UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 19 November 2019 10:03
Mantan Timses Nakhodai Perusda, Ini Kata Gubernur
Gubernur Kalbar, Sutarmidji. foto: Shando Safela

PROKAL.CO, PONTIANAK – Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Aneka Usaha Provinsi Kalbar telah mengumumkan tiga nama dari masing-masing jabatan yang diseleksi.

Dari tiga calon peraih nilai  tertinggi tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji memastikan memilih nama yang menduduki peringkat pertama. Pelantikan calon terpilih bakal dilangsungkan, Senin (18/11) hari ini.

Diberitakan Pontianakpost.co.id, Ketua Pansel Eddy Suratman mengungkapkan, dengan diserahkannya hasil tiga besar nama-nama tersebut maka usai pula tugas pansel. Tiga nama dari empat jabatan yang dilelang sudah ditetapkan sejak 13 November lalu. Dan nama-nama tersebut juga sudah diserahkan ke gubernur sejak pekan lalu.

Adapun nama-nama yang masuk deretan tiga besar hasil seleksi antara lain, untuk calon dewan pengawas independen, di peringkat pertama atas nama Subhan Noviar dengan nilai 84,57. Sementara di posisi kedua ada Pieter Gunawan, dengan nilai 84,48 dan ketiga atas nama Sri Bunayah dengan nilai 71,75.

Kemudian untuk calon direktur utama (dirut), peringkat pertama diraih Syariful Hamzah Nauly dengan nilai 88,73. Peringkat kedua Wahyu Cundrik Pamungkas dengan nilai 88,72 dan peringkat ketiga Susanti dengan nilai 83,67.

Lalu untuk calon direktur teknik dan pemasaran, peringkat pertama atas nama Wahyu Cundrik Pamungkas dengan nilai 88,72, peringkat kedua Ichfany dengan nilai 83,52 dan peringkat ketiga Tris Dianto dengan nilai 79,92.

Sementara untuk calon direktur administrasi dan keuangan, peringkat pertama diraih Susanti dengan nilai 83,67. Peringkat kedua diraih Hasmi Yudha dengan nilai 83,02 dan ketiga diraih Krisantus Heru Siswanto dengan nilai 75,83.

Eddy Suratman menjelaskan, untuk dewan pengawas akan ada tiga orang yang ditetapkan. Selain satu dewan pengawas independen yang dipilih lewat seleksi terbuka, ada dua dewan pengawas yang berasal dari pejabat daerah (internal) pembina BUMD.

Terpisah, Gubernur Kalbar Sutarmidji memastikan bakal melantik nama-nama peraih nilai tertinggi dari hasil seleksi terbuka itu. “Semua diambil urutan pertama. Pelantikan besok (hari ini) pukul 13.00,” katanya kepada Pontianak Post, Minggu (17/11).

Seperti diketahui, sebagian nama pimpinan Perusda yang bakal dilantik memang tidak asing bagi Sutarmidji. Seperti Subhan Noviar dan Syariful Hamzah Nauly, keduanya merupakan bagian dari tim sukses (timses) pasangan Midji-Norsan saat Pilgub 2018 lalu.

“Ada yang tanya kenapa yang lolos ada kaitan dengan tim sukses dan partai, saya ingin sampaikan kita profesional saja, bagi pengurus partai harus berhenti,” tegasnya.

Midji, sapaan akrabnya, yakin mereka yang dilantik bakal mampu membawa perbaikan bagi Perusda. Dan kebetulan semua nama peraih peringkat pertama menurutnya sudah berpengalaman dan pernah mengendalikan perusahaan. “Saya akan beri waktu satu tahun, kalau tak ada perubahan saya ganti. Tugas mereka akan saya arahkan ketika dilantik,” ucapnya.

Ia memastikan dalam proses ini siapapun boleh dan berhak mengikuti seleksi pimpinan Perusda. Termasuk para kader dari partai, asal kemudian mereka wajib meninggalkan partai.“Kalau orang yang kaitan dengan tim sukses saya lalu tak boleh berkarir maka kasihan dia. Contohnya Erick Tohir ketua Tim sukses Jokowi jadi Menteri BUMN dan lain-lain. Kita lihat saja kinerjanya, tapi open bidding-nya saya pastikan 99,99 persen tanpa intervensi saya,” akunya.

Ia berharap ke depan perusahaan milik Pemprov Kalbar itu bisa berkembang dan semakin maju. Selama ini dikatakan, sudah cukup banyak penyertaan modal diberikan, namun perusahaan tersebut terus merugi karena dikelola tidak profesional.

Belum lagi banyak aset yang tak jelas pengelolaannya dan jenis usaha yang dijalankan cenderung merugikan pemerintah daerah. “Banyak yang bisa dikerjakan Perusda tapi malah lahan senilai Rp60 miliar dibuat kios yang saya kira sulit bisa bawa Perusda maju,” imbuhnya.

Selain itu, Midji juga menemukan fakta, bahwa di masa lalu ada aset-aset yang dibeli menggunakan dana Perusda namun tercatat atas nama direksi. Bahkan dana cash flow tidak digunakan untuk perputaran usaha melainkan dipinjam oleh para direksi.

“Untuk direksi yang terakhir saya berhentikan, sebetulnya ada progres positif, tapi tak mungkin ada percepatan. Badan pengawas juga menyalahi aturan, seharusnya dari internal paling banyak dua tetapi semua dari internal,” pungkasnya.

Sebelumnya pendaftaran lelang jabatan untuk Perusda dibuka mulai 10-21 Oktober 2019 lalu. Saat itu sampai hari terakhir pendaftaran hanya hanya ada lima pendaftar untuk dewan pengawas independen. Sementara untuk direksi, karena belum ada pendaftar, jadwal pendaftaran diperpanjang sampai 30 Oktober 2019. Setelah perpanjangan, akhirnya ada 10 kandidat yang melamar sebagai direksi. (bar)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers