UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 20 November 2019 10:28
Mantan Ketua DPRD Ketapang Dijemput di Semarang, Ditahan di Pontianak
DIAMANKAN. Hadi Mulyono Upas saat diamankan di Rutan Kelas II Pontianak, Selasa (19/11). Jaksa for RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Bertahan di Semarang, membuat Kejaksaan Negeri Ketapang tak berhasil menahan Hadi Mulyono Upas (HMU). Yang merupakan mantan Ketua DPRD Ketapang. Yang juga tersangka gratifikasi. Akhirnya, Kejaksaan Tinggi Kalbar turun tangan.

"Dia sudah kita tahan di Rutan Kelas II A Pontianak. Usai pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Pontianak," kata Kasi Penkum Kejati Kalbar Panja Edi Setiawan yang dikonfirmasi Rakyat Kalbar, Selasa, (19/11) sore.

HMU langsung dijemput aparat Kejati Kalbar di Semarang. Setiba di Pontianak langsung diperiksa. Usai menjalani serangkaian pemeriksaan, HM pun ditahan.

Tersangka gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang dana aspirasi Dewan TA 2017-2018 itu kata Panca diamakan di Semarang, setelah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik.

Sebelumnya, Kejari Ketapang melakukan tahap dua alias penyerahan barang bukti beserta tersangka, dari Jaksa Penyidik ke Jaksa Penuntut Umum. Penyerahan dilakukan di Pontianak, di Kantor Kejati Kalbar.

Kajari Ketapang Dharmabella Tymbasz melalui Kasi Intel Agus Supriyanto saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah menyerahkan HMU. "Kemarin (Senin, 18/11) tim penyidik Kejari Ketapang menjemput tersangka di kediamannya di Semarang. Dan hari ini langsung kita bawa ke Pontianak," terangnya.

Kejari Ketapang mengatakan proses tahap dua baru bisa dilakukan sekarang, lantaran tersangka masih dalam keadaan sakit. Tak ingin berlama-lama, tim berangkat ke Semarang dan menjemput HMU di rumahnya. Tersangka dibawa ke Rumah Sakit di Semarang, yang menyatakan dalam keadaan sehat.

"Tadi sebelum ditahan di Rutan tersangka juga sudah diperiksa di rumah sakit. Tersangka dinyatakan dalam kondisi sehat sehingga langsung dibawa ke Rutan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kejari Ketapang,” kata Agus.

Dalam surat perintah penahanan, HMU ditahan sejak 19 November 2019 untuk masa penahanan 20 hari. Masa penahanan itu dapat diperpanjang untuk melakukan pemberkasan.

“Setelah tahap dua ini, secepatnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Diperkirakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” kata Agus. (Andi Ridwansyah, M. Fauzi/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers