UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Kamis, 04 Februari 2016 09:25
Tiga Cewek "Disuntik" dari Belakang saat Mau Ngantar Lamaran Kerja
Tiga cewek ini jadi korban tabrak lari. Ketiganya melapor ke kantor polisi.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Tiga perempuan berdarah-darah mendatangi pos polisi di kawasan Bundaran Digulist Untan, Rabu (3/2). Mereka merupakan korban tabrak lari di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak Selatan.

Perempuan-perempuan berjilbab itu bernama Juliani Hastuti, 24, Prastika Dewi, 24, dan Maini Vita Sari, 24. Tiga sekawan asal Meliau tersebut dihantam seorang pengendara sepeda motor Honda Vario tak jauh dari Jalan Sepakat I.

Sambil meringis kesakitan, tiga dara itu langsung melapor kepada polisi. Mereka meminta petugas Kepolisian Sektor Selatan menangkap penabraknya. Supaya pelaku bertanggungjawab atas kejadian itu.

“Kami berharap polisi segera menemukan pelaku. Polisi harus segera melacak pemilik kendaraan Honda Vario KB 2508 QQ itu,” kata Juliani kepada wartawan koran ini, kemarin.

Juliani melaporkan kejadian itu ditemani abangnya, Hadi Santoso. Dia mengaku, kejadian itu begitu cepat. “Kami bertiga mau ngantarin lamaran kerja ke Jalan Supadio. Tapi tiba-tiba ada motor nabrak dari belakang,” kisahnya.

Menurut Prastika, temannya (Juliani) yang mengendarai Yamaha Jupiter MX berkendara dengan kecepatan 40 km/jam. Namun, tiba-tiba saja ada motor dari belakang nyambar. “Tas ibu itu nyangkut ke stang motor teman saya,” ceritanya.

Akibatnya, kata Pratika, motor yang dikendarai Juliani oleng dan menghantam kendaraannya. “Akhirnya kami jatuh. Karena motor teman saya oleh di depan motor saya,” ungkapnya.

Ketika tiga perempuan ini jatuh. Pria dan seorang wanita pengendara Honda Vario itu langsung kabur tancap gas. “Tasnya masih nyangkut di stang motor karena talinya putus. Dia kabur setelah nabrak kami. Tapi ketika sadar tas putus mereka putar balik,” timpal Prastika.

Menurut Vita, bukannya menolong atau meminta maaf, dua pengendara itu malah marah-marah sambil mengancam. “Mereka seperti suami-istri.

Setelah menghampiri kami, mereka ngambil tas dan mau pergi lagi. Tapi saya tahan tasnya, eeh dia malah marah dan mau melempar kami pakai tas,” sesal Vita.

“Mereka beralasan buru-buru, mau jemput anak. Kami jawab dengan minta tanggunggjawab mereka,” kata Vita sambil menahan sakit. (dsk/pro)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 11:02

Lift Kerja Jatuh dari Lantai Enam, Buruh Bangunan Tewas

<p><strong>PONTIANAK</strong> &ndash; Sanuar, seorang buruh bangunan di Pontianak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers