UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 28 Januari 2020 12:53
Corona Sudah Ada di Malaysia, Warga Sanggau Diminta "Santai" dan Tak Panik
WASPADA CORONA: Penumpang keluar dari pintu kedatangan internasonal di Bandara Internasional Supadio, Sabtu(25/1). Antisipasi terhadap penyebaran virus corona harus ditingkatkan agar penyakit ini tidak merambah ke Kalbar. HARYADI/PONTIANAKPOST

PROKAL.CO, SANGGAU – Meski penyebaran virus 2019-nCoV (Corona) disebut telah menyebar termasuk ke negara tetangga, Malaysia, pemerintah daerah mengharapkan masyarakat tidak panik karena telah dilakukan upaya antisipasi.

“Memang penyebarannya termasuk cepat. Sudah ke Amerika, Kanada, Jepang, dan terakhir informasinya, Malaysia. Ini kan awal-awalnya sudah dua atau tiga pekan yang lalu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, dr Jones Siagian.

Sejak awal pihaknya telah melakukan antisipasi. Pada 10 Januari 2020, dia telah melayangkan surat edaran ke seluruh Puskesmas di Kabupaten Sanggau. Meski dalam surat itu Jones menyebut dengan ‘virus misterius’, yang mengacu pada Corona yang ketika itu belum diberi nama. 

“Pastinya virus ini menimbulkan gejala di saluran pernapasan. Maka gejala yang muncul itu mirip-mirip dengan semua penyakit saluran pernafasan. Ketika dia masuk ke dalam tubuh manusia, kemudian ada reaksi dari tubuh manusia untuk membasmi ini, gejala yang pertama selalu demam. Karena dia menyerang pernafasan, ada gangguan di saluran pernafasan. Mulai dari ringan, seperti batuk pilek. Kalau yang berat itu mengganggu nafas, jadi sesak,” jelasnya.

Untuk mencegah masuknya virus tersebut ke Kabupaten Sangggau, mengingat Kabupaten Sanggau memiliki Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang menjadi jalur pelintas barang dan orang, dia memerintahkan, terutama petugas di perbatasan untuk mengammbil langkah dan berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Entikong.

“Waktu itu sudah kita sarankan harus ada thermo control, tapi karena mengacu pada aturan SOP, mereka (petugas karantina) harus ada perintah dari pusat. Jadi mereka belum melakukan itu. Tapi tanggal 10 Januari kita sudah edarkan (surat) ini semua ke Puskesmas dan ditembuskan ke Camat,” terangnya.

Menurutnya, kematian yang disebabkan virus Corona masih relatif lebih ringan ketimbang SARS. Oleh karenanya, dia meminta masyarakat tidak perlu panik.  “Saya ingin sampaikan masyarakat tak perlu panik-panik amat. Dengan catatan, mereka harus mengikuti saran-saran dari petugas kita,” kata dia seperti diberitakan Pontianakpost.co.id. 

Jones menyebut, penyakit apapun, baik yang menular atau tidak, dapat dicegah dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kalau menyangkut virus Corona, ini sebenarnya kita tinggal berperilaku hidup bersih itu. Awalnya penyebaran tidak pernah dari orang ke orang. Tapi selalu dari hewan ke orang. Tapi terakhir sudah ada penyebaran dari orang ke orang. Makanya begitu luar biasa paniknya seluruh dunia. Kita pun, karena visi-misi bupati maju dan terdepan, kita harus mencegah ini semua,” ungkap dia. 

Jones mengatakan berperilaku hidup bersih bisa dimulai dengan mencuci tangan pakai sabun. Selanjutnya, dalam pelayanan kesehatan, para petugas kesehatan diminta selalu menggunakan masker. (sgg)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers