UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 15 Januari 2020 22:02
Permintaan Daging Babi Meningkat, Dinas PPKH Tingkatkan Kewaspadaan Virus ASF
Musnif

PROKAL.CO,

PONTIANAK – Permintaan daging babi diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya konsumsi kamoditas tersebut pada momen Imlek dan Cap Go Meh tahun 2020. Di Kalimantan Barat, perkiraan kebutuhan daging babi pada momen itu sekitar 25 ribu ekor. Jumlah ini masih mampu tercukupi dengan stok babi yang ada saat ini.

“Meningkatnya kemungkinan bisa 5-10 persen dari kebutuhan normal. Dari data yang kami himpun, ketersediaan ternak babi pada Januari mencapai 43 ribu ekor, dan perkiraan kebutuhannya (saat Imlek dan Cap Go Meh) diprediksi sekitar 25 ribu ekor. Jadi ketersediaannya masih cukup,” ungkap Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, M Munsif, seperti dilansir Pontianakpost.co.id.

Ketersediaannya secara umum memang akan mampu memenuhi kebutuhan daging babi di provinsi ini. Hanya saja menurutnya, ketersediannya di setiap daerah tidak merata, sehingga menjadi tantangan dalam hal distribusi. Kabupaten Melawi misalnya, merupakan daerah yang bukan merupakan sentra ternak babi, sehingga membutuhkan stok dari daerah lainnya.

“Di Kalbar, saat ini ada beberapa sentra ternak babi, antara lain, Singkawang, Kubu Raya, dan Bengkayang,” kata dia.

Kebutuhan daging babi ini, lanjut dia, ada yang dipasok oleh perusahaan ada pula oleh peternak kecil. Peternak kecil ini, biasa peruntukkannya adalah konsumsi mandiri, atau dalam lingkup keluarga dan lingkungan sekitar. Sementara kebutuhan di pasar, akan di pasok oleh perusahaan. Bila ada pasokan dari luar Kalbar, kata dia, jumlahnya mungkin sangat sedikit. Apalagi saat ini pihaknya lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya babi dan produk olahannya ke Kalbar, seiring dengan merebaknya virus demam babi Afrika atau virus African swine fever (ASF)

“Saat ini kami sedang mengantisipasi masuknya virus demam babi Afrika melalui produk babi yang masuk, terutama yang berasal dari Medan,” pungkas dia. (sti)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 12 September 2020 11:26

Di Pontianak, Bikin Trotoar yang Humanis dan Jadi Ruang Interaksi Publik

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengungkapkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan…

Rabu, 09 September 2020 13:21

Gara-Gara Baut, Top Tikam Nor Hingga Tewas

DUA pemuda terlibat pertikaian di kafe Brader, Kelurahan Benua Melayu Darat,…

Rabu, 09 September 2020 13:12

Biarkan Pengunjung Tak Pakai Masker, Pemkot Pontianak Denda Warkop Rp 1 Juta

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mulai menggencarkan sanksi denda uang sebesar…

Senin, 07 September 2020 14:40

Abai Protokol Kesehatan, Kelab Malam di Pontianak Didenda Rp 1 Juta

PONTIANAK – Pengelola sebuah kelab malam di Kota Pontianak dikenakan sanksi…

Minggu, 06 September 2020 13:47

Dinas Kesehatan Pontianak Denda Pengunjung dan Pemilik THM

Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, memberikan sanksi denda kepada…

Minggu, 16 Agustus 2020 12:22

Bangunan Bersejarah dan Cagar Budaya di Pontianak Perlu Perhatian Pemerintah

Beberapa bangunan bersejarah di Kota Pontianak masih belum masuk dalam…

Sabtu, 15 Agustus 2020 11:57

Tes Swab di Warung Kopi, Ada Dua Orang Pengunjung OTG

PONTIANAK – Satuan Tugas Penangan Covid-19 Kota Pontianak mendapati dua…

Senin, 03 Agustus 2020 12:05

Di Kota Ini, Kedapatan Ngga Pakai Masker, Langsung di Swab

PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak gencar melakukan razia penggunaan masker…

Senin, 03 Agustus 2020 12:01

Kapan Belajar Tatap Muka Dimulai? Pemkot Masih Simulasi Nih....

PONTIANAK-Meski belum pasti pelaksanaan belajar mengajar tatap muka di sekolah,…

Minggu, 02 Agustus 2020 10:34

Konsumsi Naik, Pertamina Tambah Stok 149.160 Tabung

PONTIANAK – Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan kembali melakukan penambahan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers