UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 01 November 2019 11:03
Diduga dari Sarawak, Masuk Kalbar lewat Jalan Tikus, 4.111 Botol Miras Ilegal Disita
ILEGAL. Kapolresta AKBP Ade Ary Syam Indradi menggelar konperensi pers pengungkapan miras ilegal di Mapolresta Pontianak, Rabu, (31/19). Andi Ridwansyah-RK

PONTIANAK- Tidak semahal dan serumit bisnis serta peredaran Narkoba, ribuan botol minuman keras illegal impor berbagai merk berhasil ditangkap aparat Polresta Pontianak di Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya, Kamis (24/10) malam.

Diberitakan Rakyat Kalbar, jumlahnya lumayan, 4.111 botol, dimuat dalam sebuah truk. Menariknya, dan sekaligus rumit juga, belum terlacak asal miras tersebut. Diduga dari jiran Sarawak, Malaysia, lewat jalan tikus di perbatasan. Namun pihak kepolisian belum berani memastikan, karena sedang dilacak.

"Rencananya minuman beralkohol tersebut akan dikirim pelaku RIW ke Semarang, melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak," ungkap Kapolresta Pontianak AKBP Ade Ary Syam Indradi pada konperensi pers di Mapolresta, Rabu, (31/19) sore.

Namun, miras yang ditaruh dalam puluhan kardus dan karung, itu duluan terendus petugas sehingga gagal dibawa ke Pelabuhan. "Jadi informasi dari masyarakat, ada sebuah truk yang membawa ratusan bahkan ribuan botol miras," tutur Ade kepada wartawan.

Polisi yang bertugas di kawasan Pelabuhan Dwikora (KP3L) bersama Satreskrim Polresta Pontianak bergerak cepat melacak truk miras itu. Hingga akhirnya pukul 23:15 WIB aparat tak salah lagi memastikan, langsung truk diamankan.

Supir dan kernet yang diinterograsi, hanya menunjukan selembar nota angkutan saja dan legalitas mobil berupa STNK. "Didalami petugas terhadap izin usaha perdagangannya, kepemilikan, supir lalu berkomunikasi dengan pemilik barang yakni RIW," ujar Kapolresta.

Ketimbang lolos, RIW pun diburu dan berhasil ditangkap di sebuah rumah kos di dalam Kota Pontianak. Belum banyak yang bisa diungkap dari RIW. Hanya saja berhasil mengamankan sedikitnya 12 jenis miras.

"Setelah kita hitung jumlahnya ada 4.111 botol minuman. Yang rata-rata kadar alkoholnya 40%," jelasnya.

Namun, AKBP Ade Ary Syam mengaku masih melakukan pendalaman terkait kepemilikan miras seludupan tersebut. Sebab, jawaban pelaku berubah-ubah.

"Yang jelas pelaku RIW ini mengaku yang bertanggung jawab. Tapi kita juga tidak percaya begitu saja yang disampaikan tersangka. Kita akan kembangkan lagi. Asal-usulnya dari mana dan lain sebagainya," tambahnya.

Tersangka RIW yang dihadirkan di jumpa pers itupun tak jelas wajahnya. Warga Surabaya itu ditutup wajahnya dengan masker. Di hadapan petugas dia mengaku baru dua kali melakukan bisnis ilegal tersebut.

"Baru dua aja Pak. Ini kali kedua pengiriman Pak," kelitnya mengatakan Juni lalu berhasil membawa 240 botol miras.

RIW yang warga Jalan Sulung Utara, Kota Surabaya, itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena tidak bisa menunjukan izin usaha. Dia dijerat dengan pasal berlapis. Yakni UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 dengan ancaman pidana lima tahun. Ditimpakan pula dengan UU Perdagangan pasal 106 dan 109 tentang kegiatan usaha tanpa izin, serta UU tentang pangan.

Kapolresta Pontianak AKBP Ade Ary mengingatkan, bahwa minuman keras adalah pencetus penyakit masyarakat yang harus diberantas. Untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk tidak coba-coba melakukan perbuatan ilegal.

"Karena, kalau diketahui dan tertangkap, kami unsur Forkopimda pasti akan memprosesnya," pungkasnya. (Andi Ridwansyah/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 Mei 2022 11:30

Bumblebee Goby yang Mulai Menghilang dari Parit Pontianak

Apa itu bumblebee goby? Masyarakat Kota Pontianak pasti tidak familiar dengan…

Senin, 23 Mei 2022 11:28

Kejari Singkawang Tahan EP, Tersangka Dugaan Korupsi BPNT Kemensos di Kota Singkawang

Kejaksaan Negeri Singkawang menahan EP, tenaga pelaksana Bantuan Pangan Non…

Kamis, 05 Mei 2022 13:16

3 Ribu Lebih Narapidana di Kalbar Mendapat Potongan Masa Hukuman

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang ditunggu banyak orang,…

Kamis, 05 Mei 2022 13:14

Gubernur Kalbar, Larangan Ekspor Minyak Sawit Miliki Dampak Positif dan Negatif

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji sempat bingung soal kebijakan larangan…

Kamis, 05 Mei 2022 13:07

Kuota Haji Kalbar 1.150 Jemaah

 Kuota Haji Provinsi Kalimantan Barat telah ditentukan. Darohman, Kepala Bidang…

Kamis, 28 April 2022 00:04

Pendangkalan Sungai Kapuas Bukti Nyata Perubahan Iklim di Kalbar

Pendangkalan di aliran Sungai Kapuas menjadi indikasi rusaknya lingkungan di…

Rabu, 27 April 2022 23:58

Ahli Waris Pertanyakan Pembayaran Lahan Jembatan Kembar Landak

Proses pembayaran lahan dampak dari pembangunan Jembatan Duplikasi atau jembatan…

Rabu, 27 April 2022 23:55

Sekda Kalbar: ASN Jangan Mudik Pakai Kendaraan Dinas!

 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melarang pejabat dan Aparatur Sipil…

Minggu, 17 April 2022 21:16

Tambang Emas Makan Korban Lagi, Enam Pekerja di Bengkayang Tewas Tertimbun

 Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah kabupaten Bengkayang…

Minggu, 17 April 2022 21:14

Konsumsi Listrik Meningkat, Tanda Perekonomian di Kalbar Semakin Menggeliat

Hingga akhir Maret (TW 1) tahun 2022, PLN Kalbar mencatatkan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers