UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 07 November 2019 12:04
Selamat Jalan Penjaga Warisan Melayu di Kalbar
Morkes Effendi,

PROKAL.CO, KETAPANG- Masyarakat Kabupaten Ketapang, dan juga Kayong Utara, berduka. Mantan Bupati Ketapang, H. Morkes Effendi, S.Pd, MH, tutup usia di RSUD Agoesdjam Ketapang, pukul 14.15 WIB, Rabu (6/11).

Tokoh Melayu Kalbar, yang menjembatani hubungan persaudaraan Melayu di Semenanjung Malaysia dalam Lembaga Melayu Serantau (LAMS), itu meninggal dalam usia 63 tahun. Kerajaan Tanjungpura Matan menganugerahkan gelar Kyai Mangku Negeri Tanjungpura Darussalam kepadanya, sebagai tokoh yang konsisten memelihara warisan budaya dan adat Melayu.

Morkes Effendi, yang juga mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalbar, itu dikenal sebagai politikus handal. Ia mengkader banyak politisi Golkar di daerah ini yang berkiprah di DPRD baik Tk. I maupun II. Termasuk Hj Suma Yenny Heryanti, SH. MH, legislator perempuan Golkar di DPRD Kalbar, yang juga istri Almarhum.

Sebagai Bupati Ketapang dua periode, Morkes juga dikenal sebagai kepala daerah yang memiliki karisma dalam pemerintahan di selatan Kalbar. Salah satu peninggalannya, ikut membidani daerah pemekaran Kabupaten Kayong Utara.

Sebagai tokoh Melayu, yang hingga akhir hayatnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Lembaga Melayu Serantau yang lintas Negara itu, almarhum bergelar Dato Sri Petinggi Pangeran Laksamana Wiratama. Diakui sebagai tokoh yang mempersatukan adat budaya Melayu baik di Kalbar maupun Semenanjung Malaysia.

Toni Jaya, Kepala Dinas Disperindagkop Ketapang, yang juga sepupu Almarhum Morkes, bukan saja keluarga yang kehilangan tokoh tegas dalam pemerintahan itu. Almarhum politisi senior di Kabupaten Ketapang yang membina kader politisi baik di Kalbar maupun Ketapang.

“Meninggal di rumah sakit. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Lingkar Kota. Akan dimakamkan besok pagi (Kamis, hari ini, red) di pemakaman keluarga Mulia Baru,” tutur Toni.

Sampai tadi malam, ribuan warga bertakziah ke rumah duka. Morkes dinilai sebagai salah satu Bupati visioner yang membangun Kabupaten Ketapang. "Tentu kita merasa kehilangan. Masyarakat Ketapang merasakan sebagai putra daerah bupati terbaik yang selalu memikirkan kemajuan Ketapang," tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, H. Farhan, menyampaikan duka citanya atas kepergian almarhum. "Kami selaku keluarga maupun Pemkab Ketapang turut berduka atas kepergian beliau. Terus terang kami merasa kehilangan," ungkapnya.

Farhan merasakan sosok Morkes Effendi sebagai panutan yang tegas memimpin dan visioner dalam berpikir mengenai pembangunan Ketapang. "Beliau merupakan orang yang meletakkan dasar pembangunan di Kabupaten Ketapang. Baik infrastruktur maupun pembangunan masyarakat," ujarnya.

Jenazah almarhum akan dikebumikan Kamis (7/11) di Jalan Kamboja, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan. "Beliau memang sudah lama sakit. Mengidap diabetes, juga ada vertigo. Kami, baik dari keluarga H Morkes Effendi, maupun atas nama Pemkab Ketapang, menyampaikan permohonan maaf jika semasa hidupnya ada yang kurang berkenan. Mohon dimaafkan," tutur Farhan.

Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kalbar, Prabasa Anantatur, mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semasa hidup, menurutnya, almarhum dikenal sebagai kader yang sangat loyal dan setia.

Bahkan, almarhum rela melepas statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendedikasikan hidupnya kepada partai berlambang beringin itu. "Kami seluruh kader turut berduka cita. Almarhum adalah kader terbaik partai Golkar," ucap Prabasa, via telpon, Rabu (6/11) malam.

Menurutnya, sosok mendiang Morkes adalah teladan bagi kader-kader muda. Pengabdiannya kepada Golkar sudah tak terhingga. "Beliau kader yang sejati, panutan bagi kami," kenangnya.

Ia bercerita, almarhum berkader di Golkar benar-benar berangkat dari bawah. Dari pengurus tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, hingga dipercaya menjadi ketua Golkar ketapang dan ketua DPD Golkar Kalbar.

"Beliau ini, adalah kader yang benar-benar berjuang dari awal. Dari orde baru. Saat memasuki reformasi, Golkar ditinggalkan, beliau tetap bertahan. Bahkan berani keluar dari PNS. Hanya untuk mengabdi ke Golkar," ungkap Prabasa.

Pengabdian Morkes kepada Golkar berbuah manis. Almarhum pun dipercaya oleh Golkar mencalonkan diri sebagai Bupati Ketapang dua kali. "Sampai tahun 2001 itu,” tuturnya.

Kepada kader Golkar, lanjutnya, Morkes salalu berpesan agar selalu kompak. Selalu solid. Jangan terpecah belah. Dan, selalu membuka komunikasi. Kepada siapapun. "Beliau selalu menekankan kami agar solid, ini kenangan beliau," terang Prabasa.

Ia dan ketua DPD Golkar Kalbar, Ria Norsan, tidak bisa datang ke pemakaman hari ini. "Saya dan Pak Ketua tidak bisa hadir, kami minta maaf, karena kebetulan kami ada kegiatan di Jakarta dengan ketua umum, Presiden hadir, tapi berita duka ini sudah kami sampaikan ke petinggi Golkar yang ada di pusat," pungkasnya. (Muhammad Fauzi, Abdul Halikurrahman/rk)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*