UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45
MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

Bulog Jamin Stok Aman, Beras Tak Dorong Inflasi

ilustrasi

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi. Bahkan, Bulog Kalbar menjamin stok beras untuk kebutuhan masyarakat selama enam bulan ke depan masih aman terkendali.

"Sepanjang ini stok kita stabil. Harganya pun stabil. Yang inflasi non beras malahan. Seperti cabai rawit, sawi. Harganya terus naik," ungkap Kepala Divre Bulog Kalbar, Bubun Subroto, diberitakan Rakyat Kalbar.

Menurut Bubun, sejak dua bulan ini Bulog rutin melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga beras, agar tetap stabil. Operasi pasar bekerjasama dengan jejaring yang dibentuk Bulog. Namanya jejaringnya Rumah Pangan Kita (RPK).

RPK itu adalah toko yang dimiliki masyarakat. Tapi jualannya komuditi milik Bulog. Seperti beras, gula pasir, minyak goreng, terigu dan daging.

"Dengan operasi pasar lewat jaringan RPK, kita bisa mengendalikan harga beras di pasar secara merata. Untuk stok beras kita cukup untuk persiapan enam bulan kedepan," ungkapnya.

Stok beras Bulog Kalbar per tahun, minimal 20 ribu ton. Beras tersebut merupakan pengadaan dalam negeri. Daerah penghasil beras terbesar di Indonesia, yaitu Jawa dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Kalbar, produksi beras masih sedikit. Untuk mengamankan kebutuhan beras di Kalbar, kita datangkan dari luar itu," terangnya, "Untuk musim paceklik sampai Februari mendatang, kita insyaalah stok beras kita cukup."

Meski stok aman sampai enam bulan kedepan, tidak berarti kiriman beras dari Jawa dihentikan Bulog. "Kami masih menerima kiriman beras dari jawa," katanya. Soal serapan beras petani lokal, Bubun mengaku sudah dilakukan. Tetapi, jumlahnya kecil. Hanya kisaran 5 persen saja.

"Karena memang di sini harga beras lokal tinggi. Diatas HPP (harga pokok penjualan) Karena itu, kita sulit menyerapnya dalam jumlah besar. Kita membeli sesuai dengan harga pemerintah saja,"pungkasnya. Menyambung soal inflasi non beras seperti cabai rawit, memang hal tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan di pasar-pasar tradisional Pontianak, cabai rawit sempat tembus diharga Rp120 ribu per kilo.

"Sekarang perkilo seratusan. Agak turun. beberapa waktu lalu, sempat Rp120 ribu per kilonya," kata seorang pedagang di Pasar Kemuning, kepada Rakyat Kalbar, sore Kamis. Perempuan paroh baya yang sehari-hari berjualan sayur di Pasar Kemuning tersebut mengaku, tak pernah membeli cabai rawit dalam jumlah banyak. "Saya paling beli sekilo. Apalagi kalau sekarang, harganya mahal," ujarnya menyebut harga standar cabai Rp80 ribu. (Abdul Halikurrahman/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 Mei 2022 11:30

Bumblebee Goby yang Mulai Menghilang dari Parit Pontianak

Apa itu bumblebee goby? Masyarakat Kota Pontianak pasti tidak familiar dengan…

Senin, 23 Mei 2022 11:28

Kejari Singkawang Tahan EP, Tersangka Dugaan Korupsi BPNT Kemensos di Kota Singkawang

Kejaksaan Negeri Singkawang menahan EP, tenaga pelaksana Bantuan Pangan Non…

Kamis, 05 Mei 2022 13:16

3 Ribu Lebih Narapidana di Kalbar Mendapat Potongan Masa Hukuman

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang ditunggu banyak orang,…

Kamis, 05 Mei 2022 13:14

Gubernur Kalbar, Larangan Ekspor Minyak Sawit Miliki Dampak Positif dan Negatif

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji sempat bingung soal kebijakan larangan…

Kamis, 05 Mei 2022 13:07

Kuota Haji Kalbar 1.150 Jemaah

 Kuota Haji Provinsi Kalimantan Barat telah ditentukan. Darohman, Kepala Bidang…

Kamis, 28 April 2022 00:04

Pendangkalan Sungai Kapuas Bukti Nyata Perubahan Iklim di Kalbar

Pendangkalan di aliran Sungai Kapuas menjadi indikasi rusaknya lingkungan di…

Rabu, 27 April 2022 23:58

Ahli Waris Pertanyakan Pembayaran Lahan Jembatan Kembar Landak

Proses pembayaran lahan dampak dari pembangunan Jembatan Duplikasi atau jembatan…

Rabu, 27 April 2022 23:55

Sekda Kalbar: ASN Jangan Mudik Pakai Kendaraan Dinas!

 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melarang pejabat dan Aparatur Sipil…

Minggu, 17 April 2022 21:16

Tambang Emas Makan Korban Lagi, Enam Pekerja di Bengkayang Tewas Tertimbun

 Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah kabupaten Bengkayang…

Minggu, 17 April 2022 21:14

Konsumsi Listrik Meningkat, Tanda Perekonomian di Kalbar Semakin Menggeliat

Hingga akhir Maret (TW 1) tahun 2022, PLN Kalbar mencatatkan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers