UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 18 Januari 2020 01:55
Lebih Cepat Lebih Baik, Terminal Pelabuhan Kijing Tahun Ini Beroperasi
HAMPIR RAMPUNG : Pembangunan jalan akses dermaga (trestle) Terminal Kijing hampir rampung. Tampak sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pengerjaan. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

PROKAL.CO, MEMPAWAH – Pembangunan sisi laut Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat sudah mencapai 43 persen. Pengerjaan ini sesuai dengan target waktu yang direncanakan. Terminal Kijing sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional dipastikan mulai beroperasi tahun ini.

Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Elvyn G Masyassa meninjau langsung progres pembangunan Terminal Kijing, Kamis (17/1). Ia menjelaskan, pembangunan tahap I Terminal Kijing akan selesai tahun 2020. Saat ini pekerjaan difokuskan pada pembangunan jalan penghubung ke dermaga (trestle). Setelah selesai maka akan dilanjutkan dengan penyelesaian pembangunan di kawasan darat.

Pembangunan Terminal Kijing Tahap I meliputi terminal peti kemas di sisi laut seluas 1000 meter x 100 meter, lapangan operasional di sisi darat, serta trestle (jalan penghubung) sepanjang sekitar 3,5 Kilometer.

Diberitakan Pontianakpost.co.id, menurutnya, Terminal Kijing merupakan bagian dari Pelabuhan Pontianak. Terminal ini dikembangkan dengan konsep digital port, yang dilengkapi  peralatan bongkar muat modern. Sebagai pelabuhan hub (penghubung). Terminal Kijing dibangun dengan kedalaman kolam (draft) 15 meter di bawah permukaan laut.

Dengan kedalaman itu, kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan bongkar muat untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Kalimantan, khususnya Kalbar. Setelah selesai secara keseluruhan, Terminal Kijing diproyeksikan mampu menangani bongkar muat peti kemas sebanyak 1,95 juta TEUs per tahun.

Untuk terminal cair, kapasitasnya mencapai 12,1 juta ton per tahun. Kapasitas curah kering mencapai 15 juta ton per tahun. Sedangkan kapasitas terminal multipurpose sebesar 1 juta ton per tahun.

Elvyn juga memaparkan, Kalimantan Barat menempati posisi kelima dari enam sentra produksi sawit nasional, dengan kontribusi sekitar 7% dari produksi nasional. Khusus karet, pada tahun 2016 produksi perkebunan rakyat di Kalbar mencapai 261 ribu ton. Dengan mempertimbangkan geografi, konektivitas, dan serapan karet eksisting dari Kalbar, diasumsikan volume karet yang sampai di Kijing berasal dari kabupaten potensial di sekitarnya yaitu Sambas, Bengkayang, Landak, Mempawah, Sanggau, Sintang, Sekadau, dan Kota Singkawang.

“Dengan kapasitas masing-masing terminal yang cukup besar itu, Terminal Kijing akan mampu mengakomodir berbagai komoditas unggulan di Kalbar, terutama untuk tujuan ekspor,” ujar Elvyn.

Untuk mendukung operasional Terminal Kijing, IPC atas izin Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan relokasi jalan nasional sepanjang 2,6 kilometer yang melintasi area pelabuhan.  Selanjutnya, IPC membangun jalan baru sepanjang enam kilometer untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan, yang tidak bersinggungan dengan operasional pelabuhan.

“Sebagai pelabuhan hub, Terminal Kijing akan menjadi gerbang utama ekspor atau impor barang dari dan ke Kalimantan. Oleh karena itu, perlu dibuat akses keluar masuk area pelabuhan yang tidak mengganggu jalan kendaraan umum,” tambah Elvyn.

Selain itu, ia juga memastikan dengan Terminal Kijing ini bakal memberikan multiplier effect terutama meningkatkan aktivitas ekonomi sehingga semakin tumbuh. Dia pun menegaskan akan merekrut sebagian masyarakat Mempawah untuk bekerja di Terminal Kijing ini, namun tentunya dengan proses seleksi. (mdy)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers