UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 27 Januari 2020 15:14
Corona Mewabah, Gubernur Minta Warga Tak Khawatir
GAWAT DARURAT: Seorang perempuan mengenakan masker di pusat perbelanjaan di Hongkong, Minggu (26/1). Upaya pencegahan terus dilakukan menyusul merebaknya wabah virus corona yang bermula dari Kota Wuhan, China. Pemerintah Hongkong telah menyatakan peristiwa ini sebagai situasi gawat darurat. DALE DE LA REY / AFP

PROKAL.CO, PONTIANAK – Penyebaran virus Corona yang berasal dari Tiongkok memunculkan kekhawatiran di sejumlah negara. Termasuk di Indonesia khususnya Kalimantan Barat (Kalbar), dimana momen Imlek dan Cap Go Meh biasanya ramai dikunjungi orang-orang asal negara Tirai Bambu.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah melakukan berbagai antisipasi dan kesiapan. “Dalam rangka Cap Go Meh, saya berharap juga semua Pemda siap antisipasi. Tapi juga masyarakat jangan panik,” ungkap Midji seperti dilansir Pontianakpost.co.id.

Orang nomor satu di Kalbar itu mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup sehat. Yakni dengan selalu mencuci tangan, istirahat cukup dan selalu berolahraga agar tetap bugar. “Hindari kontak dengan hewan yang tidak dirawat dengan baik. Penyakit yang ditularkan hewan sangat banyak, seperti demam berdarah, kaki gajah, meningitis, rabies, flu burung, termasuk virus corona,” jelasnya.

“Ayo tetap jalankan kehidupan keluarga yang sehat dan jika kontak dengan orang yang sakit apapun biasakan cucu tangan. Gaya hidup sehat akan menghindarkan kita terpapar virus dan bakteri apapun,” tambahnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson meminta dinas kesehatan kabupaten/kota menyiapkan langkah-langkah upaya pencegahan penyebaran penyakit Pneumonia ini. Ia meminta petugas kesehatan melakukan pengamatan terhadap peningkatan kasus Pneumonia yang terjadi di wilayahnya. 

Termasuk menginstruksikan kepada puskesmas atau rumah sakit, agar petugas kesehatan memantau lebih ketat dan melakukan isolasi pasien dengan gejala Pneumonia dan ada riwayat pejalanan dari negara terjangkit dalam empat belas hari sebelum munculnya gejala, atau terhadap warga setempat yang bersinggungan erat dengan pendatang dari luar negeri.

“Jika ada yang menunjukkan gejala, akan dilakukan pengambilan sampel dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut apakah perlu dikirim ke lab Jakarta,” ujarnya. 

Dia meminta petugas kesehatan memberikan komunikasi informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang Pneumonia dan cara mencegah penularannya (dengan cuci tangan pakai sabun dan etika batuk atau bersin). Selain itu ia juga mengimbau jajarannya untuk segera melaporkan kasus suspek Pneumonia berat yang memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit yang ditemukan ke Ditjen P2P.

Sementara itu, kemarin Jawa Pos (jaringan Pontianak Post) juga menghubungi Kemenkes. Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto menyatakan bahwa hari ini ada rapat mengenai antisipasi penyebaran 2019-nCoV. “Belum ada kajian mendalam,” jawabnya ketika ditanya alasan belum ada pembatasan turis Tiongkok ke Indonesia.

Badan kesehatan dunia, WHO, pada 24 Januari lalu telah merilis bahwa ada kemungkinan penularan 2019-nCoV dari manusia ke manusia. Sebagian hal itu terjadi di kota Wuhan. WHO mengimbau pada wisatawan internasional untuk melakukan antisipasi. Jika dalam perjalanan atau setelahnya mengalami gangguan pernapasan akut maka segera melapor kepada petugas medis. Menjaga kebersihan tangan, makan makanan yang sehat, dan menjaga kesehatan pernapasan diperlukan. Bahkan WHO melarang untuk mengkonsumsi produk hewani terutama dari daerah yang mendeklarasikan terjangkit 2019-nCoV.

WHO juga meminta agar ada skrining siapa pun yang akan keluar dari Tiongkok. Jika ditemukan demam di atas 28 derajat disertai batuk dan gejala infeksi pernapsan harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti wawancara riwayat mereka. Jika wisatawan tersebut terdeteksi terpapar sumber infeksi virus corona maka harus dipantau oleh petugas medis dan dilarang berpergian hingga 14 hari. Hal ini bertujuan agar meminimalisir penularan penyakit secara internasional.

Selain itu menurut investigasi WHO, ada bukti bahwa thermal scaner tidak efektif. Lantaran penyakit ini belum menunjukkan gejala. Bisa juga wisatawan tidak mengaku mengalami demam saat perjalanan. Sehingga diperlukan investigasi besar agar benar-benar bisa tersaring. Otoritas kesehatan dan maskapai menurut WHO harus bekerjasama. 

Di bagian lain, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok cabang Wuhan memastikan tidak ada laporan WNI di Wuhan yang terjangkit virus corona. Jumlah mahasiswa dan WNI di Wuhan ada 95 orang. ”Semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus,” kata Ketua PPI Tiongkok Wuhan Nur Musyafak dalam keterangan tertulisnya.

Hampir seluruh kampus di Wuhan melakukan tindakan pencegahan. Seperti memberikan masker, sabun cair, dan thermometer gratis kepada mahasiswa. ”Kami selalu berkoordinasi dengan KBRI Beijing. Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar negeri juga tergabung dalam grup wechat untuk memudahkan komunikasi,” beber Musyafak.

Akses transportasi dari maupun menuju Wuhan ditutup sementara. Baik busa, kereta, dan pesawat untuk mengurangi risiko penyebaran virus. Meski begitu, Pemerintah Tiongkok memastikan suplai kebutuhan logistik ke Wuhan tidak terganggu.

Duta Besar RI di Beijing Djauhari Oratmangun juga memastikan tidak ada WNI di Tiongkok yang terpapar virus corona melalui keterangan tertulisnya. Baik yang bermukim di Wuhan maupun Beijing. ”Kami mengimbau agar menghindari kontak fisik dengan orang yang sedang kondisi batuk, demam, dan sesak panas. Serta, tidak mengunjungi pasar ikan, unggas, mengonsumsi daging mentah atau kurang matang,” beber pria yang akrab disapa Ari tersebut.

Ari meminta para WNI yang berada di Tiongkok untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Khususnya yang bermukim di Wuhan. Segera melakukan konsultasi medis jika merasa tidak sehat. Terutama dengan gejala demam, batuk, hingga sulit bernafas.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Tiongkok, lanjut dia, sudah membuka hotline bagi para WNI yang membutuhkan bantuan. Selain melalui hotline yang telah diinformasikan, WNI dapat menggunakan tombol darurat di aplikasi Safe Travel untuk menghubungi KBRI Beijing.  (bar)


BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 12:49

Banyak Hotel Sudah Merumahkan Karyawannya

PONTIANAK – Wabah Covid-19 telah mematikan banyak usaha di Kalimantan Barat.…

Jumat, 03 April 2020 12:47
Kompol Fahrul Sudiana, Kapolsek Nekat Langgar Maklumat Kapolri

Langsung Kena Mutasi setelah Resepsi Pernikahan

Resepsi pernikahan selebgram Rica Andriani dan Kompol Fahrul Sudiana menjadi…

Jumat, 03 April 2020 12:45

Presiden Larang Penutupan Jalan

JAKARTA– Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri)…

Jumat, 03 April 2020 12:42

Negaranya Lockdown, Mahasiswa Malaysia Tetap Pilih Pulang

PONTIANAK – Nurhaziqah Ain bt Mohd Ismail dan Nur Ainna Arisyah…

Rabu, 01 April 2020 14:10

Jalan Gajah Mada Pontianak Mulai Besok Ditutup, Ini Alasannya

PONTIANAK- Pemerintah Kota Pontianak menutup sementara akses Jalan Gajah Mada…

Senin, 30 Maret 2020 15:19

Nestapanya, Gara-Gara Ini Pusat Bisnis di Pontianak Mati Suri

PONTIANAK – Suasana pusat-pusat bisnis di Pontianak seperti mati suri dalam…

Senin, 30 Maret 2020 09:59

Di Kalbar, 9 Orang Positif Covid-19, Dua Meninggal Dunia

PONTIANAK- Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengumumkan lima…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:58

Gubernur Minta Sembahyang Kubur dan Ritual Keagamaan di Tempat Terbuka Ditunda Dulu

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji telah menyurati bupati dan wali…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:49

TEGAS..!! Gubernur Pulangkan TKA China dari Kalbar

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan (Kalbar) Barat Sutarmidji memastikan seorang Tenaga Kerja Asing…

Minggu, 22 Maret 2020 13:00

DUH..!! 14 Orang di Kapuas Hulu Berstatus ODP Covid-19

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers