UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 27 November 2019 11:35
Desa Bukit Segoler Banjir, 52 Kepala Keluarga Mengungsi
BANJIR. Kondisi Desa Bukit Segoler, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas yang dilanda banjir, Selasa (25/11). Akibatnya sebanyak 52 Kepala keluarga mengungsi. POLISI For RK

PROKAL.CO, SAMBAS- Intensitas curah hujan yang tinggi di Kabupaten Sambas menyebabkan Desa Bukit Segoler, Kecamatan Tebas, mengalami banjir yang cukup parah. Akibatnya, 52 Kepala Keluarga di desa tersebut terpaksa harus mengungsi. "Saat ini baru satu desa yang dilaporkan mengalami banjir yakni di Desa Bukit Segoler, Kecamatan Tebas. Akibatnya sebanyak 52 Kepala Keluarga diungsikan," kata Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahids Putra, Selasa (25/11), seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Dalam menyikapi hal ini, pihak desa dan kecamatan bersama Forkopimcam Tebas sudah melakukan pemantauan untuk melihat kondisi banjir tersebut.

"Pihak desa Juga telah menyiapkan anggaran untuk tanggap darurat dan menyiapkan obat-obatan dan sebagainya, pihak kecamatan dan Forkopimcam juga telah melakukan pendataan masyarakat yang terkena dampak banjir ini," kata Permadi. Ketinggian air akibat banjir tersebut mencapai 52 sentimeter. Banjir diduga disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

"Mudah-mudahan ketinggian banjir ini akan turun secepatnya mengikat intensitas curah hujan yang mengalami penurunan dari beberapa hari lalu," tuturnya.

Masyarakat Kabupaten Sambas terutama yang bermukim di sekitar sungai pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. "Ya, untuk masyarakat saya mengimbau untuk selalu bersiap-siap dan mempersiapkan barang-barang untuk keselamatan seperti pelampung, kemudian barang-barang berharga untuk disimpan di tempat yang tinggi," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas Yudi mengatakan, pihaknya sudah memantau kondisi banjir yang terjadi Desa Bukit Segoler. "Pihak camat dan Forkopimcam serta BPBD kemarin sudah mendatangi lokasi banjir, direncanakan hari ini tim pelayanan kesehatan dari Dinkes Kabupaten Sambas akan memberikan pelayanan kesehatan di sana," jelasnya.

Disampaikan Yudi, pihak pemerintah desa juga akan memberikan sembako hari ini di lokasi banjir. "PJ Kades hari ini juga akan memberikan bantuan sembako kepada warganya menggunakan dana desa," tuturnya.

Dinas Sosial dan pemerintah desa juga sedang melaksanakan pendataan terkait jumlah korban banjir di desa tersebut. "Dinas Sosial sedang melakukan pengumpulan data jumlah penduduk yang terdampak banjir yang selanjutnya akan menyalurkan bantuan logistik," tuturnya.

Di Kabupaten Sambas, saat ini belum ada laporan banjir yang terjadi selain di Desa Bukit Segoler. "Daerah lain masih belum ada laporan namun kami meminta kepada masyarakat agar berhati-hati karena intensitas hujan akhir-akhir ini cukup tinggi," ujarnya.

Semantara wilayah yang dinilai rawan banjir telah dipetakan dan dibagi menjadi tiga kategori, yakni daerah dengan potensi rawan banjir tinggi, sedang dan rendah.

"Setidaknya ada 36 desa yang kita validasi rawan banjir di Kabupaten Sambas, pemetaan banjir sudah dilakukan sesuai dengan data potensi banjir," tuturnya. Yudi memaparkan dari 36 desa yang dipetakan oleh BPBD sebagai daerah rawan banjir. Terdapat 13 desa dengan rawan tinggi, 20 dengan rawan sedang, dan 3 dengan potensi rawan rendah.

Desa yang masuk rawan tinggi adalah Desa Santaban, Sungai Bening, Beringin, Sungai Nilam, KP Keramat, Sayang Sedayu, Semanga, Sepantai, Lubuk Dagang, Gapura, Gayung Bersambut, Sebangun dan Tempapan Hulu.

Kemudian yang berpotensi sedang beberapa diantaranya adalah Desa Samustida, Senujuh, Saing Rambi, Lumbang, Sungai Rambah, Pangkalan Bemban, Parit Kongsi, Tempatan, Teluk Pandan, Sagu, Sijang, Sungai Palah, Tebas Sungai, Serindang, Batu Makjage, Pangkalan Kongsi, Sabung, Balai Gemuruh, Nibung dan Buduk Sempadang.

Sementara daerah rawan rendah adalah Desa Sebawi, Rantau Panjang dan Sungai Toman. (Sai)


BACA JUGA

Jumat, 28 Februari 2020 15:01

Kisah Yoga dan Kuas Lukisnya, Set Alat Lukis Hilang Hingga Harus Menumpang di Truk

Petualangan itu dimulai dari sebuah ide kecilnya, berbagi. Yoga Ilhamsyah,…

Jumat, 28 Februari 2020 14:59

Kisah Yoga dan Kuas Lukisnya, Keliling Indonesia untuk Mengajar di Pedalaman

Petualangan itu dimulai dari sebuah ide kecilnya: berbagi. Yoga Ilhamsyah,…

Jumat, 28 Februari 2020 14:56

Ekspor di PLBN Aruk Kian Menggeliat, Kalau Ditambah Hasil Industri Pengolahan Makin Top..!!

PONTIANAK – Ekspor barang via Pos Lintas Batas Negara (PLBN)…

Kamis, 27 Februari 2020 00:25

Kapolda Kalbar Beri Perhatian Serius Ke Penggelola Grup Medsos

PONTIANAK—Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto memberikan…

Kamis, 27 Februari 2020 00:24

Pilkada Serentak di Depan Mata, Polda Kalbar Petakan Potensi Masalah

PONTIANAK—Tahapan Pilkada serentak tahun 2020 sudah berjalan. Sebanyak tujuh Kabupaten…

Senin, 24 Februari 2020 10:51

Survei: Dari Unsur Kepala Daerah, Anies Capres Terkuat di 2024

Lembaga survei Indo Barometer menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan…

Senin, 24 Februari 2020 10:47

Jangan Kriminalisasikan dan Tangkap Peladang Tradisional

PONTIANAK – Kasus kriminalisasi yang dialami peladang terus mendapat perhatian…

Senin, 24 Februari 2020 10:44

750 Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar Diamankan Lantamal

PONTIANAK- Lantamal XII Pontianak melalui Posal Lanal Ketapang berhasil menggagalkan…

Rabu, 12 Februari 2020 12:51

Ke Singkawang dan Sambas, Gubernur Hadiri Cap Go Meh sampai ke PLBN Aruk

GUBERNUR Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melaksanakan rapat kerja (raker) di Kota…

Rabu, 12 Februari 2020 12:48

Tunggu Air Surut, Keruk Lumpur Siang Malam

PONTIANAK—Eskavator difungsikan untuk mengeruk sendimen yang berada di Parit Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers