UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:44
Gara-Gara Utang-Piutang, Nyawa Nyaris Melayang

Punggung dan Perut Ditusuk Bertubi-tubi

PROKAL.CO, MEMPAWAH- Gara-gara utang-piutang, nyawa seorang pemuda, Bayu, 24, warga Komplek Abrasi, Desa Malikian, Kecamatan Mempawah Hilir, nyaris melayang. Ia terkapar bersimbah darah setelah ditusuk pelaku berisial EK di bagian perut dan punggungnya berkali-kali, Kamis (17/10) di pinggir jalan raya Malikian.

 Informasi yang dihimpun Rakyat Kalbar, pelaku EK juga tinggal di Komplek Abrasi. Baik korban dan pelaku diduga saling mengenal.Peritiwa berawal ketika Bayu bersama rekan-rekannya nongkrong di pinggir Jalan Raya Malikian. Bayu sendiri baru tiga hari ini pulang ke kampung halamannya setelah bekerja mengantarkan ayam potong ke Kabupaten Sintang.

Sedang asik bercengkarama bersama rekan-rekannya, tiba-tiba datang EK menggunakan sepeda motor. Bayu kemudian diajak EK bicara empat mata, tak jauh dari lokasinya berkumpul bersama rekan-rekan lainnya. 

Tak lama berselang, terjadi cekcok mulut antara keduanya, hingga akhirnya EK mengeluarkan sebilah pisau yang telah disiapkannya dari rumah dan langsung menusuk punggung atas dan bawah serta perut korban. 

Seketika Bayu pun roboh bersimbah darah mendapatkan tiga kali bacokan di tubuhnya. Sementara pelaku langsung tancap gas. 

Sejumlah rekan korban yang melihat kejadian itu dalam jarak cukup jauh mencoba mendekati TKP. Saat menghampiri lokasi itu, rekan-rekannya mendapati korban sudah bersimbah darah dan tergetelak di pinggir jalan raya. Mereka sempat melakukan pengejaran namun pelaku sudah lebih dulu kabur. 

Warga yang mengetahui kejadian itu sontak berusaha memberikan pertolongan terhadap korban Bayu. Mengingat, korban sudah dalam kondisi terluka parah dengan tiga luka tusukan. Korban dilarikan ke RSUD dr Rubini Mempawah untuk mendapatkan penanganan medis. 

“Kami sempat mengejar pelaku. Namun, pelaku sangat cepat kabur menggunakan sepeda motor. Kami memutuskan menolong korban yang kondisinya sangat parah,” aku salah seorang rekan korban yang enggan namanya dikorankan. 

Hingga berita ini ditulis, keberadaan pelaku EK masih belum berhasil ditemukan. Pihak kepolisian masih memburu dan melacak pelarian pelaku. 

“Pelaku kabur ke arah Kota Mempawah,” ungkap rekan korban.Sementara itu, keluarga korban mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. Keluarga baru mengetahuinya setelah beberapa waktu setelah penusukan. Informasi itu didapat dari rekan dan warga lain yang melihat kejadian itu. 

“Saya tidak tahu pasti apa yang memicu terjadinya pembacokan terhadap korban ini. Kami tidak tahu permasalahannya apa,” aku abang korban, Mijik. 

Saat pembacokan itu terjadi, Mijik mengaku sedang beristirahat di rumah. Sehingga, dirinya tidak tahu persis kronologis dan penyebab aksi nekad pelaku dengan menusukan senjata tajam ke tubuh adiknya. 

“Kami baru tahu dari warga yang menginformasikan kalau korban dibacok dan sudah dibawa ke rumah sakit. Kami pun menyusul ke rumah sakit dan melihat korban sudah dalam kondisi luka,” tuturnya. 

Dia pun berharap polisi segera mengungkap keberadaan pelaku yang sampai saat ini dikabarkan masih buron. Keluarga minta agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai perbuatannya. “Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum,” tegas Mijik. 

Sementara itu, Bayu telah mendapatkan penanganan intensif dari petugas medis RSUD dr Rubini Mempawah. Luka parah yang dialami korban memaksa petugas melakukan operasi. 

“Tusukan senjata tajam yang dialami korban mengenai paru-paru sebelah kiri. Akibatnya, paru-paru korban kempis hingga harus segera dioperasi,” terang dokter Agung. (shn)

loading...

BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*