UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Jumat, 01 November 2019 11:07
18 Kg Sisik Trenggiling di Fortuner
HEWAN LANGKA. Kapolresta Pontianak Kota AKBP Ade Ary Syam Indradi memberikan keterangan terkait penangkapan penyelundup 18 Kg sisik Trenggiling di kantornya, kemarin. Andi Ridwansyah-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK-  Tak salah sebut kalau Kalbar itu surganya para penyeludup Narkoba, Miras, hingga hewan langka. Seperti langkah sial RD, 28 dan TR, 41, tengah tecogok dicokok polisi di warung kopi Jl. Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak Kota, sekira pukul 19;00, Sabtu (28/9).

Aparat Polresta Pontianak pun menyita 18 Kg sisik trenggiling dari kedua tersangka. Penangkapan, diawali informasi adanya sebuah mobil membawa sisik trenggiling.

"Anggota kami melakukan penyelidikan. Dan berhasil mengamankan dua pria mengendarai mobil Fortuner, yang di dalamnya ada dua karung kulit trenggiling dengan berat 18 Kg," tutur Kapolresta Pontianak Kota AKBP Ade Ary Syam Indradi seperti diberitakan Rakyat Kalbar..

Pelaku digelandang ke Mapolresta bersama barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut. Apakah mereka pebisnis hewan langka yang gentayangan di Kalbar. Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku berdalih disuruh seorang pria berinisial RJ.

"RJ pun akhirnya diburu dan berhasil kita amankan di Sanggau," jelas Kapolresta.

Bisnis kulit, sisik atau offset hewan langka ternyata menggiurkan. Para pelaku membeli sisik trenggiling seharga Rp1,2 juta-Rp1,5 juta per kg. Barang tersebut akan ditampung oleh salah seorang yang masih dalam pengejaran kita (DPO).

"Barang tersebut dijual dengan harga Rp1,8 juta per kg. Jadi mereka mendapatkan keuntungan 300 hingga 600 ribu perkilonya," ujarnya.

Kepada petugas RJ mengaku baru melakoni bisnis sisik trenggiling. Barang tersebut ia dapatkan dengan cara membeli dari warga. "Beli di kampung Pak," akunya.

Namun dia berkelit dan menolak kemana dijual. RJ mengaku kurang tau. "Jual saya kurang tau Pak. Yang tau ada kawan yang kabur (DPO) Pak," katanya ngeles.

Pelaku pembeli, penjual, pengumpul kulit maupun hewan langka, akan dijebloskan ke jeruji besi. Ketiganya mendekam di sel tahanan Polresta. Dan akan dijerat dengan pasal 42 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Eko Sistemnya.

Ancaman hukumannya paling lama lima tahun penjara. Dan denda paling banyak sebesar Rp100 juta. (Andi Ridwansyah/rk)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers