UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Sabtu, 19 Oktober 2019 11:43
HOROR..!! Kecelakaan Maut Ambulans vs Motor, Dua Meregang Nyawa
Laka lantas. Tabrakan antara ambulans dengan sepeda motor di jalan raya Sintang-Pontianak, Dusun Junjung Tani, Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk, Jumat (18/10) pagi. Polisi for RK

PROKAL.CO, SINTANG-Jalan raya sepi jangan dianggap aman. Seperti nasib nahas Sugiran, 23, membonceng Ahmad, 19, bersepeda motor di jalan raya Sintang-Pontianak, Dusun Junjung Tani, Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk, Jumat (18/10) pagi.

Rakyat Kalbar memberitakan, diduga hendak mendahului dump truck di tikungan, tak disangka ambulans KB 9678 EA dari arah Pontianak melaju pula. Sugiran sepertinya tak bisa mengelak lagi. Honda Vario KB 4318 NW yang dikendarainya menghantam ambulans yang disupiri Bujang Suprapto, 51.

Suara dentaman keras terdengar. Selebihnya, Sugiran dan Ahmad terpental setelah terbentur keras. Keduanya terkapar bersimbah darah. Lantas tak berkutik lagi, meninggal di tempat.

Dari identitasnya, kedua korban adalah warga Komplek Ponpes Daiyaus Salaf, Desa Karang Agung, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Sementara supir ambulans Bujang Suprapto, warga Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang. Ia terlepas dari maut, bahkan tak mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Sintang, AKP Rizal Satria Ferdianto, menjelaskan kejadian berawal saat mobil ambulans dari arah Pontianak menuju Sintang. Sesampai di TKP yang kondisi jalannya menikung ke kanan, tiba-tiba dari arah berlawanan melaju sebuah dump truck yang tidak dikatahui identitasnya.

“Tiba-tiba dari arah belakang dump truck tersebut, datang sepeda motor yang dikendarai korban dalam posisi hendak mendahului,” tutur AKP Rizal, “Motor saat itu sudah berada di jalur jalan sebelah kanan menuju arah Sintang. Atau telah mendahului dump truck. Karena jarak yang sudah sangat dekat, terjadilah tabrakan,” sambungnya.

Bagaimana dengan jenazah kedua korban yang warga Muara Enim, Sumatera Utara? Menurut Kasat Lantas Polres Sintang, prosesinya dilaksanakan di Pesantren Desa Manis Raya, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang

“Asli orang Sumatera Selatan, mengajar di Pondok Pesantren Manis Raya, Sintang. Karena masalah biaya, dan sudah berkoodinasi dengan keluarga di Sumatera, korban dimakamkan di Manis Raya,” kata AKP Rizal Satria kepada Rakyat Kalbar, kemarin.

Dalam kecelakaan maut itu, barang bukti yang diamankan polisi berupa sepeda motor dan ambulans yang terlibat kecelakaan, beserta STNK dan Surat Izin Mengemudi (SIM) golongan B1 milik supir ambulans. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sintang Harysinto Linoh saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, mengatakan ambulans tersebut bukan milik Dinkes Sintang. "Milik Yayasan Fajar Mufidah yang beralamat Jalan Diponegoro Sintang," singkatnya.(Saiful fuat/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 28 September 2019 02:07

Memangnya Kenapa Ya...? Bupati Kritik PLBN Sungai Kelik

SINTANG – Bupati Sintang, Jarot Winarno kembali membahas perihal pembangunan Pos…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*