UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 01 Desember 2019 12:05
Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Kades dan Bendahara Jadi Tersangka
TERSANGKA. Hasan saat diwawancarai awak media di kantor Kejari Ketapang terkait kasus korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). M. Fauzi-RK

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto melalui Anggota Unit Tipikor Polres Ketapang, Aiptu Manurung, mengakui kasus dugaan korupsi tersebut diawali informasi dari masyarakat.

Dari hasil penyelidikan ditemukan adanya penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan tersangka dengan melakukan pembayaran pekerjaan tahun 2016 menggunakan anggaran tahun 2017. “Setelah diselidiki lebih lanjut ditemukan tiga obyek pembangunan fiktif, atau tidak dilaksanakan. Diantaranya jembatan, rehab jalan rambat beton serta rehab gedung serbaguna yang laporan mereka pencairan seratus persen pekerjaan itu selesai,” tuturnya.

Juga ada sejumlah uang yang tidak di-silpa-kan namun dipegang oleh Pj Kades dengan alasan untuk membeli bahan-bahan guna keperluan pembangunan. “Setelah di periksa oleh saksi ahli jumlah kerugian akibat perbuatan para tersangka mencapai Rp 689 juta,” tungkasnya.

M Hasan, mantan Pj Kades Desa Tanjung Pasar, mengaku sama sekali tidak berniat membiarkan tiga pembangunan yang dituduhkan sebagai fiktif. Sebab, pihaknya sudah membeli bahan-bahan untuk pembangunannya.

Itu dikatakan Hasan saat keduanya diserahkan dari Polres Ketapang ke Kejaksaan Negeri Ketapang, Kamis (28/11). “Seperti semen, batu, pasir keramik dan bahan-bahan lain sudah kita beli sekitar 60% dari nilai Rp105 juta,” ungkapnya.

Namun, lanjut Hasan, ketika akan dilaksanakan saat itu batas waktu sudah akhir. Dan akan dilanjutkan Januari sampai Maret. Namun keadaan alam tidak mendukung lantaran banjir. “Sehingga tidak bisa dilaksanakan. Tapi barang-barang yang kami belanjakan saat ini masih ada serta sisa uangnya yang tidak digunakan kami setorkan kembali ke kas desa,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 07 Oktober 2020 10:47

Satgas Pamtas TNI Amankan 5 Kg Sabu, Dua Kg Sempat Dibuang ke Semak-semak oleh Pelaku

SANGGAU – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI dari Batalyon…

Senin, 05 Oktober 2020 13:37

Pak Noh Tikam Burhan karena Janji Proyek Tak Kunjung Terealisasi

PONTIANAK – Seorang pengendara motor matik dengan nomor polisi KB 4625…

Senin, 05 Oktober 2020 13:27

Gubernur Kalbar Yakin, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Positif

PONTIANAK- Meski pandemi Covid-19 masih terjadi dan berdampak pada pelambatan…

Senin, 05 Oktober 2020 13:24

10 Persen Pasien Covid-19 di Kalbar Merupakan Pejabat

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan, para pejabat di lingkungan…

Senin, 05 Oktober 2020 13:19

Syukurlah, Di Masa Pandemi, Harga TBS Cenderung Naik

PONTIANAK – Sektor perkebunan kelapa sawit kian menjadi andalan di tengah…

Kamis, 01 Oktober 2020 11:30

Polisi Geledah Kantor Bina Marga PU Kalbar, Ada Apa?

PONTIANAK – Kantor Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan…

Rabu, 30 September 2020 14:24
Dikirim Via Jalur Tikus di Perbatasan

Penyelundupan 12 Kilogram Sabu Digagalkan

SANGGAU – Penyelundupan sabu-sabu melalui jalur perbatasan kembali terungkap. Tidak main-main,…

Rabu, 30 September 2020 14:22

Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan Umumkan Positif Covid-19

PONTIANAK- Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan mengumumkan dirinya…

Minggu, 27 September 2020 11:48

Dilanda Resesi Ekonomi, Apa yang Harus Dilakukan Kalbar...?

PONTIANAK – Pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi dunia bergejolak. Hampir seluruh…

Sabtu, 26 September 2020 12:47

Bermasalah di Malaysia, Lagi-Lagi 240 WNI Dideportasi Lewat Entikong

ENTIKONG – Sedikitnya 240 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermasalah di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers