UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 19 November 2019 10:01
Gubernur Dorong Perusda Benar-Benar Untung
Sutarmidji didampingi Ria Norsan memberikan keterangan pers sesaat setelah melantik Dirut Perusda Kalbar. foto Shando Safela

PROKAL.CO, PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji resmi melantik tiga dewan pengawas dan tiga direksi Perusahaan Daerah (Persuda) Aneka Usaha Provinsi Kalbar. Ia berharap di bawah para pimpinan yang baru, usaha yang dijalankan oleh perusahaan tersebut benar-benar menguntungkan.

Diberitakan Pontianakpost.co.id, tidak seperti selama ini, ia menyebut usaha penyewaan kios yang dibangun di Jalan Sultan Abdurrahman justru merugikan. Di lahan dengan nilai aset mencapai Rp60 miliar itu, kios yang disewakan hanya menghasilkan Rp108 juta per bulan. Dari 40 kios baru 20 yang sudah terisi.

Jika tidak artinya perusahaan tidak memiliki pemasukan. Sementara untuk membayar gaji dan operasional dibutuhkan dana sekitar Rp100 jutaan per bulan. “Nah apa yang bisa dibuat, tidak ada lagi,” katanya saat memberikan pengarahan kepada jajaran pengawas dan direksi yang baru dilantik.

“Ini cerita hanya buat kios. Masa Perusda Kalbar, direktur cuma menyewakan kios untuk jual sate, yang buka hanya lima orang,” katanya lagi.

Sudah tidak laku, ia mengatakan kawasan kios-kios yang disewakan juga tidak memiliki lahan parkir yang representatif. “Hitunglah jual makanan semua laku, lalu penuh, bagaimana parkirnya? Tidak ada parkir lari orang, itu baru jual sate saja parkir sudah tidak cukup,” tambahnya.

Bahkan ia berkelakar lebih baik kios-kios itu disewakan untuk praktik dukun. “Boleh situ praktik dukun, itu iya, kan tidak terlalu ramai juga, satu satu yang datang. Tidak ada kerjaan (bangun kios),” ucapnya.

Untuk itu ia meminta dilakukan perhitungan kembali agar jenis usaha yang dijalankan benar-benar menguntungkan. Bisa saja kios-kios di Jalan Sultan Abdurrahman dialihfungsikan. Walapun bangunannya baru jadi, jika operasional lebih besar dibanding pendapatan ia meminta dirubah.

“Periksa dulu berapa bangun (kios-kios) itu, kalau mahal tarik kembali. Saya dengar hampir Rp4 miliar, kalau saya dua miliar pun cukup. Cari investor untuk hotel saja biar menguntungkan, pajak kan (masuk) ke pemerintah juga,” pungkasnya.(bar)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers