UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43
Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

Gagal Menghadang Subuh, Pagi Dicegat di Jalan

PEMBUNUHAN. Barang bukti pembunuhannya. Saiful Fuat-RK

PROKAL.CO, SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin, 54, tewas besimbah darah di tangan keponakan menantu sendiri, Fajar Sodiq alias Turit, 40. Diberitakan Rakyat Kalbar, ia tewas di tempat. Di jalan komplek perumahan dengan dua tusukan dan membasahi seragam dinasnya, serta ransel di punggung, sekira pukul 06:15, Kamis (17/10).

Kenapa sampai menantu keponakan tega menghabisi sang paman? “Perselisihan Pasutri ini disebabkan pelaku mempunyai istri dan anak di Jawa Tengah (Pekalongan) yang masih diperhatikan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Asrianto, kepada awak media. Tragedi memilukan ini dilatari pengakuan pelaku, yang sakit hati karena seringnya Sukimin ikut campur urusan rumah tangganya. Lama memendam dendam, FS tak tahan lagi. Semula dia menunggu pamannya usai shalat subuh, tapi batal. Paginya, ketika Sukimin akan berangkat ke sekolah, dendam FS dilampiaskannya.

Tak ada firasat buruk keluarga Sukimin. Agung, anak pertama korban, tak melihat pertanda buruk pada ayah kandungnya. Namun, Agung mengatakan, bahwa pelaku sudah menghadang orangtuanya dari subuh. “Pelaku menghadang bapak saat pulang salat subuh, di depan rumah warga yang satu komplek dengan rumah kami,” ujar Agung saat di RSUD Adhe M Djoen.

Setelah itu tak terjadi apa-apa. Pas berangkat sekolah, Agung tak menduga kejadiannya begitu cepat berlanjut hingga bapaknya dibunuh FS. “Kejadiannya di depan gereja di tempat kami. Bapak ditemukkan udah tergeletak di sana,” terangnya sedih.

Ia sangat menyayangkan kenapa FS tidak rembukan saja secara kekeluargaan. “Sebenarnya identitas pelaku ini juga tidak jelas. Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai yang sudah diperbuatnya,” pungkasnya.

AKP Indra Asrianto dikonfirmaasi menceritakan, pada 2017 FS menikah siri dengan keponakan Sukimin. Namun pada 2018, tepatnya setelah Idul Fitri terjadi cekcok pda pasangan siri itu. Cekcok FS berkelanjutan dengan istrinya.

FS tidak senang, karena Sukimin terlalu maju ke depan setiap ada perselisihan antara dia dan istrinya. Padahal bukan orangtua istrinya. “Pada tahun 2019 karena sudah tidak ada kecocokan, pasangan ini berpisah. Pelaku mengembalikan istrinya kepada orangtuanya,” ujarnya.

Meski berpisah, FS tetap tinggal di desa tersebut. Sekitar Agustus 2019, ia menerima surat dari pihak keluarga dan perangkat dusun dari desa setempat, untuk mengurus perceraian dengan istri sah pelaku yang berada di Pulau Jawa.

“Apabila tidak dapat melengkapi surat tersebut, pelaku diwajibkan pergi dari desa tersebut. Hal itu dikatakan langsung oleh korban ke pelaku,” ungkapKasat Reskrim.

Akhirnya, lanjut Indra, Kamis (17/10) sekira pukul 06.30 WIB, pelaku menunggu korban di tengah jalan. Tepatnya di depan gereja desa dengan sebilah pisau yang dilapisi koran terselit di pinggangnya. Sukimin yang saat itu mengendarai motor menuju ke sekolah, dihadang FS. Lalu ia menanyakan apa maksud menyerahkan surat sebagai bentuk protesnya terhadap keputusan keluarga dan perangkat dusun.

“Pada saat itu pelaku menyampaikan rasa tidak terima atas pengusirannya apabila tak memenuhi surat yang dilayangkan tersebut,” kata Indra.

Akhirnya terjadi cekcok hingga FS emosi lantas menusuk perut Sukimin dua kali dengan pisau yang dibawanya, satu ke depan satunya dari samping. “Lalu korban terbaring dengan berteriak minta tolong,” kata Indra.

Tak lama, warga yang lewat di TKP yang hendak menolong, malah diancam FS. “Jangan ikut campur ini urusan saya,” ujar Indra menyitir ucapan pelaku. Warga yang diancam memanggil masyarakat setempat untuk membantu. Akhirnya pelaku dapat diamankan, bahkan sempat dihakimi warga, sehingga memar di bagian muka.

Polisi menurut Indra mendapat laporan dari masyarakat sekitar pukul 07:00 WIB. Kemudian petugas kepolisian menuju ke TKP untuk mengamankan pelaku. “Saat ini barang bukti dan pelaku sudah dibawa ke Polres Sintang guna proses lebih lanjut. Sementara jenazah korban dibawah ke RSUD untuk divisum,” terangnya.

Indra mengatakan, dari analisa awal, pembunuhan ini berencana. Karena pisau yang digunakan untuk menusuk korban sudah disimpan di pinggannya. “Untuk pasal sendiri, kami kenakan penganiyayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dicontohkan dengan pembunuhan berencana,” pungkasnya.

SURAT PERINGATAN

Sementara itu, saat ditanya awak media tersangka FS mengaku tidak ada niat untuk membunuh Sukimin. Karena sudah emosi yang memuncak, akhirnya spontan menghujamkan pisau yang dibawanya itu ke perut korban.

“Dikeluarkannnya surat pengusiran, kalau saya tak memenuhi syarat itu yang membuat hati saya mengganjal. Korban meminta saya melengkapi syarat itu secepatnya. Saya minta waktu 3 bulan, namun jawabannya tidak bisa,” kata FS.

Diakui pelaku, 3 bulan menurutnyaterlalu lama. Dia meminta cepat mengurus surat perceraian dengan istri di Jawa agar bisa melangsungkan pernikahan dengan istri sirinya secara sah di mata negara.

“Kalau waktu belum saya kembalikan istri siri saya itu ke orangtuanya, wajar dia nuntut. Bahkan waktu saya kembalikan kedua orangtuanya pun sudah saling menerima. Tapi kenapa sekarang saya dituntut seperti itu,” terangnya. FS juga mengatakan, bahwa istri sirinya itu seorang janda beranak satu. Sementara dari hasil perkawinannya belum dikarunia anak. (Saiful Fuat/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*