UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 02 November 2019 12:11
Menyesal Habisi Nyawa Keluarga Sendiri
Menyesal. Bernardinus Bonos (kaos merah) menceritakan pembunuhan yang dilakukannya terhadap Herkulanus Deo kepada awak media di Mapolres Ketapang, Jumat (1/11). Muhammad Fauzi/RK

PROKAL.CO, KETAPANG - Penyesalan datangnya memang selalu belakangan. Begitu pula dengan Bernardinus Bonos, 63, sangat menyesal sudah membunuh Herkulanus Deo, 44, Rabu (30/10) malam.

Bonos mengatakan di luar kontrol saat menghabisi korban yang ada kaitan keluarga dengan dirinya. Ia mengaku memukul kepala korban tanpa sebab lantaran dalam keadaan habis minum alkohol di acara adat di rumah keluarganya yang meninggal dunia di Dusun Kaliampu, Desa Batu Beransah, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang.

"Saat itu saya ikut datang dan membantu menghidangkan makanan di acara adat keluarga yang meninggal. Korban juga ada di lokasi, korban bermain gendang," tutur Bonos saat ditemui di Mapolres Ketapang, Jumat (1/11).

Ia melanjutkan, usai membantu menyajikan makanan, sontak Bonos terkejut ketika korban membentak dirinya. Tak cuma membentak, Bonos mengaku dipukul Deo menggunakan kelinang atau alat untuk bergendang yang terbuat dari kuningan tembaga.

"Saat itu sontak saya juga membalasnya," ujarnya. Sempat terjadi perkelahian antara keduanya sebelum dipisahkan warga. Kemudian Bonos pulang ke rumahnya sambil bertanya-tanya dalam hati salah apa dirinya sampai dipukul tanpa sebab.

"Apalagi sebelumnya tidak ada masalah saya dengan korban," jelasnya. Sesampai di rumah, anak Bonos melihat wajahnya bercucuran darah. Sang anak bertanya kenapa wajahnya berdarah. Bonos pun langsung memeriksa wajahnya yang ternyata memang sudah bercucuran darah.

"Awalnya saya tidak sadar pelipis mata saya berdarah karena saya dalam keadaan mabuk," ungkapnya.

Mengetahui itu, Bonos naik pitam. Emosinya serasa tak terbendung lagi. Ia lantas mencari dan mengambil parang panjang untuk mendatangi korban lagi.

"Namun istri dan anak saya melarang dan mengambil parang tersebut kemudian disembunyikannya," tuturnya.

Saat itu, Bonos mengaku sedikit tenang. Ia kemudian berbaring. Sedangkan istri dan anaknya pergi ke lokasi kejadian. Selang beberapa menit kemudian dirinya bangun dan mencari parang yang disembunyikan istrinya.

"Setelah dicari-cari akhirnya parangnya saya temukan, kemudian saya ke lokasi kejadian dan langsung menebaskan parang tersebut dua kali ke korban kemudian langsung pergi," terangnya.

Beberapa waktu setelah kejadian, dirinya kemudian diamankan anggota Polsek Tumbang Titi. Saat itu, kondisinya mulai stabil. Pengaruh alkohol di dalam tubuhnya mulai hilang. Sontak ia menyesali perbuatannya.

"Sampai saat ini penyesalan itu ada, bahkan saya sempat menangis, apalagi korban juga masih keluarga saya," ujarnya.

Dikatakan dia, tindakan yang dilakukannya lantaran mabuk dan emosi. Bahkan emosinya tidak terkontrol.

"Saya sudah tobatkan tidak akan mabuk lagi, karena mabuk itu racun hidup. Saya berpesan ke anak-anak untuk tidak ikuti apa yang saya lakukan termasuk minum-minuman keras," pesan Bonos.

Diberitakan sebelumnya, Deo tewas akibst dua kali tebasan parang di tangan Bonos, sekira pukul 19.30 Wib, Rabu (30/10). Deo tewas seketika dengan luka leher nyaris putus. Diduga pelaku sudah minum cukup banyak arak atau tuak yang disuguhkan di acara adat begendang di rumah seorang warga.

Barang bukti sebilah parang sepanjang 60 cm disita polisi. Tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP, pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan nyawa orang. Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara. ( Muhammad Fauzi/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers