UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 21 November 2019 14:03
Penambang Emas Diringkus Polres Ketapang

Dari Tasik, Cilacap, Bandung, Garut, Bawa 8 Ton Batuan Emas

BB. Barang bukti aktivitas penambangan emas ilegal yang ditangkap di Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, diamankan di Mapolres Ketapang, pada Jumat (8/11). Polisi for RK

PROKAL.CO, KETAPANG- Adakah pertambangan emas rakyat yang legal di Kalbar? Tak ada Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang resmi dikuasai warga lokal setempat. Yang ada Kuasa Pertambangan (KP) dengan kuota atau areal luas.

Nah, yang umumnya di Kalbar menambang pasir emas, kali ini warga dari Jawa Barat yaitu, Tasikmalaya, Cilacap, Bandung dan Garut, menambang batuan mengandung emas di Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang.

Maka, 18 orang diantaranya warga lokal yang menggali emas di Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, ditangkap Satreskrim Polres Ketapang, Jumat (8/11).

Mereka itu, rakyat yang tak memiliki badan hukum sudah punya cap alias label negatif yakni Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang tersebar di sejumlah Kabupaten di Kalbar. Kali ini giliran Ketapang digaruk operasi. "Penangkapan ini merupakan Operasi PETI Kapuas 2019 oleh Satreskrim Polres Ketapang,  dibantu Polsek Sandai serta Sabhara," kata Kapolres Ketapang AKBP R Siswo Handoyo, Senin (18/11).

Polisi menangkap 18 penambang itu karena melakukan penambangan emas illegal di Dusun Saiyam, Desa Riam Dadap, Kecamatan Hulu Sungai. Tujuh lokasi tambang emas rakyat yang digerebek di situ.

Polisi juga menangkap sejumlah warga yang kedapatan membawa hasil tambang berupa batu yang mengandung emas. "Yang membawa batu yang mengandung emas ditangkap di jalan perkebunan sawit PT. AJB, Desa Pendamar Indah, Kecamatan Sandai," kata Siswo.

Di lokasi pertama polisi menangkap empat orang yaitu, Y, K, S dan HN. Di lokasi kedua, EH dan J. Di lokasi ketiga, YB, S, S dan S. Di lokasi keempat P, TS, N, ED dan N. Dan di lokasi kelima, keenam dan ketujuh polisi menangkap, I, S dan Y.

Dari 18 orang yang ditangkap ada beberapa warga lokal setempat. Lainnya berasal dari luar Ketapang seperti Kayong Utara, Mempawah dan Singkawang. Bahkan beberapa diantaranya berasal dari Jawa Barat yaitu, Tasikmalaya, Cilacap, Bandung dan Garut.

"Mereka ada yang kita tangkap saat menambang dan ada yang ditangkap saat membawa hasil tambang," jelas Siswo, yang masih menyembunyikan identitas cukong alias pemodal atau penampungnya.

Apakah cukong atau penampung emas warga Kalbar atau Jawa Barat, masih misteri. Tapi polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya ratusan karung yang berisi batu mengandung emas total seberat sekitar 8 ton, mesin pompa air buatan RRC merk Robin dan empat unit mobil bak terbuka.

Semua penambang dan barang bukti telah dibawa ke Mapolres Ketapang untuk menjalani proses hukum. "Ke-18 orang ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dilimpahkan ke kejaksaan," katanya.

Siswo menambahkan, para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) yang menyatakan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK, akan dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Ancaman pidana tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.  (mfauzi/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers