia

PONTIANAK- Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengumumkan lima…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:58

Gubernur Minta Sembahyang Kubur dan Ritual Keagamaan di Tempat Terbuka Ditunda Dulu

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji telah menyurati bupati dan wali…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:49

TEGAS..!! Gubernur Pulangkan TKA China dari Kalbar

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan (Kalbar) Barat Sutarmidji memastikan seorang Tenaga Kerja Asing…

Minggu, 22 Maret 2020 13:00

DUH..!! 14 Orang di Kapuas Hulu Berstatus ODP Covid-19

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers