UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 24 Oktober 2019 12:52
10 Ribu Penari Jepin di Hari Jadi ke-248
MERIAH. Jepin Bersama memperingati HUT ke-248 Kota Pontianak, Rabu (23/10). Rizka Nanda-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Angka 248 jadi istimewa bagi Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Setelah menggelar Tari Jepin dengan 10.000 penari berbaju kurung dan telok belanga, dua penghargaan pun disabetnya dari MURI.

Yang pertama penghargaan kebudayaan untuk Wali Kota Edi Rusdi Kamtono berupa Nugraha Satya Bakti Budaya. Statusnya, sebagai Pembina Seni Budaya dan Pariwisata Daerah dari Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia.

Kedua, penghargaan atas Pemecahan Rekor MURI untuk Pagelaran Tari Jepin oleh Penari Terbanyak dan Berbusana Baju Kurung oleh Perempuan Terbanyak.

Penghargaan selain diterima Wali Kota, satu penghargaan Rekor MURI Berbusana Baju Kurung oleh Perempuan Terbanyak diserahkan kepada Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbistutie Kamtono.

Tak pelak, halaman Kantor Wali Kota yang jadi puncak peringatan Hari Jadi Kota Pontianak ke-248, Rabu (23/10), luar biasa meriah.

Ketua umum Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia, Totok Sudarwoto, penghargaan Nugraha Satya Bakti Budaya Daerah buat Edi Kamtono, lantaran komitmennya dalam membina dan mengembangkan seni budaya dan kearifan lokal serta pariwisata daerah.

"Salah satunya Tari Jepin yang pada hari ini memecahkan rekor MURI. Jumlah penari terbanyak sekitar 9 ribu penari. Luar biasa, salut dan selamat buat Kota Pontianak," ujarnya seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Kata dia, Kota Pontianak memiliki potensi unik. Memadukan seni budaya dan pariwisata dari berbagai suku dengan berbagai corak ragam adat dan tradisinya. Tinggal bagaimana mengemas, merawat, mengembangkan dan mempromosikannya lagi.

“Akan terbuka lebar bagi Pontianak untuk menjadi tuan rumah kunjungan wisata. Diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk menggerakkan ekonomi kreatif maupun PAD dan sebagainya," kata Totok.

Wali Kota Edi Rusdi Kamtono sangat antusias dengan pemecahan rekor MURI untuk Tari Jepin terbanyak. Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi. Ini membuktikan masyarakat sangat cinta kepada Kota Pontianak. "Dan bangga dengan Kota Pontianak," ujarnya.

Perihal Berbusana Baju Kurung oleh Perempuan Terbanyak, akan dipertahankan pada peringatan tahun depan. Namun akan tetap dengan hal baru. "Harus ada inovasi baru setiap Hari Jadi Kota Pontianak," harapnya.

TERHARU DAN BANGGA

Tak gampang mengatur, menata, mengelola lebih dari 10 ribu penari. Inilah tari kolosal khas Kota Pontianak, Tari Jepin dengan pakaian khas Melayu Pontianak, Telok Belanga dan Baju Kurung.

Lagak gaya hari jadi itu megah meriah mewarnai ruas Jalan Rahadi Usman, depan Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (23/10/2019). Pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar dan masyarakat berbaur berlenggok menari Jepin. Hasilnya, memecahkan rekor MURI Penari Jepin Terbanyak.

Apa kata Wali Kota Edi Kamtono? “Makan durian terase enaknye. Sudah 248 tahun umurnye, Pontianak name kotenye.” Begitu pantun dilantun pembuka acara yang diucapkan Wali Kota Edi Rusdi Kamtono.

"Saya terharu dan bangga atas kehadiran seluruh peserta puncak peringatan Hari Jadi Kota Pontianak ke-248 yang dengan semangat, sejak subuh sudah berdandan. Dan sudah mempersiapkan segala aksesorisnya sejak sebulan lalu," ungkapnya.

Menurut laporan yang diterimanya, orang nomor satu di Kota Pontianak ini menyebut, para pengrajin atau penjahit dan perias wajah akhir-akhir ini menerima pesanan membludak. Mulai dari telok belanga dan baju kurung, kain corak insang, tanjak hingga perias wajah. Semua masyarakat Pontianak merayakan Hari Jadi Kota Pontianak.

"Mudah-mudahan dengan momen peringatan Hari Jadi ke 248 ini menjadikan seluruh masyarakat Kota Pontianak merasa bangga. Dan bermanfaat bagi kesejahteraan penduduk kota Pontianak," tuturnya.

Bagaimanapun, yang terpenting adalah capaian-capaian Pemerintah Kota Pontianak di beberapa sektor. Diantaranya angka kemiskinan menurun, dari 5,31 persen menjadi 5 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak meningkat dari sebelumnya 77,96 persen menjadi 78,56 persen. "Dan masih banyak lagi hal-hal yang menjadi target untuk kita capai," ungkapnya.

Namun Edi Kamtono mengakui, masih ada beberapa permasalahan kota yang menjadi pekerjaan rumah seiring dengan bertambahnya penduduk. Saat ini Kota Pontianak dihuni oleh 667 ribu orang.

Pertambahan penduduk dipastikan bertambahnya berbagai masalah. Dan menurutnya tidak bisa dituntaskan dalam tempo setahun atau dua tahun. Dan tidak hanya oleh pemerintah saja, semua pihak harus berpartisipasi.

"Mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan warga Kota Pontianak juga harus mendukung," harap Edi Kamtono. (riz)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers