UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 07 Desember 2019 12:13
Badan Usaha Milik Kacab Bank BUMN di Ketapang Eksplorasi Pasir Pantai?

Dir Operasional CV KQP: Pengerukan Dilakukan sebagai Bentuk Sosial

PASIR DIKERUK. Pengerukan pasir di bibir pantai Dusun Sungai Gayam, Kecamatan Kendawangan, dan kondisi abrasi pantai di sana. Warga for RK

PROKAL.CO, KETAPANG-. Belum lagi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dicabut pemerintah pusat, masyarakat sudah menjerit oleh aktivitas pengerukan pasir oleh CV Kendawangan Quarindo Perkasa (KQP). Di bibir pantai Dusun Sungai Gayam, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan.

“Kita khawatirkan abrasi yang mengancam penduduk. Kita harapkan aparat penegak hukum tegas dan proaktif melihat kondisi ini sebelum yang tidak diinginkan terjadi,” ungkap Fendi, warga Kendawangan, kepada media, Senin (2/12) seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Abrasi pesisir Kendawangan memprihatinkan. Pengerukan tidak hanya secara manual, tetapi sudah menggunakan alat berat. Pemerintah Daerah sebenarnya sudah harus turun ke lapangan melihat eksploitasi itu. Memiliki izin maupun tidak, pengerukan harus diawasi.

Coba dikonfirmasi, Direktur CV KQP, R Taurus Budi Santoso yang juga Kepala Cabang (Kacab) Bank Negara Indonesia (BNI) Ketapang, mengaku sedang keluar kota. Dia mengarahkan untuk menghubungi Direktur (Dir) Operasional CV KQP.

“Saya lagi di luar kota, silahkan hubungi Pak Mclean sebagai direktur operasionalnya yang tahu kondisi di lapangan,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Mclean membenarkan pihaknya sedang melakukan pengerukan pasir di wilayah Dusun Sungai Gantang. Pengerukan itu dilakukan sebagai bentuk sosial. Pihaknya membuat tambak ikan air asin milik warga sekitar.

“Kebetulan warga mau tambak ikan air asin di lokasi izin kita. Jadi sebagai bentuk sosial ya kita bantu lakukan pengerukan di lokasi tersebut untuk membuat tambak itu,” ujarnya.

Dia mengaku siap pindah atau menutup lokasi pengerukan yang sedang dilakukan jika lokasi tersebut dinilai terlalu dekat dengan bibir pantai. Namun dia mengatakan sejauh ini tidak ada komplain dari warga sekitar.

“Kalau memang jarak pengerukan kita dianggap dekat bibir pantai dan tidak diperbolehkan, kami akan majukan lokasinya atau akan kami tutup,” tegas Mclean.

Ditanya soal eksplorasi pasir secara besar-besaran untuk diperdagangkan memenuhi kontrak atau ekspor dan sejenisnya, Mclean berkelit. Hasil pengerukan pasir dengan alat berat itu katanya dibagikan kepada warga untuk menimbun rumah ibadah.

“Kalau perusahaan jelas adalah kita bawa keluar pasirnya jugalah Bang. Makanya kita juga ada bayar retribusinya Bang,” tuturnya, mengaku izin perusahaan di satu hamparan Dusun Sungai Gayam, Desa Mekar Utama, dengan Direktur Perusahaan yang juga menjabat Kacab di salah satu cabang bank BUMN di Ketapang itu.

“Direkturnya benar Pak Budi, saya hanya direktur operasionalnya,” ungkapnya.

DIHENTIKAN MUSPIKA

Penambangan pasir di bibir pantai Dusun Sungai Gayam, Desa Mekar Utama, Kendawangan dihentikan oleh Muspika Kendawangan. Kepolisian Resor Ketapang akan memanggil Direktur CV KQP yang juga pimpinan BUMN BNI Cabang Ketapang, untuk dimintai keterangan terkait penambangan pasir tersebut.

"Soal pengerukan pasir di Kendawangan itu, kita akan panggil pemiliknya untuk dimintai klarifikasi dan akan kita cek," ungkap Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto, Jumat (6/12).

Polres Ketapang curiga, penambangan pasir di bibir pantai itu ilegal dan perlu klarifikasi pemilik perusahaan. Polres tidak segan-segan memberikan sanksi tegas jika terbukti pelanggaran. Baik itu berupa sanksi administrasi dan pidana.

"Kita lihat dulu, larinya administrasi atau pidana, yang jelas akan kita panggil dulu," ungkap Eko.

Pemilik CV. KQP, R Taurus Budi Santoso, enggan memberikan tanggapan terkait pemanggilan dirinya oleh Polres Ketapang. Ia kembali meminta awak media untuk menghubungi bawahannya, Mclean. "Silakan dihubungi Pak Mclean," singkatnya melalui pesan WhatsApp.

Muspika Kendawangan menghentikan kegiatan eksplorasi pasir CV KQP, Senin (2/12). Camat Kendawangan Rahmad Rohendi, menjelaskan tiga poin hasil pertemuan Muspika yang juga dihadiri PJ. Kades Mekar Utama, Hartono.

Pertama, meniadakan rencana budidaya ikan air asin karena tidak memenuhi syarat teknis di lokasi penambangan pasir. Kedua, menghentikan aktivitas eksplorasi galian C, pengerukan pasir pantai. Ketiga, meminta CV. KQP segera mereklamasi lokasi bekas tambang pasir seperti keadaan semula.

Kapolsek Kendawangan, AKP First Orlando Siagian, membenarkan adanya pertemuan antar Muspika terkait penambangan pasir pantai Sungai Gayam. Jika tiga poin kesepakatan tersebut diabaikan oleh CV. KQP, pihaknya akan tegas menindak sesuai aturan hukum.

 

Laporan: Muhammad Fauzi

Editor: Indra Wardhana

loading...

BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 00:32

Satu Warga Tanam Pohon Ganja

SANGGAU – Satu batang pohon ganja hidup disita Satuan Reserse…

Kamis, 27 Februari 2020 00:29

Hujan Melulu, Beberapa Sungai di Landak Meluap

NGABANG – Curah hujan yang meningkat sepanjang minggu ini mengakibatkan…

Minggu, 09 Februari 2020 21:56

11 Tahun Penantian, Masjid Ini Akhirnya Diresmikan

SAMBAS-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meresmikan Masjid Besar At-Taqwa Pemangkat,…

Minggu, 09 Februari 2020 21:47

Atraksi Tatung, Hadirkan Tamu Ke Pemangkat

PEMANGKAT – Barisan peserta tatung, tak putus-putus. Bahkan barisan para…

Selasa, 04 Februari 2020 23:56

Suami Ngamuk, Istri dan Tetangga Ditimpas

PUTUSSIBAU- Peristiwa berdarah terjadi di barak pemukiman perkebunan sawit di…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:21

Bupati Landak Kesal, Acara Belum Selesai Pejabat Sudah Ribut

NGABANG – Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa meluapkan kekesalannya…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:17

Perusahaan Ini Dideadline 10 Hari untuk Bayar Pesangon

PONTIANAK–Alot, lelah dan sarat emosi mewarnai proses mediasi antara Serikat…

Kamis, 30 Januari 2020 22:43

Begini Akibatnya Kalau Main Korek dekat Bensin

SENGAH TEMILA – Yuliana Sumiati Perempuan (50), warga Dusun Keranji…

Kamis, 30 Januari 2020 22:41

Suami Istri Minum Racun Rumput, Ya Meninggal...!!

SINTANG – Warga Kecamatan Tempunak dihebohkan dengan meninggalnya pasangan suami-istri yang…

Kamis, 30 Januari 2020 13:33

Warga Sambas Susah Dapatkan Gas 3 Kg

Antrian warga memanjang untuk mendapatkan gas melon di sejumlah pangkalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers