UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 02 Desember 2019 12:01
Waspada Rabies, Pemilik Diminta Kandangkan Anjing Peliharaan
ilustrasi

PROKAL.CO, MEMPAWAH- Pemerintah Kabupaten Mempawah menyikapi serius kasus serangan anjing liar di Kota Mempawah dan sekitarnya. Pekan lalu, pemerintah daerah menerbitkan Surat Edaran tentang Penertiban Hewan Anjing. Pemilik hewan diberikan waktu tujuh hari untuk mengkandangkan peliharaannya.

Surat Edaran Nomor 524/7214/DPKPP-C2 tentang Penertiban Hewan Anjing itu diterbitkan tanggal 26 November lalu dan ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mempawah, Drs. H Ismail, MM. Surat itu ditujukan kepada seluruh lurah dan kepala desa di Kecamatan Mempawah Hilir, Mempawah Timur serta Sungai Kunyit.

“Surat ini merupakan tindaklanjut dari rapat koordinasi pada tanggal 25 November, serta menyikapi maraknya kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR), maka kami telah menetapkan beberapa kebijakan dan imbauan kepada seluruh masyarakat khususnya pemilik hewan peliharaan,” terang Ismail seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Ismail menyebut, pemerintah daerah akan melakukan langkah penertiban terhadap hewan anjing liar di lingkungan masyarakat. Penertiban itu dilakukan akibat maraknya kasus serangan anjing liar yang meresahkan masyarakat. Tindakan itu akan melibatkan sejumlah dinas dan instansi terkait.

“Namun, sebelum tindakan ini dilakukan, kami mengimbau kepada masyarakat pemilik anjing agar tidak melepasliarkan hewan anjing. Karena berpotensi mengganggu lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Karena itu, Ismail mengatakan, pemerintah daerah mengimbau agar pemilik anjing mengkandangkan hewan peliharaannya. Pemilik diberikan waktu tujuh hari sejak keputusan ini dibuat. Setelah itu, petugas akan melakukan kegiatan vaksinasi terhadap hewan peliharaan yang dikandangkan.

“Apabila selama masa penertiban ini masih ditemukan adanya anjing yang berkeliaran di lingkungan masyarakat, maka dianggap sebagai anjing liar dan akan dilakukan penindakan tegas yakni penertiban,” tegasnya.

Kebijakan lainnya, tambah Ismail, jika ada kasus gigitan anjing yang merupakan hewan peliharaan seseorang, maka pemiliknya harus bertanggungjawab penuh terhadap korban gigitan. Termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan terhadap korban hingga sembuh total.

“Untuk hewan yang melakukan serangan gigitan, hendaknya ditangkap dan diserahkan kepada dinas terkait. Kami akan melakukan observasi selama 14 hari dan jika disinyalir terinfeksi rabies maka akan kita musnahkan,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi memastikan pihaknya telah melakukan langkah koordinasi dalam penanganan kasus serangan anjing liar. Melalui koordinasi itulah didapat kebijakan strategis yang dilakukan pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan itu.

“Inti dari imbauan itu, kita minta pemilik anjing untuk mengkandangkan hewan peliharaannya. Dan apabila dalam waktu tujuh hari ini masih ditemukan adanya anjing liar di lingkungan masyarakat, maka akan kita tertibkan bahkan dimusnahkan oleh petugas,” sebutnya.

Biasanya, menurut Wabup, hewan peliharaan kecenderungannya mendapatkan perawatan khusus dari pemiliknya. Mulai dari pola makan, kesehatan dan lainnya diperhatikan dengan serius. Sebab, hewan peliharaan ini pasti harganya cukup mahal sehingga tidak dilepasliarkan.

“Setiap tindakan dan kebijakan yang kami buat harus berdasarkan prosedur dan mekanisme yang berlaku. Jadi, kami tidak bisa serta merta memenuhi keinginan masyarakat dengan membasmi atau membunuh hewan liar ini. Kita harus lewati tahapan-tahapan yang ada,” tukasnya. (shn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 25 Januari 2020 13:32

Bupati : Jadi Pejabat Jangan Klemak Klemek..!!

SANGGAU – Berubah, berubah dan berubah. Itu pesan Bupati Sanggau…

Sabtu, 25 Januari 2020 13:23

Imlek Hari Pertama, Sambas Sepi

SAMBAS – Di hari pertama Imlek 2571, Sabtu (25/1), sejumlah…

Jumat, 24 Januari 2020 14:27

Jangan Lupa..!! Ini Jadwal Tes CPNS Landak

NGABANG – Rangkaian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun…

Rabu, 22 Januari 2020 01:11

Remaja Belia Korban Birahi Paman Sendiri

KUBU RAYA – Seorang perempuan berusia 13 tahun menjadi korban rudapaksa…

Senin, 13 Januari 2020 12:25

Diperkosa di Kebun, Korban Lapor Polisi dan Masih Trauma

PUTUSSIBAU – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu mengamankan seorang pemuda…

Selasa, 31 Desember 2019 21:25

Apa Jadinya Calya Baku Hantam dengan Hilux

SANGGAU – Kasus kecelakaan lalulintas di Desa Semoncol, Kecamatan Batang…

Selasa, 31 Desember 2019 21:03

Di Kabupaten Ini, Angka Kejahatan Turun

NGABANG – Angka kejahatan di Kabupaten Landak mengalami penurunan drastis…

Minggu, 29 Desember 2019 12:12

MULIA BANGET..!! Warga Panen Ikan di Danau, Uangnya Disumbangkan untuk Gaji Guru Honorer

 PUTUSSIBAU. Potensi ikan air tawar di Kabupaten Kapuas Hulu masih…

Minggu, 29 Desember 2019 12:10

Pembangunan Jembatan Terlalu Rendah, Warga Mengeluh

PUNGGUR. Proyek jembatan di Parit Husin, Dusun Karya Bhakti, RT…

Kamis, 26 Desember 2019 13:10

Jual Sisik Trenggiling di Medsos, Ya Ditangkaplah...!!

PONTIANAK – Tim Gabungan Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum KLHK bersama BKSDA…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers