UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 02 November 2019 22:34
Iuran Naik Seratus Persen, Meski Bebannya Bertambah, Peserta BPJS Pasrah
ilustrasi

PROKAL.CO,

PONTIANAK-  Dieritakan Rakyat Kalbar, kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang direncanakan akan berlaku 1 Januari 2020 mendatang, mengusik kepedulian Wakil Ketua DPRD Kalbar, Ir. Suriansyah. Ia menilai kebijakan tersebut perlu ditelaah kembali.

"Pemerintah perlu mengkaji ulang, karena menaikkan iuran BPJS hingga 100 persen, tentu akan memberatkan masyarakat. Terutama mereka yang berpenghasilan rendah, dan memerlukan jaminan kesehatan. Tentu sangat berat," kata Suriansyah kepada Rakyat Kalbar, Kamis, (31/10).

Menurutnya, kesehatan adalah hak masyarakat, dan hak warga negara. Sementara kemampuan ekonomi warga negara Indonesia saat ini masih sangat berat untuk diberikan beban kenaikan iuran BPJS.

Untuk itu, Pemerintah perlu kembali mengkaji ulang keputusannya. Pemerintah harus lebih kreatif dalam mencari sumber dana. 

"Bisa lewat pajak rokok, bisa lewat kerja sama investasi dalam bentuk usaha lain terkait pemanfaatan BPJS tersebut. Tidak dengan menaikkan iuran BPJS," ungkapnya.

Kata Suriansyah, Direktur Utama BPJS pun harus orang yang mampu menggali sumber potensi lain. Sebab potensi BPJS ini besar. Anggarannya dihimpun dari seluruh Indonesia, yang sifatnya gotong royong.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers