UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Selasa, 05 November 2019 14:06
Harga Jual Gas Bersubsidi Tinggi

PROKAL.CO,  KETAPANG- Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Ketapang lakukan audensi dengan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang, terkait terjadinya kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji 3 kilogram di kabupaten tersebut.

Dalam poin pertemuan tersebut, KAHMI Kabupaten Ketapang mendesak DPRD Ketapang untuk melakukan aksi nyata, baik berupa pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait maupun melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi-lokasi disinyalir melakukan penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi tersebut.

"Karena urusan kelangkaan dan mahalnya elpiji 3 kilogram sangat urgent, dampaknya langsung dirasakan masyarakat kecil," terang Kordinator Presedium Kahmi Ketapang, Riduan saat melakukan audiensi bersama Komisi II DPRD Ketapang, Senin (5/11).

Ia melanjutkan, harus ada langkah kongkrit yang dilakukan, misalkan DPRD memanggil pihak-pihak terkait untuk menelusuri akar persoalan ini, apakah karena kuota gas yang terbatas atau ada penyalahgunaan atau pendistribusian gas bersubsidi tersebut.

"Ini perlu ditindak lanjuti, karena keluhan masyarakat soal elpiji 3 kilogram sudah lama dan hampir semua Kecamatan mengeluhkan, makanya hari ini kami lakukan audiensi ke DPRD selaku perwakilan masyarakat agar bisa membantu menyelesaikan persoalan ini. DPRD juga bisa turun melakukan sidak dilapangan karena indikasi-indikasi penyalahgunaan gas bersubidi nyatanya ada dilapangan termasuk adanya indikasi pangkalan-pangkalan fiktif," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Ketapang, Junaidi mengaku pihaknya saat ini belum memegang data terkait persoalan gas elpiji khususnya mengenai kuota gas elpiji bersubsidi tersebut.

"Tapi kami akan lakukan kroscek di lapangan dan tentu akan memanggil pihak-pihak terkait seperti Disperindagkop, Pertamina, Hiswana Migas, agen bila perlu pangkalan. Ini akan kami lakukan dalam pekan depan," tegasnya. Ia mengaku, DPRD memang bukan lembaga eksekutor, namun DPRD dapat melakukan banyak hal. Ia mengapresiasi langkah KAHMI Ketapang yang tanggap menyampaikan aspirasi ke pihaknya.

"Kita juga akan lakukan sidak di lapangan untuk memastikan apakah persoalan terkait kuota atau distribusi yang salah, apalagi dari audiensi ini ada masukan dan informasi mengenai indikasi penyalahgunaan gas bersubsidi dan ini akan segera ditindak lanjuti," jelasnya.

Ia menegaskan, jika dalam pengecekan diketahui ada agen atau pangkalan nakal yang melakukan penyalahgunaan elpiji maka diakuinya pihaknya akan merekomendasikan kepihak terkait untuk dilakukan pencabutan izin atau kegiatan operasional oknum agen atau pangkalan nakal tersebut.

"Ke depan pengawasan perlu ditingkatkan, instrumen-instrumen pengawasan seperti Satpol PP diaktifkan dan bila perlu kita lakukan kerjasama dengan aparat penegak hukum untuk memantau bahkan menindak jika benar ada penyalahgunaan terhadap gas bersubsidi tersebut," tukasnya. (Uzi)

loading...

BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*