UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 03 November 2019 16:05
BNN Bilang Kratom Dilarang Digunakan Dalam Suplemen Makanaan dan Obat Tradisional
Efeknya 13 Kali Kekuatan Morfin, Bagaimana Nasib Petani Kratom
Pengolahan kratom di Kalbar.

PONTIANAK- Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengeluarkan pernyataan sikap terkait peredaran dan penyalahgunaan Kratom (Mytragyna speciosa) di Indonesia.

Pernyataan sikap itu tertuang dalam surat nomor B/3985/X/KA/PL.02/2019/BNN yang dikeluarkan pada 31 Oktober 2019 dan ditandatangani oleh Kepala BNN RI Heru Winarko. Dalam surat itu, BNN menyatakan, tanaman dengan nama Latin Mytragyna speciosa itu masuk ke dalam daftar bahan yang dilarang digunakan dalam suplemen makanan dan obat tradisional.

BNN juga menyebutkan, Kratom mengandung senyawa yang berbahaya bagi kesehatan, diantaranya alkaloid mitragynine yang pada dosis rendah mempunyai efek stimulan dan dosis tinggi dapat memiliki efek sedative-narkotika.

Selain itu, Kratom juga mengandung 7-HO-mitragynine memiliki efek 13 kali kekuatan morfin yang dapat menimbulkan withdrawal symptoms (adiksi), depresi, pernafasan serta kematian.

Dalam surat BNN dengan tegas menyatakan sikap, yang mana mendukung keputusan komite nasional perubahan penggolongan narkotika dan psikotropika yang mengklasifikasikan Kratom sebagai narkotika golongan I yang tidak diperbolehkan dipergunakan dalam medis, dengan masa transisi 5 tahun.

Melakukan pemberdayaan alternatif tanaman Kratom khususnya di Kalimantan, melakukan sosialisasi dan pencegahan bahaya pemakaian Kratom di Indonesia khususnya di Kalimantan bersama kementerian terkait dan mendorong kementerian terkait agar mempersiapkan kebijakan yang sesuai paksa berakhirnya masa transisi di Indonesia.

Kepala BNN RI melalui Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono membenarkan pernyataan sikap BNN melalui surat tersebut.

“Benar. Itu surat resmi BNN. Kemarin baru didistribusikan,” katanya saat dihubungi Pontianak Post. Menurutnya, tanaman Kratom adalah tanaman narkoba.

Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan, tanaman Kratom merupakan salah satu komoditas unggulan di daerahnya. Bahkan, sejak puluhan tahun yang lalu, masyarakat telah melakoninya menjadi tanaman alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, terutama saat harga beberapa komoditas seperti karet dan sawit anjlok.

“Saya sampaikan kepada Kepala BNN, Kratom ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Tapi kenapa baru sekarang ribut?” Kata Nasir. Menurut Nasir, dirinya sepakat Kratom harus di bawah kontrol pemerintah. Untuk itu, pihaknya akan membuat regulasi terkait dengan tata kelola perdagangan maupun ekspor.

“Kalau mau ekspor, individu tidak boleh. Karena sulit dikontrol dan tidak ada pendapatan untuk daerah. Cukup satu pintu. Kratom tetap di bawah pengawasan pemerintah,” katanya. “Saya yakin di Kapuas Hulu, ada orang yang mati karena Kratom. Tapi malah sebaliknya, ekonominya bangkit karena Kratom,” sambungnya. (arf)

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 Mei 2022 11:30

Bumblebee Goby yang Mulai Menghilang dari Parit Pontianak

Apa itu bumblebee goby? Masyarakat Kota Pontianak pasti tidak familiar dengan…

Senin, 23 Mei 2022 11:28

Kejari Singkawang Tahan EP, Tersangka Dugaan Korupsi BPNT Kemensos di Kota Singkawang

Kejaksaan Negeri Singkawang menahan EP, tenaga pelaksana Bantuan Pangan Non…

Kamis, 05 Mei 2022 13:16

3 Ribu Lebih Narapidana di Kalbar Mendapat Potongan Masa Hukuman

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang ditunggu banyak orang,…

Kamis, 05 Mei 2022 13:14

Gubernur Kalbar, Larangan Ekspor Minyak Sawit Miliki Dampak Positif dan Negatif

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji sempat bingung soal kebijakan larangan…

Kamis, 05 Mei 2022 13:07

Kuota Haji Kalbar 1.150 Jemaah

 Kuota Haji Provinsi Kalimantan Barat telah ditentukan. Darohman, Kepala Bidang…

Kamis, 28 April 2022 00:04

Pendangkalan Sungai Kapuas Bukti Nyata Perubahan Iklim di Kalbar

Pendangkalan di aliran Sungai Kapuas menjadi indikasi rusaknya lingkungan di…

Rabu, 27 April 2022 23:58

Ahli Waris Pertanyakan Pembayaran Lahan Jembatan Kembar Landak

Proses pembayaran lahan dampak dari pembangunan Jembatan Duplikasi atau jembatan…

Rabu, 27 April 2022 23:55

Sekda Kalbar: ASN Jangan Mudik Pakai Kendaraan Dinas!

 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melarang pejabat dan Aparatur Sipil…

Minggu, 17 April 2022 21:16

Tambang Emas Makan Korban Lagi, Enam Pekerja di Bengkayang Tewas Tertimbun

 Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah kabupaten Bengkayang…

Minggu, 17 April 2022 21:14

Konsumsi Listrik Meningkat, Tanda Perekonomian di Kalbar Semakin Menggeliat

Hingga akhir Maret (TW 1) tahun 2022, PLN Kalbar mencatatkan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers