UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Kamis, 04 Februari 2016 15:33
Hayooo..Hati-Hati Para Penunggak Pajak, Nasibnya Bisa Seperti Pria Ini..
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pengadilan Negeri Pontianak menggelar sidang perdana tindak pidana di bidang perpajakan dengan terdakwa Yulianto (36), Rabu (3/2). Agenda sidang membacakan surat dakwaan oleh JPU. Yulianto yang berusaha di bidang perdagangan komputer dan aksesoris pendukungnya dianggap melanggar pasal 39 ayat I huruf c UU 6/1983 sebagaimana telah diubah dengan UU 16/2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Menurut Jaksa Penuntut Umum Gandi Wijaya, sebagai wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Pontianak, Yulianto dengan sengaja tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPt) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak orang pribadi dan Surat Pemberitahuan (SPt) Masa Pajak Tambahan Nilai (PPN) selama satu tahun, yaitu dari Januari sampai Desember 2010 sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp 4.205.992.902.

JPU juga membeberkan bagaimana Yulianto menjalankan aktivitas bisnisnya. Menurut JPU, untuk menjalankan aktivitas usahanya, terdakwa dibantu oleh pemodal dan pihak lain untuk menghubungkan dan melakukan pemesanan barang kepada vendor.

Dari hasil penjualan barang barang dibayar oleh pembeli secara tunai kepada terdakwa, kemudian oleh terdakwa dimasukan ke dalam rekening pribadi di Bank Kalbar. Ada pula pembeli langsung mentransfer ke rekening tersebut dengan jumlah transaksi penyetoran atau transfer selama tahun 2010 sebesar Rp 600.200.344.

Selain ditransfer ke rekening pribadi, terdakwa juga memerintahkan untuk mentransfer ke rekening pemodal atas nama Karjanto Tjugito pada berbagai rekening.

JPU juga membeberkan bahwa total pembelian barang oleh terdakwa sebesar Rp 38.094.080.600. Kemudian oleh terdakwa menjualnya dengan keuntungan antara 2 sampai 5 persen dari harga pembelian.

Namun terdakwa dengan sengaja tidak menyimpan dokumen penjualan dengan maksud tidak melaporkan atau menghindari pembayaran pajaknya, baik pajak penghasilan (PPh) maupun Pajak Penambahan Nilai (PPN).

Menurut JPU, dengan ketentuan harga penjualan sebesar keuntungan bersih sebesar 3 persen dari harga pembelian selama tahun 2010. Maka perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp 4.205.992.902, terdiri dari PPh sebesar Rp 282.302.600 dan PPN sebesar Rp 3.923.690.302.  

Usai pembacaan surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum, Yulianto melalui kuasa hukumnya, Cecep Priyatna dan Budi Hari Janto langsung melakukan eksepsi. Usai persidangan, Cecep Priyatna menjelaskan bahwa, kliennya tersebut didakwa dengan UU No 6 Tahun 1983 pasal 39 ayat 1 huruf c tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Namun kata Cecep, pasal tersebut tidak sesuai dengan dakwaan.

"Dakwaan tersebut harusnya huruf b, bukan di huruf c. Perkara ini, tidak mempunyai suatu logika. Karena dakwaan JPU menghilangkan nilai jumlah PPN yang sudah dibayarkan dari hasil pembelian barang," ujarnya.

Jadi, kata Cecep, yang dirugikan bukanlah negara, melainkan wajib pajak itu sendiri. Apalagi, pihak Kanwil DJP Kalbar tidak memperhitungkan pajak masuk dan pajak keluar dari hasil pembelian. Karena, vendor-lah yang seharusnya menyetorkan PPN tersebut ke negara. "Oleh Kanwil Pajak, itu dihapus dan dihilangkan. Pajak itu, tidak bisa dikenakan dua kali terhadap wajib pajak," paparnya.

Mengenai kerugian sebesar Rp4.025.992.902 itu ketetapan pajak dan bukan kerugian. Akan tetapi, kata Cecep, nilai ketetapan pajak wajib pajaklah yang dinilai oleh Kanwil DJP yang semestinya dibayarkan oleh Yulianto.

Usai menerima permohonan yang diajukan oleh penasehat tersangka, majelis hakim akhirnya memutuskan untuk melanjutkan sidang kasus pengelapan pajak, Rabu depan tanggal 10 Februari 2016. (arf/pro)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 11:02

Lift Kerja Jatuh dari Lantai Enam, Buruh Bangunan Tewas

<p><strong>PONTIANAK</strong> &ndash; Sanuar, seorang buruh bangunan di Pontianak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers