UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 09 Februari 2020 21:53
Tak Bisa Berenang, Bocah Tenggelam di Kolam
Anggota polisi mendatangi Kolam Renang Pawan Ria, tempat ditemukannya bocah yang tenggelam. foto istimewa

PROKAL.CO, KETAPANG – Bocah 9 tahun tenggelam di Kolam Renang Pawan Ria pada Minggu (9/2) siang. Anak laki-laki yang diketahui bernama Dimas Pradita tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa dan dalam keadaan tenggelam di dasar kolam oleh seorang pengunjung. Diduga, korban tenggelam karena tidak bisa berenang.

Diberitakan Pontianakpost.co.id, salah satu penjaga kolam yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto tersebut, Maya (19), mengaku tidak mengetahui pasti kejadian tersebut. Sepengetahuan dirinya, korban masuk ke kawasan kolam renang sekitar pukul 08.00 pagi.

Sementara korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kolam sekitar pukul 11.00 WIB. “Saat kejadian saya lagi istirahat beli makan,” katanya, (9/2).

Korban ditemukan oleh seorang pengunjung lainnya yang hendak berenang. Korban ditemukan tenggelam di dasar kolam. Korban kemudian diangkat untuk mendapatkan pertolongan. Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban sempat mendapat pertolongan dari pengunjung, namun nyawa korban tidak tertolong. “Sebelumnya kita sudah memberitahu kepada anak-anak agar tidak berenang di kolam yang dalam,” terangnya.

Pemilik Kolam Renang Pawan Ria, Aida, mengaku sangat terkejut atas kejadian tersebut. Selama belasan tahun kolam renang tersebut beroperasi tidak pernah ada kejadian seperti ini. “Kami sudah beroperasi sejak tahun 2009. Belum pernah ada kejadian seperti ini. Kita sangat berduka atas kejadian ini,” katanya. 

Dia menjelaskan, dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah penjaga di kolam renang menghubunginya. Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak penjaga kolam, korban diantar oleh neneknya, tapi tidak dijaga. “Padahal imbauan di kolam renang sudah jelas. Anak di bawah usia 15 tahun harus ditemani keluarganya,” jelasnya.

Pihaknya sudah sangat mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti ini, dengan memberikan imbauan serta menyediakan beberapa fasilitas seperti pelampung.

“Imbauan kita sudah jelas agar anak-anak yang masuk dijaga. Kita semua berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” harapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang datang ke lokasi kejadian, Yasir (37), mengaku dirinya sempat membawa korban ke Rumah Sakit Fatima Ketapang untuk mendapatkan pertolongan.

“Kejadiannya sekitar pukul 11.00 siang. Yang pertama menemukan itu bapak yang membawa anaknya mandi di kolam renang. Ketika saya dengar ada yang tenggelam, saya langsung datang. Kebetulan rumah saya ada di depan kolam renang,” katanya.

Dia kemudian membawa korban ke RS Fatima untuk mendapatkan pertolongan. Namun dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia. “Saya tidak tahu pasti penyebab tenggelamnya anak ini. Saya juga agak heran kenapa bisa tenggelam. Tapi kita serahkan ke pihak berwenang untuk menangani kasus ini,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.“Berita acara penolakan autopsi oleh keluarga korban disaksikan kepala desa, ketua RT dan beberapa pihak lain sudah kita lakukan. Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto, pada Minggu (9/2) sore.

Eko menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan telah memasang police line di lokasi kejadian. “Awalnya anggota piket reskrim mendapat informasi soal adanya bocah tenggelam, yang diketahui merupakan seorang pelajar berusia 9 tahun yang beralamat di Jalan Mayjend Sutoyo, Desa Kalinilam Kecamatan Delta Pawan,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan informasi yang dilakukan oleh pihaknya, korban datang ke kolam tersebut bersama dengan beberapa temannya dan tanpa dijaga oleh orangtuanya. “Keterangan karyawan kolam korban saat diangkat dari kolam sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal saat dibawa ke rumah sakit fatima,” terangnya.

Pihaknya juga masih akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi lainnya terkait hal tersebut. (afi)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 12:49

Banyak Hotel Sudah Merumahkan Karyawannya

PONTIANAK – Wabah Covid-19 telah mematikan banyak usaha di Kalimantan Barat.…

Jumat, 03 April 2020 12:47
Kompol Fahrul Sudiana, Kapolsek Nekat Langgar Maklumat Kapolri

Langsung Kena Mutasi setelah Resepsi Pernikahan

Resepsi pernikahan selebgram Rica Andriani dan Kompol Fahrul Sudiana menjadi…

Jumat, 03 April 2020 12:45

Presiden Larang Penutupan Jalan

JAKARTA– Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri)…

Jumat, 03 April 2020 12:42

Negaranya Lockdown, Mahasiswa Malaysia Tetap Pilih Pulang

PONTIANAK – Nurhaziqah Ain bt Mohd Ismail dan Nur Ainna Arisyah…

Rabu, 01 April 2020 14:10

Jalan Gajah Mada Pontianak Mulai Besok Ditutup, Ini Alasannya

PONTIANAK- Pemerintah Kota Pontianak menutup sementara akses Jalan Gajah Mada…

Senin, 30 Maret 2020 15:19

Nestapanya, Gara-Gara Ini Pusat Bisnis di Pontianak Mati Suri

PONTIANAK – Suasana pusat-pusat bisnis di Pontianak seperti mati suri dalam…

Senin, 30 Maret 2020 09:59

Di Kalbar, 9 Orang Positif Covid-19, Dua Meninggal Dunia

PONTIANAK- Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengumumkan lima…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:58

Gubernur Minta Sembahyang Kubur dan Ritual Keagamaan di Tempat Terbuka Ditunda Dulu

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji telah menyurati bupati dan wali…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:49

TEGAS..!! Gubernur Pulangkan TKA China dari Kalbar

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan (Kalbar) Barat Sutarmidji memastikan seorang Tenaga Kerja Asing…

Minggu, 22 Maret 2020 13:00

DUH..!! 14 Orang di Kapuas Hulu Berstatus ODP Covid-19

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers