UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 13 November 2019 11:37
Pemerintah Diminta Jeli, Jangan Dilarang, Kratom Bisa Jadi Sumber Devisa
Petani kratom di Kalbar.

PROKAL.CO, PONTIANAK. Pemerintah diminta jeli dan teliti lebih dalam serta mempertimbangkan manfaat dari kratom yang dikabarkan mengandung zat adiktif berbahaya oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). “Seharusnya pemerintah tidak tiba-tiba menghentikan aktivitas masyarakat akibat dari pernyataan BNN,” kata H Suriansyah, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Selasa (12/11).

Yang memiliki wewenang penuh dalam menyatakan kratom berbahaya menurut Suriansyah bukanlah BNN melainkan kementerian kesehatan yang tentunya harus melalui kajian-kajian lebih lanjut secara mendalam.

“Seharusnya yang berwenang menyatakan itu berbahaya atau tidak adalah kementerian kesehatan, bukan BNN. Harus ada putusan menteri kesehatan terlebih dahulu kalau barang itu berbahaya,” cetusnya.

Komoditi bukan kayu yang banyak dijumpai di hulu Kalbar yang kian menjadi produk andalan masyarakat lantaran memiliki nilai jual yang sangat tinggi ini, menurut Suriansyah bahwa dinyatakan berbahaya mestinya harus dikaji matang. Pasalnya di banyak negara tidak melarang peredaran kratom, bahkan barang tersebut didapat dari Indonesia khususnya Kalbar.

“Maka apakah sebaiknya konsumsi dalam negeri yang dilarang tetapi ekspor dibiarkan saja kalau negara lain tidak melarang peredarannya. Seperti Amerika yang menganggap itu tidak berbahaya bahkan kratom adalah suplemen. Tapi kalau bagi BNN itu berbahaya, laranglah peredarannya di dalam negeri saja,” sarannya.

Memliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga masyarakat banyak yang beralih ke komoditas ini, wajar saja saat dinyatakan dilarang peredaran kratom, masyarakat Kalbar merasa terpukul sekali dan mempertanyakannya pada pemerintah.

“Kalau kratom bukan kayu memiliki nilai ekonomi tinggi, seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan itu sebagai sumber devisa negara. Keberadaan kratom sudah sangat membantu sumber ekonomi masyarakat,” lugasnya. (agn)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 11:29

Air Meninggi, Takut Buaya Warga pun Mengungsi

SINGKAWANG- Diberitakan Rakyat Kalbar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie,…

Rabu, 04 Desember 2019 11:38

Bupati Gidot Minta Siapkan Uang Rp 1 M

PONTIANAK- Fakta-fakta ‘mengejutkan’ terungkap pada sidang kedua kasus OTT Suryadman…

Rabu, 04 Desember 2019 11:29
Dari Ajang Olimpiade Penelitian Siswa Tingkat Nasional

Wastafel Sensor Portabel Antarkan Pelajar Sanggau Raih Medali Perak

SANGGAU- Kabupaten Sanggau seperti tak pernah kehabisan siswa-siswi cerdas. Lagi…

Rabu, 04 Desember 2019 11:26

Gubernur Ingin Pipa Gas Lebih Cepat, Pertumbuhan Kalbar akan Tertinggi di Kalimantan

PONTIANAK- Mengapa pembangunan pipa gas alam trans Kalimantan diinginkan Gubernur…

Rabu, 04 Desember 2019 11:20

Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan, Moeldoko: Duluan Telur atau Ayam?

PONTIANAK-Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meyakini pembangunan pipa gas alam…

Senin, 02 Desember 2019 13:41

Bangun Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan, BPH Migas akan adakan FGD Lintas Lembaga di Pontianak

PONTIANAK – BPH Migas terus mendorong terwujudnya Pembangunan Pipa Gas Bumi…

Senin, 02 Desember 2019 11:59

KAPOK..!! Paha dan Betis Jambret Berdarah-Darah Ditembus Timah Panas

PONTIANAK - Betis dan paha kanan BR ditembus timah panas…

Senin, 02 Desember 2019 11:51

DALEM BANGET..!! Ini Pesan Asopsdam XII/Tpr Kepada Pamtas Yonif 133/YS

SUNGAI RAYA - Asisten Operasi Kasdam XII/Tpr, Kolonel Inf Fredy…

Minggu, 01 Desember 2019 12:05

Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Kades dan Bendahara Jadi Tersangka

KETAPANG- Uang mulai mengalir ke desa, sialnya korupsi berkembang. Di…

Minggu, 01 Desember 2019 12:01

Gubernur Targetkan 5.000 Hafidz Kalbar dalam 5 Tahun

PONTIANAK- Tak kurang dari 100 hafidz Quran 30 Juz dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.