UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 06 November 2019 10:34
300 Ribu Petani Bergantung pada Tanaman yang Dilarang BNN Itu...
Petani kratom di Kapuas Hulu. foto: Arief Nugroho

PROKAL.CO, PONTIANAK –  DPRD Kalimantan Barat ikut menyoroti budi daya daun kratom di Kalimantan Barat. Wakil ketua DPRD Kalbar, Suriansyah mengatakan, kratom sudah menjadi sumber nafkah bagi sekitar 300 ribu petani di Kalimantan. “Kratom tidak melulu diambil langsung dari hutan, tetapi juga dibudidayakan. Kratom adalah jenis tanaman hutan yang dirasakan manfaat ekonominya oleh masyarakat,” kata Suriansyah, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Selasa (5/11).

Menurutnya, seperti diberitakan Pontianakpost.co, warga sudah lama menggunakan kratom secara tradisional. Warga di daerah perhuluan mengonsumsinya untuk kebugaran. Selanjutnya, masyarakat di luar negeri ternyata menikmati kratom sebagai suplemen.

Hal ini menjadikan kratom sebagai sumber pendapatan. Kratom menjadi hasil hutan bukan kayu yang bernilai ekonomi tinggi. “Indonesia harus dapat memanfaatkannya sebagai sumber devisa dan ekonomi warga. Sebab perekonomian masyarakat sekarang sedang tidak baik di kawasan hulu. Karet dan sawit sudah lama harganya kurang mendukung pendapatan warga,” ujarnya. 

Politisi Gerindra Kalbar ini menyebutkan, perdagangan kratom sangat membantu ekonomi warga. Apabila pemerintah menggolongkan kratom sebagai jenis narkotika kelas 1, seharusnya pemerintah juga melihat sisi manfaat atau sisi positifnya.

“Seandainya daun kratom bisa menjadi bahan baku obat, aturlah sebagaimana bahan baku obat. Apabila benar-benar masuk kategori berbahaya, cegahlah konsumsi atau pengunaannya secara langsung,” jelasnya.

Masyarakat Kalbar sudah banyak yang menggantungkan hidup dari hasil kratom. Karena itu, menurutnya pemerintah tidak boleh secara tiba-tiba menghentikan aktivitas masyarakat tanpa ada sumber tanaman pengantinya. Seandainya daun kratom bisa menjadi bahan baku obat, aturlah sebagaimana bahan baku obat. Apabila benar-benar masuk kategori berbahaya, cegahlah konsumsi atau pengunaannya secara langsung,

Selain itu, keputusan memasukkan tanaman kratom sebagai narkotika kelas 1 juga wajib didukung Kementerian Kesehatan. ”Bukan hanya satu data BNN. Menkes sebagai perwakilan negara juga wajib memberikan keterangannya. Kalau perlu, didukung juga dengan keputusan Presiden RI yang menyatakan kratom berbahaya,” usulnya. 

Di samping itu, penelitian terkait dampak dan bahaya kratom juga diharapkan tidak hanya dari satu lembaga penelitian. Hal ini agar ada objektivitas. Pasalnya, kata dia, di negara Amerika Serikat saja tidak dilarang. Di sisi lain, masyarakat Amerika justru menjadi salah satu konsumen terbesar kratom dan menganggapnya sebagai suplemen jika dikonsumsi dengan dosis tepat.

Suriansyah menyarankan agar kratom hanya dilarang untuk dikonsumsi di dalam negeri, tetapi boleh untuk ekspor. “Untuk ekspor sebaiknya dibiarkan dan diberikan regulasinya selama negara tujuan tidak melarang peredarannya,” ujar dia.

Tanaman kratom sendiri memang dikenal sebagai tanaman obat tradisional. Mengutip laman badan hukum narkoba di Amerika Serikat (AS) atau Drug Enforcement Administration (DEA), kratom juga disebut dengan nama biak, kakuam, ithang, dan thom. Daun dengan nama latin Mitragyna speciosa ini dikenal dengan nama daun purik atau ketum.

Terlepas dari itu, ada beberapa fakta lain terkait kratom di negeri Paman Sam. Amerika merupakan negara dengan tujuan ekspor kratom terbesar, meski ada beberapa negara bagian melarang kratom. Di negara bagian New York, bar-bar yang menyediakan kratom mulai bermunculan.

Di negara ini, banyak konsumen kratom (dalam bentuk bubuk atau pil) yang menggunakannya untuk terapi ketergantungan opium. Di negara tersebut, pada tahun 2017, terdata lebih dari 130 orang mati akibat overdosis opium setiap hari.

Pada 2016, badan hukum narkoba (DEA) AS mengumumkan untuk memasukkan kratom ke golongan I narkotika dan tak mengizinkan kratom digunakan dalam medis. Namun protes keras dari para pengguna dan beberapa senator AS membuat departemen itu menunda keputusannya. 

Pontianak menjadi pos perdagangan utama kratom di Kalimantan, data dari kantor pos menunjukkan bahwa sekitar 400 ton kratom (daun kering) diekspor ke luar negeri setiap bulan. Nilainya sekitar 130 juta Dolar AS per tahun.

Menurut laporan AFP, di pasar global, kratom berharga 30 dollar Amerika per kilogramnya. Ini setara dengan Rp420 ribu dengan kurs Rp14.000 per dollar.

American Kratom Association menyebutkan ada sebanyak lima juta orang Amerika yang menggunakan kratom dan jumlahnya terus bertambah. Para pelanggan biasanya mendapatkan kratom melalui platform online seperti Facebook, Instagram dan toko online Ali Baba. (den)


BACA JUGA

Jumat, 28 Februari 2020 15:01

Kisah Yoga dan Kuas Lukisnya, Set Alat Lukis Hilang Hingga Harus Menumpang di Truk

Petualangan itu dimulai dari sebuah ide kecilnya, berbagi. Yoga Ilhamsyah,…

Jumat, 28 Februari 2020 14:59

Kisah Yoga dan Kuas Lukisnya, Keliling Indonesia untuk Mengajar di Pedalaman

Petualangan itu dimulai dari sebuah ide kecilnya: berbagi. Yoga Ilhamsyah,…

Jumat, 28 Februari 2020 14:56

Ekspor di PLBN Aruk Kian Menggeliat, Kalau Ditambah Hasil Industri Pengolahan Makin Top..!!

PONTIANAK – Ekspor barang via Pos Lintas Batas Negara (PLBN)…

Kamis, 27 Februari 2020 00:25

Kapolda Kalbar Beri Perhatian Serius Ke Penggelola Grup Medsos

PONTIANAK—Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto memberikan…

Kamis, 27 Februari 2020 00:24

Pilkada Serentak di Depan Mata, Polda Kalbar Petakan Potensi Masalah

PONTIANAK—Tahapan Pilkada serentak tahun 2020 sudah berjalan. Sebanyak tujuh Kabupaten…

Senin, 24 Februari 2020 10:51

Survei: Dari Unsur Kepala Daerah, Anies Capres Terkuat di 2024

Lembaga survei Indo Barometer menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan…

Senin, 24 Februari 2020 10:47

Jangan Kriminalisasikan dan Tangkap Peladang Tradisional

PONTIANAK – Kasus kriminalisasi yang dialami peladang terus mendapat perhatian…

Senin, 24 Februari 2020 10:44

750 Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar Diamankan Lantamal

PONTIANAK- Lantamal XII Pontianak melalui Posal Lanal Ketapang berhasil menggagalkan…

Rabu, 12 Februari 2020 12:51

Ke Singkawang dan Sambas, Gubernur Hadiri Cap Go Meh sampai ke PLBN Aruk

GUBERNUR Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melaksanakan rapat kerja (raker) di Kota…

Rabu, 12 Februari 2020 12:48

Tunggu Air Surut, Keruk Lumpur Siang Malam

PONTIANAK—Eskavator difungsikan untuk mengeruk sendimen yang berada di Parit Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers