UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 15 November 2019 13:28
Tanpa IPK, Perusahaan Tambang Babat Kayu
ilustras

PROKAL.CO,

PONTIANAK - Proses pembukaaan lahan pertambangan di Desa Tayan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, dicurigai Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), sebagai pembalakan hutan. Untuk memanfaatkan izin pemanfaatan kayu (IPK).

Direktur Walhi Kalbar, Anton, menilai surat terakhir yang dikeluarkan Dinas Kehutanan Kalbar, tak pernah memberikan Rekomendasi IPK di wilayah Desa Tayan tersebut. "Terakhir, Dinas Kehutanan Kalbar mengeluarkan tiga surat. Ketiga surat itu sangat kontraproduktif dan tidak saling menguatkan," ungkap Anton pekan lalu.

Kabar pembalakan hutan itu sempat viral di media sosial. Penelusuran yang dilakukan Walhi, diduga kuat perusahaan tambang yang membabat hutan itu tak mengantongi IPK.

Anton  menduga ada proses penerbitan perizinan yang dipotong. Supaya perusahaan tambang itu bisa beraktivitas membuka lahan membangun jalan. Lalu seenaknya membabat hutan secara sporadis.

Karena itu Anton mendorong Dinas Kehutanan Kalbar memberikan klarisifkasi perihal aktivitas pembalakan hutan di D Tayan itu. Ia meminta pembalakan tersebut menjadi catatan serius kepolisian guna pengusutan. Termasuk mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang pejabat daerah.

“Berdasarkan temuan KPK, izin tambang di Indonesia sekitar 60 persen tidak memiliki NPWP. Berarti tidak ada setoran untuk negara. Salah satu kebocoran paling besar ini terjadi di Kalbar,” kaya Anton yang menyebutkan kasus serupa sudah sering terjadi. Namun belum satupun diproses hingga ke pengadilan.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers