UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 22 November 2019 11:34
Tuntut Bebas Murni, 6 Peladang Dijemput Pulang

Unjukrasa Damai Iringi Sidang Karhutla di PN Sintang

UNJUKRASA. Suasana unjukrasa depan PN Sintang saat sidang kedua enam peladang yang didakwa terlibat Karhutla, Kamis (21/11). Saiful Fuat-RK

PROKAL.CO, SINTANG- Matahari belum terlalu naik, tapi cuaca kota Sintang sudah panas. Terutama di Gedung Pengadilan, di Jalan Letjen S. Parman. Seribuan massa, ada yang mengenakan busana adat Dayak, menutup jalan depan PN Sintang saat sidang kedua enam peladang yang didakwa terlibat Karhutla, Kamis (21/11).

Pergerakan yang didominasi Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang dan Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) itu menuntut agar enam terdakwa dibebaskan murni. Ketua DAD Sintang, Jeffray Edward, Sekjen MADN Kalbar Yakobus Kumis, dan Koordinator ASAP Andreas terjun langsung ke lapangan.

Massa mulai bergerak pukul 09:30 WIB dari titik Balai Kenyalang dan Galeri Seni Sintang. Dikawal ketat 400 personil polisi dan TNI. Mereka berkumpul di gedung Pengadilan, yang juga dihadiri hampir semua anggota DPRD Sintang yang ikut mendampingi aksi itu.

Yang mengenakan busana adat dinamai Pasukan Merah. Sebelum orasi, massa menggelar ritual adat di depan pintu masuk gedung Pengadilan. Kemudian melakukan atraksi, ada yang berdiri tegak di pagar pembatas kantor. Massa meminta masuk ke halaman PN Sintang, namun tak diizinkan oleh aparat yang mengawal jalannya aksi ini.

“Kami minta dihargai, kami menuntut keadilan. Bebaskan mereka!” seru salah seorang koordinator aksi menyampaikan orasinya. Teriakan serempak disambut massa, “Bebaskan! Bebaskan! Bebaskan!”

Koordinator lain dalam orasinya mengulangi desakan aksi sebelumnya, agar Pengadilan membebaskan terdakwa yang kerjanya berladang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Mereka itu orangtua kita. Tidak pernah mereka terpikir untuk memiliki mobil, apartemen dan mempunya istri simpanan. Sejak mereka ditangkap, anak-anak mereka pun berhenti sekolah. Kami minta mereka harus dibebaskan,” serunya.

Lebih dua jam menggelar unjukrasa, akhirnya massa membubarkan diri setelah enam terdakwa dijemput pulang. Seusai proses persidangan sekitar pukul 11:30 WIB. Keenamnya keluar dari Gedung PN Sintang didampingi Sekjen MADN Yakobus Kumis, Ketua DAD Sintang Jeffray Edward, dan Ketua PN Sintang Yogi Dulhadi.

Keluar dari gedung PN Sintang, Yakobus Kumis menyempatkan diri berorasi. Ia mengatakan enam terdakwa itu akan dibawa pulang usai menjalani proses persidangan.

“Kami sekarang sudah bersama orangtua kita yang hadir di sini untuk menjalani proses hukum. Setelah ini mereka kita bawa pulang,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa hanya satu tujuan pada aksi ini. “Tujuan kita hanya satu, bebas murni. Karena itu terimakasih untuk semuanya yang sudah ikut berjuang pada hari ini. Kami hadir di sini karena dorongan hati nurani,” ujarnya.

Kehadiran massa, dikatakannya, sebagai panggilan jiwa, karena mereka disentuh oleh roh-roh nenek moyang yang sudah memberikan kehidupan dengan berladang. Maka mereka tidak mau para peladang dikriminalisasi.

Yakobus pun menyebutkan, jika peladang dinyatakan bersalah maka seluruh komponen akan bangkit untuk menuntut keadilan. “Kami tidak pernah mengusik orang lain. Berladang adalah siklus kehidupan adat istiadat. Maka dari itu, kalau kami diadili kami tidak tinggal diam,” terangnya.

Dari gedung Pengadilan, enam peladang dibawa ke Gedung Kenyalang untuk menyampaikan sepatah dua kata di hadapan massa yang hadir. “Meski belum diketuk bebas murni, kita mau merayakan kebebasan mereka. Enam orang yang sekarang berada dengan kita ini sebentar lagi mereka akan keluar,” ujarnya.

Ketua DAD Sintang Jeffray Edward mengatakan massa menuntut agar enam terdakwa dibebaskan dari jerat hukumnya. “Kita sampaikan ke aparat, bahwa ada seribu massa yang akan ikut. Tapi yang datang ini kemungkin lebih. Ini bentuk kepedulaian terhadap peladang yang jadi terdakwa akibat Karhutla,” ujarnya.

Jeffray mengatakan aksi itu murni pergerakan DAD sebagai bentuk kepedulian terhadap peladang. Tidak ada ditunggangi oleh politik manapun.

“Ini murni sebagai bentuk kepedulian kita. Mereka itu hanya mencari nafkah sehari-hari. Maka dari itu saya tegaskan, peladang bukan penjahat,” ujarnya.

Jeffray bangga bahwa aksi berjalan aman dan damai sesuai harapan. “Kita berterimakasih kepada massa yang sudah datang. Mereka tidak melanggar aturan, semua berjalan kondusif,” tegasnya.

Senada, Korlap ASAP Andreas mengatakan aksi ini murni membela dan memperjuangan para peladang. Jangan sampai aksi ini dipelintirkan.

“Aksi ini tergabung dari MADN, DAD Sintang, Putusibau, Melawi, Landak, Sekadau, Ormas di Sintang serta mahasiswa yang berada di bawah naungan ASAP,” ujarnya.

Andreas mengatakan agar enam peladang yang diproses hukum segera bebas murni. Ia percaya hukum pasti punya hati nurani.

“Hari ini kita semua ingin negara melihat, bahwa peladang bukanlah penjahat, peladang bukan teroris. Peladang punya hak yang sama untuk hidup,” katanya.

Ia menepis anggapan kalau aksi massa dinilai sebagai sikap kesukuan. “Satu hal yang teman-teman media harus sampaikan, ini bukan bicara masalah suku. Tapi orang Dayak tidak bisa begawai Dayak kalau tidak berladang,” ujarnya.

Sebab, Gawai Dayak adalah pesta tahunan hasil dari panen ladang atau bentuk syukuran. Jika tidak berladang, maka ritual tersebut bisa jadi juga tidak dilaksanakan.

“Ini tentu sangat merugikan hak-hak peladang dan budaya kami. Maka dari itu, negara tidak boleh mengebiri dengan peraturan-peraturan, bahwa peladang kami yang mengakibatkan Karhutla,” jelasnya.

Berladang, lanjutnya, merupakan kearifan lokal masyarakat kabupaten Sintang. Berladang sudah turun temurun dari leluhur. “Berladang merupakan budaya kami, jangan menganggap peladang yang membakar hutan itu adalah kasus hukum,” tegas Andreas. (Saiful Fuat/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers