UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 20 November 2019 12:20
Penyelundupan Mobil Mewah Digagalkan Satgas Pamtas
BARANG BUKTI – Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad bersama Kepala Kantor Bea Cukai Kalimantan Barat, Azhar Rasyidi saat memastikan kondisi barang bukti berupa mobil mewah yang hendak diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia. FOTO SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

PROKAL.CO, PONTIANAK – Sebanyak tiga unit mobil mewah bodong diserahkan Kodam XII/Tanjungpura kepada pihak Bea Cukai kalimantan Barat. Ketiga unit mobil tersebut merupakan hasil pengungkapan yang dilakukan personel TNI dari Satgas Yonif 643 saat melakukan patroli di wilayah perbatasan Indoneisa. Tiga mobil tersebut masing-masing berjenis sedan Mercedes, Toyota kapsul, serta sedan Porsche yang diketahui hendak diselundupkan melalui jalur-jalur tikus pada malam hari.

Diberitakan Pontianakpost.co.id, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad membeberkan ada enam pelaku yang berhasil diamankan atas dugaan upaya penyelundupan mobil bodong mewah tersebut. Adapun, sambung dia, motif yang digunakan para pelaku adalah dengan menaruh barang bukti di jalur tikus yang jarang terjamah, dengan harapan ada yang mengambil mobil-mobil mewah tersebut.

“Berawal dari patroli yang dilakukan Satgas Yonif 643, mereka melihat ada suatu hal yang mencurigakan di jalur tikus tersebut, baru kemudian dilakukan penangkapan. Sementara untuk cara yang digunakan, mobil-mobil tersebut  di taruh pelaku  di suatu tempat, dengan harapannya dapat diambil seseorang,” terangnya kepada awak media, di Makodam XII/Tpr, pada Selasa (19/11) sore.

Pangdam membeberkan, selama kurun waktu kurang lebih sembilan bulan, Satgas Yonif Mekanise 643 telah berhasil mengagalkan kasus-kasus berbau ilegal sekitar 103 kasus. Namun untuk kasus penyulundupan mobil mewah ini, kata dia, memang menjadi yang paling menonjol. Sementara untuk rute penyelundupan, sambungnya, ketiga barang bukti tersebut dibawa dari negara Malaysia dan hendak diselundupkan ke wilayah Indonesia.

“Ini bukti bahwa satuan perbatasan telah bekerja secara maksimal. Dan tentunya kita semua bekerja karena koordinasi dan kerja sama yang baik dilintas sektoral,” ujarnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, Pihaknya masih dalam proses membahas peningkatan hubungan kerja antara Kodam XII Tanjungpura dan bea cukai Provinsi Kalbar.  Sementara untuk ketiga barang bukti tersebut, kini telah di serahkan oleh Kodam XII/Tpr kepada Bea Cukai Kalbar untuk dilakukan proses pendalaman lebih lanjut. “Untuk koordinasi ini, kita harapkan akan menghasilkan yang lebih baik lagi kedepannya,” harapnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Kantor Bea Cukai Kalbar, Azhar Rasyidi mengungkapkan hasil tangkapan tiga unit mobil mewah bodong tersebut merupakan yang ketiga kalinyadi tahun 2019 ini. Namun secara data empiris, dia ,menuturkan pihaknya juga sudah banyak melakukan penangkapan berbau barang ilegal lainnya yang diinisiasi oleh TNI yang bertugas di wilayah perbatasan.

Dia membeberkan upaya tindak lanjut yang akan dilakukan terhadap tiga unit mobil barang bukti tersebut kedepan masih akan dilakukan pendalaman terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga untuk keputusan masih akan menunggu hasil dari pemeriksaan yang masih berlanjut sampai saat ini. Sementara untuk para pelaku terancam dikenakan dengan hukuman yang sesuai dengan pasal yang berlaku.

“Sesuai dengan ketentuan, ini (barang bukti) akan dialihkan menjadi barang milik negara terlebih dahulu. Kedepan masih bisa berubah sesuai dengan keputusan, bisa jadi di lelang sesuai dengan peruntukannya atau sebagainya, yang nantinya akan kita usulkan ke Menteri keuangan. Dan untuk para pelaku masih dilakukan pemeriksaan, dan kemungkinan mereka dikenakan pasal penyelundupan, dan bisa dikenakan hukuman diatas satu tahun penjara,” jelasnya.

Terkait nilai barang bukti yang diterima dari Kodam XII/Tpr ini, dia masih belum bisa memastikan nominalnya mengingat hal tersebut adalah wewenang dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Azhar melanjutkan, yang jelas pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) untuk menentukan harga dari setiap barang bukti tersebut.

Kedepan dirinya berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mengungkap berbagai kasus semacam ini. “Kami sangat terbuka dan menerima informasi. Terutama terkait hal-hal yang merugikan negara. Tak hanya objek mobil, tapi juga objek lain semisal pelanggaran di perbatasan. Dan itu akan kita tindaklanjuti,” pungkasnya. (sig)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers