UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 21 Oktober 2019 10:51
Gadis SMP Nikah Pesanan dengan Lelaki Tiongkok

Digerebek di Sungai Kunyit,

TPPO. Polisi mengamankan barang bukti TPPO, Ahad (20/10), Siang. Alfi Shandy-RK

PROKAL.CO, MEMPAWAH-Penjualan gadis bawah umur untuk pengantin pesanan lelaki Tiongkok, belum berhenti juga. Ahad (20/10) siang, jajaran Polsek Sungai Kunyit menggerebek acara pernikahan adat siswi SMP dengan lelaki RRC, sekira pukul 11:00 WIB.

Beruntung masyarakat masih peduli. Menurut Iswandi, pengurus Serikat Buruh Migran Indonesia Mempawah, acara itu terjadi di Desa Bukit Batu, Dusun Kembang Lada, RT 07/RW 03. Sebut saja nama samarannya Fanta, 16 tahun, siap-siap dinikahi Qu Shaoqing, 26, berpaspor RRC.

Informasi beberapa hari lalu itu, ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan jajaran Polres Mempawah, Polsek Sungai Kunyit, Babinsa dan KPAID Kabupaten Mempawah. Bagi tugas, mereka mengintai aktivitas di kediaman si Comblang.

SBMI dan polisi pun menyusun strategi. Ketika acara perkawinan sedang berlangsung, petugas pun merangsek ke rumah tersebut menggerebek acara nikah. Di situ petugas mendapati dua WNA Tiongkok. Qu Shaoqing tengah melakukan ritual nikah adat dengan Fanta.

Acara pun berantakan. Petugas meminta ditunjukan dokumen pernikahan, WNA tak dapat memberikan bukti administrasi yang dibutuhkan dalam proses perkawinan antarnegara sebagaimana telah diatur dalam Undang Undang.

“Sesuai prosedur, WNA yang akan menikah di Indonesia harus mendapatkan surat izin kedutaan dan ada surat tinggal di Indonesia. Serta pernyataan dari pemerintah daerah setempat,” ujar Iswandi seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Dari lokasi penggerebekan itu, kata Iswandi, petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp20 juta dan perhiasan emas sebagai mahar berupa cincin, gelang, anting dan lainnya.

“Menurut keterangan keluarga perempuan, mereka menyepakati uang tunai senilai Rp25 juta dan sejumlah prhiasan emas. Dari total Rp25 juta itu, sebesar Rp5 juta sudah diserahkan di muka untuk persiapan acara perkawinan. Uang dan perhiasan sudah diamankan sebagai barang bukti,” ungkapnya.

Masih dalam penggerebekan itu, kata Iswandi, petugas juga menggelandang sejumlah orang. Diantaranya Qu Shaoqing yang melangsungkan pernikahan, dan dua orang selaku comblang dalam kasus TPPO tersebut.

“Ccomblang yang diamankan adalah bapak dan anak, yakni Akiong dan Aju. Keduanya warga Sungai Duri,” ungkapnya. Dalam praktik percomblangannya, Aju berkomunikasi langsung dengan WNA dari Tiongkok. Aju sendiri menikah dengan perempuan asal Tiongkok. Sehingga Aju dengan leluasa mencari pria-pria Tiongkok yang mencari jodoh perempuan asal Kabupaten Mempawah.

“Dari informasi yang kami himpun, WNA mempelai laki-laki ini sudah mengeluarkan uang sekitar Rp 350 juta untuk proses perkawinan pesanannya dengan Fanta ini. Dari berbagai kasus yang pernah kita tangani, biasanya WNA mempelai laki-laki bisa menghabiskan Rp400-Rp 800 juta untuk satu perkawinan,” ungkapnya.

Masih kata Iswandi, para pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Mempawah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia memastikan SBMI akan terus mengawasi dan memantau perkembangan kasus tersebut agar para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami juga melibatkan KPAID mengingat korban Fanta merupakan anak bawah umur. Sehingga, kasus ini tidak hanya TPPO melainkan juga melanggar UU Perlindungan Anak,” ujarnya. ( Alfi Sandy/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*