UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 28 Januari 2020 12:33
Belum Ada Terpapar Virus Corona, Tapi RSUD Sudah Siaga
PELINDUNG : Petugas kesehatan di Ruang Flu Burung/Babi RSUD Sudaroso Pontianak mengenakan APD lengkap. Ruangan tersebut berfungsi sebagai ruang isolasi sebagai antisipasi jika ditemukan kasus 2019-nCoV. IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

PROKAL.CO, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan langkah antisipasi kemungkinan penyebaran 2019 novel coronavirus (2019-nCoV)  atau yang biasa disebut virus corona di daerah ini. Meski di daerah ini dipastikan belum ada yang tertular virus asal Tiongkok tersebut, namun ruang isolasi sudah disiapkan di tiga rumah sakit (RS) rujukan se-Kalbar.

“Jadi sampai saat ini (kemarin) di Kalbar belum ada yang positif corona itu ya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson usai meninjau ruang isolasi di Ruang Flu Burung/Babi RSUD Sudaroso Pontianak, (27/1) seperti diberitakan Pontianakpost.co.id.

Ia menjelaskan RSUD Sudarso sudah memiliki ruang isolasi khusus sebagai tempat penanganan jika ditemukan adanya pengidap yang diduga terpapar 2019-nCoV. Ruang tersebut sudah ada sejak lama, ketika ramai penyebaran virus flu burung, flu babi, SARS, dan MERS.

“Memang corona satu family dengan MERS, dan SARS. Kami siapkan empat tempat tidur isolasi (di RSUD Sudarso) lengkap dengan peralatannya Alat Pelindung Diri (APD) dan lain sebagainya,” kata dia.

Selain di RSUD Sudarso Pontianak, ruang isolasi serupa juga dimiliki dua RSUD rujukan lainnya yakni RSUD Abdul Aziz Singkawang dan RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang. Fasilitas tersebut dinilai sudah cukup memadai. 

“Sesuai SK Kemenkes tahun 2007 memang ada tiga RS rujukan di Kalbar. Tiga (RS) itu mereka sudah menyiapkan (ruang isolasi). Kami sudah mengirim APD untuk petugas kesehatan,” ucapnya.

Selain menyiapkan ruang perawatan, upaya pencegahan juga telah dilakukan dari pintu masuk ke Kalbar. Dalam hal ini menurut Harisson, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pontianak sudah melaksankan thermal scan bagi setiap penumpang yang datang. Alat tersebut dipasang di Bandara Supadio, serta tiga PLBN baik di Entikong, Aruk maupun Nanga Badau. 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur (Wadir) I RSUD Sudarso Saiful Bahri Bangun menambahkan, pihaknya telah mendapat instruksi dari Dinas Kesehatan untuk menyiapkan ruang isolasi bagi suspek 2019-nCoV. Pertama untuk SDM disiapkan tim yang memang sudah ada sejak maraknya kasus flu burung beberapa tahun lalu.

Adapun tim tersebut terdiri dari dokter ahli paru, dokter ahli patologi klinik, dokter penyakit dalam serta perawat yang terlatih untuk penyakit-penyakit infeksi. Kedua, APD juga disiapkan untuk petugas. “Karena mahal, kami minta bantuan Dinkes Provinsi,” terangnya.

Lalu yang ketiga, disiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Jika ditemukan suspek atau terduga terpapar 2019-nCoV dari KKP, pasien akan langsung dimasukkan ke ruang isolasi di RS.

“Di sini ada empat tempat tidur. Kalau kesadarannya menurun dan membutuhkan alat bantu pernafasan, itu akan kami kirim ke ICU. Di ICU kami punya dua tempat tidur untuk isolasi penyakit menular,” paparnya.

Meski segala peralatan dan fasilitas sudah siap, Saiful tetap berharap jangan sampai penyebaran 2019-nCoV sampai ke Indonesia, khususnya Kalbar. “Intinya kami sudah siap, dari dulu kan (ruangan isolasi) dari flu burung, flu babi, MERS, SARS, gedung ini memang dibangun Kemenkes untuk wilayah Kalbar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menyatakan pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah antisipasi atau pencegahan penyebaran 2019-nCoV. Dinas kabupaten/kota sifatnya mendukung upaya pencegahan.

RSUD Kota Pontianak pun menurutnya sudah mempersiapkan diri. RS ini memiliki beberapa bangunan yang terisolasi. “Pada hari ini (kemarin) juga kami akan cek ke sana untuk memastikan itu. Hanya yang masalah untuk APD. Kami masih menunggu dari pusat. Sementara yang tersedia baru di Sudarso,” tutupnya.

Terpisah, Gubernur Kalbar Sutarmidji memastikan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi. Terutama dengan menempatkan petugas kesehatan di pintu-pintu masuk ke Kalbar. “Kita sampai sekarang tidak ada penerbangan langsung ke pusat endemiknya di Wuhan. Tapi bukan berarti kita tidak wasapada,” pesannya.

Termasuk untuk kegiatan perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang. Langkah diantisipasi agar tidak ada penyebaran 2019-nCoV juga sudah dilakukan. Apalagi kegiatan budaya yang telah mendunia itu biasanya ramai dikunjungi turis asal Tiongkok. “Kami sudah antisipasi. Intinya masyarakat yang penting gaya hidup sehat, rajin cuci tangan, pokoknya upayakan kondisi fisik selalu fit, olahraga. Itu saja,” pungkasnya.

Terkait hal ini, Kepala Divisi Keimigrasian, Kanwil Kemenkumham Kalbar Husni Thamrin menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menahan penumpang yang diduga terpapar 2019-nCoV.

“Jika ada orang asing yang terindikasi membawa virus itu, Imigasi harus membantu menahan di kedatangan. Nanti selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan oleh (petugas) dinkes di sana dan ada juga KKP,” ungkapnya usai mengikuti upacara Hari Bhakti ke-70 Imigrasi, Senin (27/1).

Indikasinya jika ditemukan penumpang dengan suhu tubuh rata-rata di atas sekitar 27 derajat celcius maka harus ditindaklanjuti. Namun, sampai kemarin belum ditemukan satu pun penumpang dari luar negeri yang terindikasi terjangkit. “Sampai hari belum ada (terindikasi) yang masuk. Karena di sini (Kalbar) penerbangan (internasional) tidak begitu banyak ya, cuma tiga. Belum ada,” tegasnya.(bar)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers