UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 12 Desember 2019 13:52
Pasir di Bibir Pantai Ditambang

PROKAL.CO, KETAPANG-Banyak cara pengusaha memainkan alasan dan berkelit dari aturan. Ternyata, pengerukan pasir di bibir pantai Kendawangan oleh CV. Kendawangan Quarindo Perkasa (KQP) diduga menyalahi informasi lahan.

“Berdasarkan informasi lahan yang dikeluarkan oleh Dinas PUTR Ketapang, lokasi penambangan pasir yang dilakukan oleh perusahaan tersebut berada di luar informasi lahan. Yang mengeluarkan izin memang bukan kita (PUTR). Tapi itu menyalahi informasi lahan yang kita keluarkan," ungkap Yudhi Agus Kurniawan, Kepala Bidang Penataan dan Pertanahan Dinas PUTR Ketapang, Rabu (11/12).

Penambangan pasir ilegal di bibir pantai Dusun Sungai Gayam, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan oleh CV KQP) jelas melanggar aturan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang.

Kata Yudhi, untuk mendapatkan izin perusahaan harus mengajukan informasi lahan kepada Dinas PUTR. Dinas kemudian melakukan pengecekan lokasi untuk kemudian dikeluarkan peta informasi lahan. Berdasarkan peta yang dikeluarkan oleh PUTR, lokasi penambangan pasir itu berada di luar.

"Kita tidak mungkin mengeluarkan informasi lahan untuk perizinan tanah urug sampai ke bibir pantai," ujar Yudhi yang menegaskan, peta informasi lahan dijadikan acuan untuk pengurusan izin.

Berdasarkan peta lokasi lahan yang dikeluarkan oleh Dinas PUTR, rencana luas lahan garapan pasir CV. KQP itu seluas 89,73 hektare.

"Peta informasi lahan ini menjadi acuan untuk pengurusan izin. Kalau luas lahannya berkurang dari informasi lahan di awal, itu sangat memungkinkan. Tapi kalau lebih dari itu tidak mungkin," ungkapnya. Jika luas lokasi ingin ditambah, harus mengajukan informasi lahan ulang ke Dinas PUTR.

“Sementara, peta informasi lahan yang kami keluarkan itu tidak sampai ke bibir pantai. Untuk lebih jelasnya silakan langsung ke Dinas Pertambangan Provinsi. Karena yang mengeluarkan izin itu Pemerintah Provinsi. Kita hanya sebatas informasi lahan saja," ujar Yudhi.

CV. KQP dan CV. Lestari Intan Abadi (LIA) melakukan sosialisasi di Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan, Senin (9/12). Perusahaan mengklaim lokasi penambangan pasir yang dilakukan oleh perusahaan masuk dalam lokasi izin KQP.

"CV. KQP bekerjasama dengan CV. LIA, dalam hal pembuatan tambak ikan dan udang, areal tambak ikan dan kepiting berada dalam areal IUP CV. KQP," ungkap penasehat hukum CV. KQP, Al Muhammad Yani.

Berdalih mengeruk pasir untuk pembuatan tambak ikan dengan menggandeng CV. LIA, diduga lokasinya berada di luar izin CV. KQP. Sementara pasir dari penggalian kolam tersebut dijual oleh CV. KQP kepada sejumlah pihak di Kendawangan. Belum jelas, apakah pasir tersebut mengandung bijih besi, timah hitam, atau bahan tambang lainnya.

Terkait posisi R. Taurus Budi Santoso yang notabene pimpinan bank BUMN sebagai direktur CV. KQP, Al Muhammad Yani tidak memberikan jawaban. Budi disebut-sebut hanya komanditer perusahaan itu.

Sementara berdasarkan akta notaris, R. Taurus Budi Santoso yang juga Kepala BNI Cabang Ketapang, merupakan Direktur CV. KQP. (M. Fauzi/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers