UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Kamis, 05 Desember 2019 11:24
Sungai Sambas di Desa Puringan Tercemar CPO
TUMPAH. Kondisi genangan CPO yang tumpah di Sungai Sambas. Rabu (4/12). WARGA For RK

PROKAL.CO, SAMBAS-. Masyarakat Desa Puringan, Kecamatan Teluk Keramat mengeluhkan adanya genangan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang tumpah di perairan Sungai Sambas atau sekitar Dermaga Penyeberangan Kubung-Penyulong, Desa Puringan.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Dhika, satu diantara warga Puringan meminta pemerintah melalui instansi terkait untuk segera melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap kualitas air di perairan tersebut.

"Ya, karena air ini merupakan menyangkut hidup orang banyak, dimana air ini merupakan kebutuhan hidup masyarakat, sehingga kualitas air perlu segera untuk dilakukan pengecekan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim dan LH Kabupaten Sambas, H Eko Susanto menyebutkan, pihaknya mendapatkan informasi dan masyarakat yang disampaikan oleh kepala desa dan camat setempat. Dimana air di Sungai Sambas atau sekitar Pengeberangan Kubung-Penyulung tercemar tumpahan CPO.

"Tim langsung meluncur ke lokasi untuk melihat langsung dan menganalisa atas laporan tersebut," katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sambas, Ahmad Hafsak Setiawan.SP mengungkapkan, pihaknya juga akan secepatnya melakukan pemantauan terhadap kondisi tumpahan CPO sawit ini.

"Ya, kami dari Komisi II akan segera melakukan pemantauan terhadap kondisi genangan yang terjadi tersebut," ujarnya.

Legislator PPP ini menginginkan agar Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten sambas untuk segera bertindak, dan jika ada unsur kesengajaan maka harus diberikan sangsi yang tegas.

"Kita inginkan dinas terkait untuk segera bertindak, jika ada unsur kesengajaan maka harus diberikan sangsi yang tegas," ungkapnya.

Selain itu, dinas terkait juga segera melakukan uji kebersihan air karena ini menyangkut kehidupan orang ramai dimana warga menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

"Ini merupakan pencemaran lingkungan, kita khawatir ekosistem yang ada terganggu termasuk masyarakat terkait dengan kesehatannya, sehingga harus ada tindakan tegas terhadap perusahaan tersebut," pungkasnya. (sairi/rk)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 00:32

Satu Warga Tanam Pohon Ganja

SANGGAU – Satu batang pohon ganja hidup disita Satuan Reserse…

Kamis, 27 Februari 2020 00:29

Hujan Melulu, Beberapa Sungai di Landak Meluap

NGABANG – Curah hujan yang meningkat sepanjang minggu ini mengakibatkan…

Minggu, 09 Februari 2020 21:56

11 Tahun Penantian, Masjid Ini Akhirnya Diresmikan

SAMBAS-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meresmikan Masjid Besar At-Taqwa Pemangkat,…

Minggu, 09 Februari 2020 21:47

Atraksi Tatung, Hadirkan Tamu Ke Pemangkat

PEMANGKAT – Barisan peserta tatung, tak putus-putus. Bahkan barisan para…

Selasa, 04 Februari 2020 23:56

Suami Ngamuk, Istri dan Tetangga Ditimpas

PUTUSSIBAU- Peristiwa berdarah terjadi di barak pemukiman perkebunan sawit di…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:21

Bupati Landak Kesal, Acara Belum Selesai Pejabat Sudah Ribut

NGABANG – Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa meluapkan kekesalannya…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:17

Perusahaan Ini Dideadline 10 Hari untuk Bayar Pesangon

PONTIANAK–Alot, lelah dan sarat emosi mewarnai proses mediasi antara Serikat…

Kamis, 30 Januari 2020 22:43

Begini Akibatnya Kalau Main Korek dekat Bensin

SENGAH TEMILA – Yuliana Sumiati Perempuan (50), warga Dusun Keranji…

Kamis, 30 Januari 2020 22:41

Suami Istri Minum Racun Rumput, Ya Meninggal...!!

SINTANG – Warga Kecamatan Tempunak dihebohkan dengan meninggalnya pasangan suami-istri yang…

Kamis, 30 Januari 2020 13:33

Warga Sambas Susah Dapatkan Gas 3 Kg

Antrian warga memanjang untuk mendapatkan gas melon di sejumlah pangkalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers