UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Rabu, 20 November 2019 13:24
Gidot Ngaku Uang Suap untuk Urus Kasus di Polda Kalbar, Ini Tanggapan Polda

Tanggapi JPU KPK, Pengakuan Sepihak Terdakwa Gidot

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go

PROKAL.CO, PONTIANAK- Polda Kalbar terusik dengan pernyataan tersangka Suryadman Gidot (SG), yang dikemukakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Feby D, pada sidang perdana kasus suap empat tersangka, Senin (18/11) di Pengadilan Tipikor Pontianak. Seperti diberitakan sebelumnya, JPU KPK Feby D menyebutkan, bahwa uang suap yang diterima SG untuk mengurus kasus yang tengah ditangani Polda Kalbar.

Selasa (19/11), Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan bahwa Polda Kalbar tidak ingin mencampuri urusan KPK maupun persidangan Tipikor yang menyangkut SG. “Terkait pernyataan Pak Gidot yang disampaikan oleh JPU saat sidang perdana kasus OTT KPK, kita persilahkan penyidik KPK untuk mendalami sejauh mana kebenaran pengakuan tersebut,” kata Donny melalui keterangan tertulis yang diterima eQuator.co.id.

Namun, Polda akan bereaksi apabila tidak ada bukti kuat untuk pernyataan itu, pihaknya minta diproses. “Karena terdakwa sudah memberikan keterangan yang tidak benar,” tegasnya. Donny juga menyayangkan pernyataan JPU KPK yang disampaikan ke publik. Menurutnya, keterangan yang masih sepihak tersebut seyogyanya dikuatkan dengan bukti atau keterangan lain sebelum disampaikan kepada publik.

 “Kami (Polda Kalbar) tidak mengikuti proses persidangannya, namun akan lebih baik apabila pengakuan sepihak ini jangan dulu sebar luaskan,” tuturnya. Pernyataan JPU KPK dianggap telah menciderai profesionalisme penyidik yang sudah berusaha maksimal dalam bekerja. “Jelas ini dapat menyudutkan Polda Kalbar,” ucapnya.

Donny juga menginformasikan perkembangan dan menjelaskan terkait proses Penyaluran Dana Bantuan Khusus Desa dari BPKAD Kabupaten Bengkayang yang masih terus berproses. Status kasus tersebut sudah pada tingkat penyidikan.

 “Ditreskrimsus juga sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini dan berpeluang jumlah tersangka akan bertambah,” ungkapnya. Total perhitungan dari PKN (Penghitungan Kekayaan Negara) oleh BPK RI selama ini dalam perkara Bansus Dana Desa Kabupaten Bengkayang tersebut sebanyak Rp19 miliar.

Polda Kalbar kata Donny menyelamatan aset dengan menyita Rp9 miliar lebih. Dalam kasus ini terdapat proses yang cukup memakan waktu lama hingga 18 bulan, yaitu dalam perhitungan kerugian negara.  “Yang bikin lama adalah proses penghitungan kerugian negara. Dimintakan suratnya Maret 2018, selesainya 8 November 2019. 18 bulan lebih,” jelasnya.

Mantan Kapolres Sanggau ini minta masyarakat jangan meragukan integritas kepolisian dalam proses penanganan perkara.  “Polri saat ini sedang gencar berbenah diri dan meninggalkan budaya-budaya yang dapat merusak citra Polri,” katanya. (Andi Ridwansyah/rk)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 15:16

Subuh Buta Air Naik, Warga Diminta Waspada Bencana

SANGGAU – Bencana banjir kembali terjadi di Meliau belum lama ini.…

Sabtu, 25 Januari 2020 13:32

Bupati : Jadi Pejabat Jangan Klemak Klemek..!!

SANGGAU – Berubah, berubah dan berubah. Itu pesan Bupati Sanggau…

Sabtu, 25 Januari 2020 13:23

Imlek Hari Pertama, Sambas Sepi

SAMBAS – Di hari pertama Imlek 2571, Sabtu (25/1), sejumlah…

Jumat, 24 Januari 2020 14:27

Jangan Lupa..!! Ini Jadwal Tes CPNS Landak

NGABANG – Rangkaian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun…

Rabu, 22 Januari 2020 01:11

Remaja Belia Korban Birahi Paman Sendiri

KUBU RAYA – Seorang perempuan berusia 13 tahun menjadi korban rudapaksa…

Senin, 13 Januari 2020 12:25

Diperkosa di Kebun, Korban Lapor Polisi dan Masih Trauma

PUTUSSIBAU – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu mengamankan seorang pemuda…

Selasa, 31 Desember 2019 21:25

Apa Jadinya Calya Baku Hantam dengan Hilux

SANGGAU – Kasus kecelakaan lalulintas di Desa Semoncol, Kecamatan Batang…

Selasa, 31 Desember 2019 21:03

Di Kabupaten Ini, Angka Kejahatan Turun

NGABANG – Angka kejahatan di Kabupaten Landak mengalami penurunan drastis…

Minggu, 29 Desember 2019 12:12

MULIA BANGET..!! Warga Panen Ikan di Danau, Uangnya Disumbangkan untuk Gaji Guru Honorer

 PUTUSSIBAU. Potensi ikan air tawar di Kabupaten Kapuas Hulu masih…

Minggu, 29 Desember 2019 12:10

Pembangunan Jembatan Terlalu Rendah, Warga Mengeluh

PUNGGUR. Proyek jembatan di Parit Husin, Dusun Karya Bhakti, RT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers