UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Minggu, 01 Desember 2019 11:51
Selesaikan Sengketa Lahan dengan Kearifan Lokal
ADAT ISTIADAT. Masyarakat di Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar, mengikuti penyelesaian sengketa dengan adat istiadat, belum lama ini. Humas Pemkab for RK

PROKAL.CO, NGABANG- Sengketa tanah yang terjadi dalam masyarakat Desa Sekendal Kecamatan Air Besar diselesaikan melalui adat istiadat. Kearifan lokal. Langkah yang ditempuh warga di sana, menggunakan hukum adat tertinggi pada Binua Dait Ulu. Yang berlaku turun temurun.

“Kami sangat mengapresiasi penyelesaian sengketa yang telah dilakukan oleh warga Desa Sekendal, cara yang demikian ini harus tetap dipertahankan,” tutur Bupati Karolin Margret Natasa seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Sebab, menurutnya, setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat, sebelum diputuskan menuju tingkat yang lebih tinggi atau hukum formil, sebaiknya diputuskan secara baik-baik. “Menggunakan kearifan lokal, yakni hukum adat yang berlaku di daerah setempat,” ujarnya.

Dia mengajak masyarakat Kabupaten Landak tetap menjaga adat dan budaya yang dimiliki. Mengingat Kabupaten Landak pada tahun 2019 ini sudah menjadi percontohan dalam mengelola desa berbasis adat.

"Tentunya semua ini akan terus berlanjut jika peran serta masyarakat mampu menjaganya, karena masyarakat lebih tahu adatnya masing-masing,” papar Karolin.

Tegas dia, “Dan hal ini harus kita pertahankan mengingat setiap permasalahan yang terjadi, selain dapat diselesaikan secara hukum pidana, ternyata dapat diselesaikan secara hukum adat”.

Camat Air Besar, Heri Sarkinom, menyampaikan bahwa sengketa lahan yang terjadi di Desa Sekendal sudah lama terjadi, tetapi baru dapat diselesaikan belum lama ini. “Penyelesaian dengan cara adat ini merupakan bentuk dari sikap masyarakat setempat yang masih menjunjung tinggi adat setempat karena mereka menyadari bahwa setiap permasalahan dapat diselesaikan secara baik-baik,” paparnya.

Kepala Desa Sekendal, Markus Pasaribu, berterima kasih kepada masyarakat yang telah menggunakan hukum adat dalam setiap penyelesaian permasalahan. Ia meminta keputusan diterima dan dihormati.

“Tentunya kita berharap supaya tidak terulang atau terjadi hal serupa di kemudian hari,” pesan Markus. (ius)

loading...

BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 15:16

Subuh Buta Air Naik, Warga Diminta Waspada Bencana

SANGGAU – Bencana banjir kembali terjadi di Meliau belum lama ini.…

Sabtu, 25 Januari 2020 13:32

Bupati : Jadi Pejabat Jangan Klemak Klemek..!!

SANGGAU – Berubah, berubah dan berubah. Itu pesan Bupati Sanggau…

Sabtu, 25 Januari 2020 13:23

Imlek Hari Pertama, Sambas Sepi

SAMBAS – Di hari pertama Imlek 2571, Sabtu (25/1), sejumlah…

Jumat, 24 Januari 2020 14:27

Jangan Lupa..!! Ini Jadwal Tes CPNS Landak

NGABANG – Rangkaian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun…

Rabu, 22 Januari 2020 01:11

Remaja Belia Korban Birahi Paman Sendiri

KUBU RAYA – Seorang perempuan berusia 13 tahun menjadi korban rudapaksa…

Senin, 13 Januari 2020 12:25

Diperkosa di Kebun, Korban Lapor Polisi dan Masih Trauma

PUTUSSIBAU – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu mengamankan seorang pemuda…

Selasa, 31 Desember 2019 21:25

Apa Jadinya Calya Baku Hantam dengan Hilux

SANGGAU – Kasus kecelakaan lalulintas di Desa Semoncol, Kecamatan Batang…

Selasa, 31 Desember 2019 21:03

Di Kabupaten Ini, Angka Kejahatan Turun

NGABANG – Angka kejahatan di Kabupaten Landak mengalami penurunan drastis…

Minggu, 29 Desember 2019 12:12

MULIA BANGET..!! Warga Panen Ikan di Danau, Uangnya Disumbangkan untuk Gaji Guru Honorer

 PUTUSSIBAU. Potensi ikan air tawar di Kabupaten Kapuas Hulu masih…

Minggu, 29 Desember 2019 12:10

Pembangunan Jembatan Terlalu Rendah, Warga Mengeluh

PUNGGUR. Proyek jembatan di Parit Husin, Dusun Karya Bhakti, RT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers