UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 05 November 2019 12:30
Setahun Gubernur, Sumbang 10 Persen Desa Mandiri se-Indonesia
CINDERAMATA. Gubernur Sutarmidji meyerahkan cinderamata kepada Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar, pada Rakor Program Inovasi Desa (PID) ke-11, di Hotel Kini, Pontianak, Senin (4/11). Humas for RK

PROKAL.CO,  PONTIANAK-  Meringankan beban Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tramigrasi (PDTT), Menteri Abdul Halim Iskandar pun memuji kinerja Gubernur Kalbar Sutarmidji. Setahun sudah menggebrak percepatan pembangunan desa mandiri.

"Itu kan luar biasa," ujar Mendes Abdul Halim Iskandar diwawancarai wartawan usai Rapat Koodinasi Program Inovasi Desa (PID) ke-11 di Hotel Kini, Pontianak, (4/11) seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Menteri menganggap Gubernur Kalbar telah berprestasi. Karena menyumbang 10 persen Desa Mandiri untuk seluruh Indonesia. Ia juga mengapresiasi kemampuan Sutarmidji membangun sinergisitas bersama Polda dan Kodam XII Tanjungpura. Berkat itu, 52 indikator sebagai syarat desa mandiri bisa dikerjakan.

"Ini menjadi suatu hal yang luar biasa. Saya sebagai Menteri baru, sepertinya belajar dari Kalbar dalam membangun desa,” ungkap Abdul Halim.

Kedepannya, ia berharap, gubernur mampu menyinergikan semua program di semua kementerian. Sebab, hampir semua kementerian punya program di desa.

"Kemedagri, Kemenkes, Kominfo, Kementerian Sosial, Kementerian Desa. Itu kalau ditotal kemarin dihitung oleh Bu Menkeu, ada Rp90 triliun (anggaran untuk program di desa)," tuturnya.

Anggaran yang super besar itu, lanjut Halim, harus bisa diserap secara efektif untuk program-program pembagunan desa. Yang menjadi fokus kedepan adalah pengembangan sumber daya manusia.

"Anggaran yang banyak tadi itu, fokusnya pada pengembangan SDM. Salah satunya mengurangi stunting," ujarnya.

Pujian Halim tak hanya satu. Kebijakan gubernur dalam membagi pekerjaan memenuhi indikator desa mandiri bersama Polda Kalbar dan Kodam XII Tanjungpura diapresiasi."Bagus itu. Pola kebijakan yang diambil Pak Gub di sini. Nanti akan kita kloning. Tapi tentu dengan mempertimbangkan kearifan lokal," timbangnya.

Artinya, setiap pembangunan di desa akan selalu memperhatikan dan mempertimbangkan budaya masyarakat setempat yang berbasis kearifan lokal. "Misalnya di NTT. Tentu nanti ada beberapa program dimodifikasi. Sesuai dengan kondisi budaya masyarakat di situ," pungkas Halim.

Sutarmidji mengakui, kerjasama TNI dan Polri dalam menyelesaikan 52 indikator membentuk desa mandiri, terbukti berhasil. "Kita bagi variabelnya. Ternyata ada satu percepatan yang luar biasa kan. Sekarang sudah ada 87 desa mandiri. Itu kan luar biasa," sebutnya.

Padahal, sebelum menjabat Gubernur, Kalbar hanya punya satu desa mandiri. Yang berada di Kabupaten Kayong Utara. Tapi baru terhitung setahun memimpin Kalbar sudah ada 87 desa mandiri, dan 188 desa maju.

"Jadi 188 desa maju itu modal untuk menjadi desa mandiri," tuturnya yang mengakui pembangunan paling efektif itu mesti dimulai dari desa-desa.

Imbuh ia, "Kalau tidak dari desa, tidak akan ada capaian-capaian yang berarti. Nah, sekarang itu yang kita lakukan. Alhamdulilah, apa yang kita kerjakan saat ini selaras dengan program kementerian".

Kedepan, Sutarmidji akan mendorong desa-desa harus lebih banyak melakukan inovasi. Sebab, di desa banyak hal yang bisa dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Ini harus dimotivasi terus. Banyak yang bisa dibuat desa itu. Banyak! Cuma, kita masih belum tersinkronisasi dengan baik. Tapi kedepan bisa," pungkasnya. (Abdul Halikurrahman/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers