UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36
Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

Koprabuh, Wadahi Petani Kratom se-Kapuas Hulu

Penyerahan SK. Ketua Umum Koprabuh Yohanis Walean menyerahkan SK kepengurusan kepada Ketua Koprabuh Kapuas Hulu Albertus Anton, saat pelantikan pengurus Koprabuh Hayati Borneo Tingkat Kecamatan dan Kabupaten di gedung MABM Kapuas Hulu, Putussibau, Kamis (17/10) pagi. Andreas/RK

PROKAL.CO, PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi angin segar, dengan terbentuknya kepengurusan Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) Hayati Borneo. Koprabuh akan menjadi wadah petani untuk membuat tata niaga kratom menjadi lebih baik.

Pelantikan dan penyerahan Surat Keputusan pengurus Koprabuh Tingkat Kecamatan diselenggarakan di Gedung MABM Kapuas Hulu, Kamis (17/10). Dihadiri seluruh pengurus, termasuk pengurus Kabupaten yang akan dilantik oleh Koprabu pusat.

"Beberapa bulan lalu, ketika saya masih memimpin DPRD Kapuas Hulu bersama anggota lainnya, asosiasi pengusaha kratom telah memperjuangkan kratom di Kapuas Hulu," ujar Rajuliansyah seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Perjuangan itu sangat beralasan. Komoditi kratom ternyata mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di Bumi Uncak Kapuas. Rajuli berharap pemerintah memperhatikan masyarakat petani di daerah, terlebih Kapuas Hulu. Kabupaten perbatasan yang perekonomiannya ditopang berbagai sumber alam, termasuk komoditas kratom.

Pengurus kecamatan yang dilantik oleh Koprabuh diantaranya Kecamatan Bunut Hilir, Suhaid, Selimbau, Jongkong, Embaloh Hilir, Bika, Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Kalis, Mentebah, Bunut Hulu, Boyan Tanjung, Pengkadan, Hulu Gurung, Embaloh Hulu, Semitau, Seberuang, Bunut Hilir. Bersamaan, dilantik juga pengurus Koprabuh Kabupaten Kapuas Hulu.

Yosep, penggiat kratom sekaligus Ketua Koprabuh Kalbar, mengharapkan tata kelola kratom harus ada kepastian hukum dari pemerintah selaku pengambil kebijakan. Sehingga petani kratom tidak dibebani dilemma yang sangat merusak perekonomian daerah.

"Koprabuh merupakan asosiasi berbasis masyarakat, yang dikerjakan oleh masyarakat langsung. Kita bisa menyentuh langsung masyarakat melalui Koprabuh," ungkap Yosep.

Karena itu kedepan terus dicari bagaimana tata kelola yang baik, produksi kratom berstandar, dengan melibatkan tim ahli.

"Kita sudah koordinasi semua, semoga berjalan baik. Siapa lagi yang bisa berjuang kalau bukan kita. Kita ingin sebagai putra daerah komoditas ini jangan sampai hilang atau dihilangkan. Karena masyarakat sudah menerima manfaat ekonomi yang berdampak positif bagi daerah," ujarnya.

Yosep berharap, masyarakat Kalbar khususnya Kapuas Hulu, bisa lebih sejahtera di tengah merosotnya komoditas andalan lain seperti karet.

BERNILAI EKSPOR

Ketua Umum Koprabuh, Yohanis Walean, memastikan sejauh ini belum ada aturan pelarangan komoditas kratom. "Barang ini bermanfaat bagi nilai ekspor dan dibeli oleh negara yang tidak melarang. Di sana digunakan untuk hal yang bermanfaat dan legal," terang Yohanis.

Bermanfaatnya kratom bagi masyarakat dan perekonomian daerah, akan dikelola oleh koperasi. Hanya saja, setakat ini Koprabuh diatur sesuai kemampuan. "Misalnya, kemampuannya masih menanam dan memanen. Kemampuan mengolah dan menjual itu masuk pada tugas masing-masing anggota," bebernya.

Sebagai ketua umum, Yohanis berjanji akan komitmen maju bersama. Soal kecemasan, bahkan ketakutan masyarakat, hanya masalah sosialisasi.

"Dalam Koprabuh akan disosialisasikan dengan cepat. Saya yakin pimpinan Koprabuh di kecamatan, kabupaten dan provinsi nantinya mensosialisasikan dengan benar," ujarnya.

Dikatakannya, sejauh ini yang dilarang adalah membuat obat dan suplemen. Namun petani tidak mengolahnya, melainkan menghasilkan bahan baku remahan dan tepung untuk ekspor.

"Sifatnya bahan baku mau diapakan terserah pembeli. Yang beli kan luar negeri. untuk ekspor, pembeli menyatakan legal. Di sisi lain menguntungkan karena menghasilkan devisa," paparnya.

Dari sisi penggunaan kratom ia meyakini sangat bermanfaat, seperti kratom kayu keras, pencegah polusi, hingga pemanfaatan yang bernilai ekspor.

"Yang ada di sini semua petani. Kita menanam kratom mengolah dan menjual untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Juga bisa meningkatkan devisa Negara. Jadi masih dilegalkan," urainya.

Diingatkan Yohanis, yang pernah terjadi penghentian pengiriman karena nama dan spesifikasi barang berbeda. Mestinya kratom namun di label merk barang lain. Maka dalam Koprabuh kata Yohanis, tata niaga akan diatur di tingkat cabang yakni kecamatan, kabupaten dan provinsi.

"Mereka bisa mengatur di internal. Kan sudah ada aturan baku yang bisa dicocokan dalam Koprabuh. Yang pada intinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani," tuntasnya.

Ketua DPRD Kapuas Hulu Kuswandi mengharapkan kehadiran Koprabuh yang digagas oleh perkumpulan Pengusaha Kratom Indonesia dapat memberi warna baru, dalam upaya membangun perekonomian masyarakat.

"Koprabuh dengan spesifikasi bidang usaha yang berbeda dengan lembaga koperasi lain, yang telah ada dan sejalan dengan kepentingan masyarakat saat ini," ungka Kuswandi dalam acara pelantikan pengurus dan penyerahan SK Koprabuh.

Kuswandi berharap agar komunikasi dapat terus terjalin dengan baik, sehingga dapat terus bersama-sama memperjuangkan aspirasi dan memajukan perekonomian masyarakat, khususnya di Bumi Uncak Kapuas.

"Kita berkomitmen mendukung. Dalam konteks ini DPRD sebagai lembaga legislatif daerah, sesuai dengan kewenangannya akan terus mendorong, mendukung dan memperjuangkan setiap kebijakan yang berpihak pada masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini kratom menjadi komoditas unggulan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, namun tata kelola yang harus perjuangkan.

"Kratom di Kapuas Hulu terbaik. Kami berterima kasih kepada semua pihak, yang telah bersama-sama memperjuangkan kratom ini. Kita di DPRD bersama Pemerintah Daerah, siap memperjuangkan regulasi yang ada," tegasnya.

Legislator Partai Golkar ini juga mengingatkan agar stabilitas harga tetap terjaga. Kualitas pengolahan harus diperhatikan, sehingga bernilai ekonomis tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Pjw Sekda Kapuas Hulu Abang Chaerul Saleh dalam sambutan tertulis Bupati Kapuas Hulu mengharapkan, Koprabuh menjadi mitra Pemkab dalam membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan.

"Pemerintah sangat mendukung pengembangan koperasi, mendukung pertumbuhan dan pengembangan perekonomian anggota," kata Abang Chaerul Saleh.

 

Laporan: Andreas

Editor: Mohamad iQbaL


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*