UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 01 Desember 2019 12:05
Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Kades dan Bendahara Jadi Tersangka
TERSANGKA. Hasan saat diwawancarai awak media di kantor Kejari Ketapang terkait kasus korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). M. Fauzi-RK

PROKAL.CO, KETAPANG- Uang mulai mengalir ke desa, sialnya korupsi berkembang. Di Ketapang misalnya, Kejaksaan Negeri barusan menerima tahap dua alias penyerahan tersangka mantan Pj Kepala Desa (Kades) dan Bendahara Desa Tanjung Pasar, Kecamatan Muara Pawan.

Kajari Ketapang melalui Kasi Intel Agus Supriyanto mengakui, Kamis (28/11) telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polres Ketapang terkait kasus dugaan korupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. “Dua tersangka tersebut yakni M Hasan, mantan Pj Kades Desa Tanjung Pasar dan Bendahara Desa, Heri Yunanda,” terangnya, Kamis (28/11).

Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) itu diduga terjadi korupsi yang dilakukan keduanya sehingga merugikan negara Rp689 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menduga keduanya melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1).

“Keduanya melakukan penyalahgunaan kewenangan dengan tidak melaksanaan beberapa item pembangunan atau ada pembangunan fiktif. Membuat laporan palsu untuk mencairkan dana,” ungkapnya.

Kedua tersangka diamankan oleh JPU untuk mengikuti proses hukum lanjutan ke Lapas Pontianak, guna dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak. “Rencana hari ini kedua tersangka kita bawa ke Pontianak,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto melalui Anggota Unit Tipikor Polres Ketapang, Aiptu Manurung, mengakui kasus dugaan korupsi tersebut diawali informasi dari masyarakat.

Dari hasil penyelidikan ditemukan adanya penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan tersangka dengan melakukan pembayaran pekerjaan tahun 2016 menggunakan anggaran tahun 2017. “Setelah diselidiki lebih lanjut ditemukan tiga obyek pembangunan fiktif, atau tidak dilaksanakan. Diantaranya jembatan, rehab jalan rambat beton serta rehab gedung serbaguna yang laporan mereka pencairan seratus persen pekerjaan itu selesai,” tuturnya.

Juga ada sejumlah uang yang tidak di-silpa-kan namun dipegang oleh Pj Kades dengan alasan untuk membeli bahan-bahan guna keperluan pembangunan. “Setelah di periksa oleh saksi ahli jumlah kerugian akibat perbuatan para tersangka mencapai Rp 689 juta,” tungkasnya.

M Hasan, mantan Pj Kades Desa Tanjung Pasar, mengaku sama sekali tidak berniat membiarkan tiga pembangunan yang dituduhkan sebagai fiktif. Sebab, pihaknya sudah membeli bahan-bahan untuk pembangunannya.

Itu dikatakan Hasan saat keduanya diserahkan dari Polres Ketapang ke Kejaksaan Negeri Ketapang, Kamis (28/11). “Seperti semen, batu, pasir keramik dan bahan-bahan lain sudah kita beli sekitar 60% dari nilai Rp105 juta,” ungkapnya.

Namun, lanjut Hasan, ketika akan dilaksanakan saat itu batas waktu sudah akhir. Dan akan dilanjutkan Januari sampai Maret. Namun keadaan alam tidak mendukung lantaran banjir. “Sehingga tidak bisa dilaksanakan. Tapi barang-barang yang kami belanjakan saat ini masih ada serta sisa uangnya yang tidak digunakan kami setorkan kembali ke kas desa,” jelasnya.

Mengenai dana pekerjaan tahun 2016 yang dilakukan oleh mantan Kades sebelumnya, yang kemudian dibayarkan pihaknya pada tahun 2017, diakuinya 2016 pembangunan tersebut memang ada. Namun tidak terbayarkan semua karena saat dana itu hanya keluar satu tahap.

“Alasan kenapa saya juga tidak tahu. Yang pasti saya tidak ada niat mau makan uang desa. Karena kesalahan administrasi dan kesalahan bayar yang disangkakan ke saya, dari kerugian negara saya tidak ada makannya sama sekali,” tegas Hasan. (Muhammad Fauzi/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 12:49

Banyak Hotel Sudah Merumahkan Karyawannya

PONTIANAK – Wabah Covid-19 telah mematikan banyak usaha di Kalimantan Barat.…

Jumat, 03 April 2020 12:47
Kompol Fahrul Sudiana, Kapolsek Nekat Langgar Maklumat Kapolri

Langsung Kena Mutasi setelah Resepsi Pernikahan

Resepsi pernikahan selebgram Rica Andriani dan Kompol Fahrul Sudiana menjadi…

Jumat, 03 April 2020 12:45

Presiden Larang Penutupan Jalan

JAKARTA– Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri)…

Jumat, 03 April 2020 12:42

Negaranya Lockdown, Mahasiswa Malaysia Tetap Pilih Pulang

PONTIANAK – Nurhaziqah Ain bt Mohd Ismail dan Nur Ainna Arisyah…

Rabu, 01 April 2020 14:10

Jalan Gajah Mada Pontianak Mulai Besok Ditutup, Ini Alasannya

PONTIANAK- Pemerintah Kota Pontianak menutup sementara akses Jalan Gajah Mada…

Senin, 30 Maret 2020 15:19

Nestapanya, Gara-Gara Ini Pusat Bisnis di Pontianak Mati Suri

PONTIANAK – Suasana pusat-pusat bisnis di Pontianak seperti mati suri dalam…

Senin, 30 Maret 2020 09:59

Di Kalbar, 9 Orang Positif Covid-19, Dua Meninggal Dunia

PONTIANAK- Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengumumkan lima…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:58

Gubernur Minta Sembahyang Kubur dan Ritual Keagamaan di Tempat Terbuka Ditunda Dulu

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji telah menyurati bupati dan wali…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:49

TEGAS..!! Gubernur Pulangkan TKA China dari Kalbar

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan (Kalbar) Barat Sutarmidji memastikan seorang Tenaga Kerja Asing…

Minggu, 22 Maret 2020 13:00

DUH..!! 14 Orang di Kapuas Hulu Berstatus ODP Covid-19

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers