UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41
Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama
BARANG BUKTI. Alat yang diduga dipakai FS untuk membunuh Sugimin. Saiful Fuat-RK

PROKAL.CO, SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan Sugimin, 54, Kepala SD 24 Desa Mensiap Baru, Kecamatan Tempunak, Kamis (17/10) lalu. Hal tersebut disampaikan Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi saat menggelar press release di Mapolres Sintang, Jumat (18/10). Tersangka terancam pasal 338 KUHP dengan hukuman 20 tahun penjara.

“Tersangka terancam 20 tahun penjara,” tegasnya. Seperti diketahui, Kepsek SDN 24 Meregang Nyawa Hendak Berangkat ke Sekolah Sukimin menjadi korban penganiyayaan hingga meninggal dunia saat hendak pergi ke sekolah untuk menjalankan tugasnya sebagai abdi negara, Kamis (17/10) pagi.

Pelaku tak lain adalah ponakan mantunya sediri yakni FS, 40. Kejadian memilukan ini dilatar belakangi sakit hati pelaku terhadap korban yang sering ikut campur urusan rumah tangganya.

Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Asrianto menceritakan, bahwa pada tahun 2017 pelaku menikah siri dengan keponakan korban. Namun pada tahun 2018, tepatnya setelah Idul Fitri terjadi cekcok antara Pasutri itu.

“Perselisihan Pasutri ini disebabkan karena pelaku ini mempunyai istri dan anak di Jawa Tengah (Pekalongan) yang masih diperhatikan,” katanya.

Atas dasar itu, pelaku akhirnya sering cekcok dengan istrinya. Namun pelaku tak senang, karena korban yang terlalu maju ke depan setiap ada perselisihan antara dia dan pasangannya itu, bukan orang tua istrinya tersebut.

“Pada tahun 2019 karena sudah tidak ada kecocokan, pasangan ini berpisah. Pelaku mengembalikan istrinya kepada orang tuanya tersebut,” ujarnya.

Meski berpisah, pelaku tetap tinggal di desa tersebut. Sekitar bulan Agustus 2019, pelaku mendapat surat dari pihak keluarga dan perangkat dusun dari desa setempat, untuk mengurus perceraian dengan istri sah pelaku yang berada di Pulau Jawa.

“Apabila tidak dapat melengkapi surat tersebut, pelaku diwajibkan pergi dari desa tersebut. Hal itu dikatakan langsung oleh korban ke pelaku,” terangnya.

Akhirnya, kata Indra pada Kamis (17/10) sekira pukul 06.30 WIB, pelaku menunggu korban di tengah jalan, tepatnya di depan gereja desa setempat dengan membawa sebilah pisau dapur yang dilapisi koran terselit di pinggangnya.

Korban yang saat itu mengunakan kendaraan bermotor untuk menuju ke sekolah dihadang oleh pelaku. Lalu menanyakan ke korban dengan maksud hendak menyerahkan surat sebagai bentuk protesnya terhadap keputusan keluarga dan perangkat dusun.

“Pada saat itu pelaku menyampaikan rasa tidak terima atas pengusirannya apabila tak memenuhi surat yang dilayangkan tersebut,” katanya.

Namun, pada akhirnya terjadi cekcok hingga pelaku emosi kemudian menusuk korban dua kali dengan pisau yang sudah dibawanya tersebut ke arah perut bagian depan dan samping.

“Lalu korban terbaring dengan berteriak minta tolong,” katanya.

Tak lama berselang, ada warga yang lewat di TKP. Saat hendak menolong, pelaku malah melakukan pengancaman terhadap warga tersebut.

“Jangan ikut campur ini urusan saya,” ujar Indra mencontohkan ucapan pelaku.

Kemudian warga yang diancam tersebut memanggil masyarakat setempat untuk turut membantu. Akhirnya pelaku dapat diamankan, bahkan sempat dihakimi beberapa warga, sehingga terdapat memar dibagian muka korban.

Pihaknya kata Indra mendapat laporan dari masyarakat, sekitarpukul 07.00 WIB. Kemudian petugas kepolisian menuju ke TKP untuk mengamankan pelaku.

“Saat ini barang bukti dan pelaku sudah dibawa ke Polres Sintang guna proses lebih lanjut. Sementara jenazah korban dibawah ke RSUD untuk divisu,” terangnya.

Indra juga mengatakan, bahwa dari analisa awal, pembunuhan ini berencana, karena pisau yang dilakukan untuk menusuk korban sudah disimpan pelaku di pinggannya.

“Untuk pasal sendiri, kami kenakan penganiyayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dicontohkan dengan pembunuhan berencana,” pungkasnya.

Sementara itu, pengakuan pelaku saat ditanya awak media mengatakan, bahwa tidak ada niat untuk melakukan pembunuhan tersebut. Namun karena sudah emosi yang memuncak, akhirnya spontan menghujamkan pisau yang dibawanya itu ke perut korban.

“Dikeluarkannnya surat pengusiran kalau saya tak memenuhi syarat itu yang membuat hati saya mengganjal. Korban meminta saya melengkapi syarat itu secepatnya. Saya minta waktu 3 bulan, namun jawabannya tidak bisa,” katanya.

Dikatakan pelaku, bahwa 3 bulan tersebut menurut korban terlalu lama. Dia meminta cepat mengurus surat perceraian dengan istri di Jawa agar bisa melangsungkan pernikahan dengan istri sirinya ini secara sah di mata negara.

“Kalau waktu belum saya kembalikan istri siri saya itu ke orangtuanya wajar dia nuntut. Bahkan waktu saya kembalikan kedua orang tuanya pun sudah saling menerima. Tapi kenapa sekarang saya dituntut seperti itu,” terangnya.

Ia juga mengatakan, bahwa istri sirinya itu merupakan seorang janda beranak satu. Sementara dari hasil perkawinannya itu, belum dikarunia anak.

Sementara dari pengakuan anak pertama korban, Agung mengatakan, bahwa pelaku sudah menghadang orantuanya tersebut dari subuh.

“Pelaku menghadang bapak saat pulang salat subuh di depan rumah warga yang satu komplek dengan rumah kami,” ujar Agung saat ditemui di RSUD Adhe M Djoen.

Namun pada saat itu belum terjadi apa-apa. Tapi pas berangkat sekolah, Agung tak menduga kejadiannya berlanjut hingga bapaknya tersebut dibunuh oleh pelaku.

“Kejadiannya di depan gereja di tempat kami. Bapak ditemukkan udah tergeletak di sana,” terangnya.

Ia sangat menyayangkan perbuatan pelaku. Menurutnya, kenapa kalau ada masalah tidak dirembukan saja secara kekeluargaan, jangan harus sampai kejadian seperti ini.

“Sebenarnya identitas pelaku ini juga tidak jelas. Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai apa yang sudah diperbuatnya,” pungkasnya. (Saiful Fuat/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*