UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 29 Oktober 2019 10:18
Pemilik 107 Kg Sabu Ini Lolos Hukuman Mati, Menangis
MENANGIS. Ignasius Petrus Loli menangis ketika meninggalkan ruang sidang setelah divonis seumur hidup oleh PN Bengkayang, Senin (28/10). Kurnadi/RK

PROKAL.CO, BENGKAYANG- Dewi Fortuna di Pengadilan Negeri (PN) Bengkayang masih berpihak kepada Ignasius Petrus Loli. Penjahat Narkoba yang sempat didakwa dengan hukuman mati itu lolos dari kursi listrik.

Diberitakan Rakyat Kalbar, begitu palu hakim berdentam, Petrus Loli pun meneteskan air mata. Majelis Hakim (PN) Bengkayang hanya menjatuhkan vonis seumur hidup atas Petrus Loli, karena kepemilikan 107,77 Kg sabu dan 114.699 butir ekstasi, Senin (28/10).

Pedang Dewi Keadilan menyelamatkan Petrus Loli sehingga dia menangis ketika meninggalkan ruang sidang. Sebelumnya dia didakwa hukuman mati pada sidang putusan kasus narkotika dengan Nomor Perkara: 90/Pid.Sus/2019/PN.Bek dan Nomor Perkara: 91/Pid.Sus/PN.Bek, Ignasius didakwa bersama rekannya Hendri alias Muhamad Idris. Kemudian, pada sidang kedua terdakwa digelar terpisah.

Sidang yang dimulai pukul 14:00 dan berakhir hingga pukul 19:00 WIB, itu dipimpin Hakim Ketua Brelly Yuniar Dien Wardi Haskori,SH.MH dengan hakim anggota Hendri Irawan,SH. MHum dan Doni Silalahi,SH serta Panitera Helmi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Ardhi Prasetyo,SH dan Zaenal Abidin Simarmata,SH. Saat sidang putusan ini kedua terdakwa didampingi Kuasa Hukumnya, Zakarias SH.

Ignasius Petrus Loli alias Arnoldus Topan dan Hendri, didakwa telah melanggar pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 1999 tentang Narkotika. Namun majelis hakim memberikan waktu tujuh hari kepada terpidana untuk menerima, menolak atau pikir-pikir.

Vonis seumur hidup bagi Petrus Loli menjadi perhatian masyarakat Bengkayang, dan Kalbar karena spektakulernya barang bukti hingga lebih 100 Kg sabu dan ratusan ribu pil ekstasi. Petrus Loli mengakui kalau barang illegal berbahaya itu merupakan titipan seseorang untuk dibawanya, dengan upah Rp10 juta.

Akhirnya Majelis Hakim PN Bengkayang menjatuhkan hukuman yang tidak maksimal, untuk “kepemilikan” narkotika sebanyak itu.

"Hal itu sesuai dengan fakta-fakta yang didengarkan di ruang persidangan dan berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Jadi sudah sepantasnya terdakwa dihukum seumur hidup," ujar Brelly.

Namun kuasa hukumnya, Zakarias, merasa keberatan dengan putusan Majelis Hakim PN Bengkayang yang dianggapnya terlalu tinggi. "Klien saya Ignasius Petrus Loli dalam persidangan split terpisah dalam dua perkara dijatuhi hukuman seumur hidup," ujarnya.

Zakarias mengungkapkan, kliennya tidak mengetahui kalau barang yang diambilnya adalah narkotika. Terdakwa hanya mengetahui bahwa dia membawa akar bahar yang dilindungi Undang Undang. "Kalau dia tahu, tidak mungkin hanya dibayar Rp10 juta," ujarnya yang sebelumnya berharap kliennya divonis lebih ringan.

Sidang sempat diskor pukul 17:30. Setelah itu dilanjutkan dengan putusan terhadap terdakwa dalam kasus yang sama, yaitu Muhammad Idris alias Hendri. Yang juga divonis seumur hidup.

JPU Ardhi Prasetyo menyampaikan, pihaknya telah menuntut kedua terdakwa dengan hukuman mati. Atas vonis seumur hidup ini, JPU akan pikir-pikir untuk mengambil langkah selanjutnya.

Demikian pula dengan terpidana Petrus Loli, kuasa hukumnya pun tidak serta merta mengajukan banding atas vonis kliennya, pada sidang tersebut. (kurnadi/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers