UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Jumat, 22 November 2019 13:24
Sidang Karhutla Tetap Lanjut, Pengacara Tambah Enam,

PROKAL.CO, SINTANG - Di tengah riuh rendah unjukrasa, sidang lanjutan perkara enam terdakwa pelaku Karhutla di Pengadilan Negeri (PN) Sintang tetap berjalan. Suasana panas di luar ruang sidang, berbeda dengan proses persidangan, Kamis (21/11).

Diberitakan Rakyat Kalbar, tim Penasehat Hukum enam terdakwa, Glorio Sanen, sepertinya tak cukup mengedepankan timnya, yang hanya dua pengacara. Pada sidang kedua ia menambahnya menjadi enam advokat.

“Kami menambahkan penasehat hukum, sidang pertama hanya berdua. Kemudian hari ini kami menambahkan enam advokat. Dan di sidang berikutnya akan banyak sekali advokat yang berencana akan ikut bergabung,” ujarnya.

PN Sintang tidak menahan enam terdakwa. Sanen mengatakan itu kewenangan Pengadilan dan dia sangat menghormati putusan itu. “Tentunya ini juga didasari dengan kondisi sosiologis yang ada di Kabupaten Sintang saat ini,” katanya.

Sebenarnya, materi pemeriksaan saksi diajukan empat dakwaan. Tapi hanya dapat memeriksa satu saksi dan satu dakwaan.

“Kami menyatakan, baik majelis maupun penuntut umum sepakat bersama-sama untuk melanjutkan agenda persidangan di pekan depan,” terangnya.

Sanen pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh peladang dan jaringan lainnya yang peduli terhadap enam terdakwa kliennya. Ia menyatakan, Indonesia negara demokrasi, silakan menyampaikan pendapat, tapi tentunya tidak melanggar hukum dalam konteks menyampaikan pendapat.

“Kami penasehat hukum akan berkerja keras untuk membela nasib peladang ini. Sebetulnya ini bukan hanya nasib enam terdakwa yang kami dampingi, tapi ini nasib seluruh peladang. Karena di Kalimantan Barat ini mayoritas peladang,” ungkapnya.

Ketua PN Sintang, Yogi Dulhadi, mengungkapkan bahwa untuk mengambil keputusan dalam kasus ini memerlukan kecermatan. "Untuk mengambil keputusan, tentunya kami akan bermusyawarah terlebih dahulu. Sehingga, keputusan yang kami ambil sesuai dengan produk hukum," ujarnya.

Yogi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah kooperatif dalam menyampaikan aspirasinya, begitu juga dengan keenam terdakwa. “Mereka sangat kooperatif saat pemeriksaan dan saat menjalani masa persidangan. Hal serupa juga dilakukan oleh warga yang menyampaikan aspirasi, sehingga situasi kondusif, berjalan aman dan lancar," terangnya.

Ia menjelaskan PN Sintang tidak melakukan penahanan terhadap enam terdakwa yang merupakan peladang yang terkena kasus Karhutla. "Sidang selanjutnya nanti akan kita diskusikan. Nanti masyarakat bisa melihat di aplikasi kami SIPP atau di website kami kapan persidangan kembali dijadwalkan," pungkas Yogi.

Sementara itu, Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny mengatakan, bahwa hampir seluruh anggota DPRD Sintang ikut turun bersama masyarakat yang terdiri dari belasan organisasi yang tergabung dalam ASAP. “Kami semua menyatakan sikap dengan tegas peladang bukan pejahat. Maka dari itu, pernyataan ini jelas untuk menyimpulkan dari kasus yang sedang diproses,” ujarnya.

Ronny dan semua masyarakat Kabupaten Sintang mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh rekan-rekan dan elemen masyarakat yang melakukan aksi damai. “Aksi ini berlangsung dengan aman dan damai. Itu artinya menunjukan bahwa peladang bukanlah penjahat,” ulangnya. 

Ia pun meminta kepada aparat terkait agar enam peladang ini dapat pertimbangan dengan rasa keadilan. “Kami mohon pertimbangannya, agar enam peladang ini bisa bebas demi hukum. Dan kami juga berharap semua pimpinan daerah, baik tingkat kabupaten, provinsi dan pusat dapat memberikan solusi ke depan,” pintanya.

Solusinya, lanjut ia, bisa berupa bantuan program untuk peladang. Karena di Sintang, umumnya Kalbar ini memiliki lahan gambut cukup luas.

“Situasinya beda dengan Pulau Jawa. Kalau kita di sini tidak memiliki gunung merapi, sehingga kadar asam tanah itu tinggi. Kenapa masyarakat membakar lahan. Supaya zat asam di permukaan tanah itu bisa hilang, sehingga bisa ditanami padi,” papar Ronny.

Lebih dari itu, kemampuan masyarakat sangatlah terbatas dan perlu bantuan alat pertanian yang memadai. Bahkan Ronny menyebut angka Rp1-2 triliun dari pemerintah pusat khusus untuk peladang. “Dengan begitu, sehingga lahan gambut bisa dikelola. Karena ada bantuan program itu, seperti pupuk dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi mengatakan, bahwa dalam aksi ini 400 personel yang diturunkan terdiri dari 200 TNI dan 200 Polri.

“Kita berterimakasih kepada massa yang berunjuk rasa, semua berjalan kondusif,  aman dan damai. Tanpa ada sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi,” pungkasnya. (Saiful Fuat/rk)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers