UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 07 Oktober 2019 00:48
Ijazah Ganda Bikin Masalah di Pilkades

PROKAL.CO, KUBU RAYA- Salah seorang Bakal Calon (Balon) Kepala Desa (Kades) yang ikut Pilkades Kubu Padi terganjal dengan penggunaan ijazah ganda yang digunakan untuk persyaratan administrasi.

Ijazah ganda itu pun diakui Abdul Aziz, Balon Kades yang notabene incumbent, maju kedua kalinya di Pilkades serentak pada November mendatang. Enam tahun lalu, Abdul Aziz menggunakan tiga ijazah yakni untuk Madrasah Ibtidaiyah (setara SD) diterbitkan tahun 1994 dari Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Cabang Bangkalan Jawa Timur.

Kemudian ijazah dari Madrasah Tsanawiyah Roudlotul Ma’arif Bangkalan untuk tingkat SMP pada tahun 1998. Dan di tahun 2012 ijazah Paket C dari Dinas Pendidikan Kubu Raya. Namun untuk maju di Pilkades Serentak 2019 ini, Abdul Aziz menggunakan ijazah yang berbeda dari enam tahun lalu saat ia maju di Pilkades.

Rakyat Kalbar memberitakan, untuk tingkat SD ia menggunakan ijazah Paket A terbitan tahun 2015 dari Dinas Pendidikan Bangkalan Provinsi Jawa Timur. Kemudian untuk tingkat SMP, Abdul Aziz gunakan ijazah Paket B terbitan tahun 2018 dari PKBM Dharma Pertiwi Kabupaten Kubu Raya. Namun, bukan tanpa alasan Aziz menggunakan ijazah ganda tersebut sebab dengan pertimbangan yang matang.

“Dulu waktu enam tahun lalu saya maju di Pilkades memang menggunakan ijazah yang pertama tapi dituduh palsu. Sampai saya dilaporkan dan disidangkan ke Komisi A DPRD Kubu Raya. Ternyata tidak terbukti. Maka untuk menghindari konflik dan gejolak lagi, saya gunakan ijazah yang baru,” tutur Abdul Azis saat dikonfirmasi kemarin.

Namun Ia akui, ijazah yang baru itu lagi-lagi dicurigai oleh sejumlah pihak. Sehingga PPKD dan Panwas melakukan crosscheck ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya.

“Apalagi saya juga sudah tanyakan ke Dinas Pendidikan, tapi dinyatakan tidak masalah. Ini juga sudah saya tanyakan ke kawan-kawan lain, tidak masalah. Bahkan di Perbup atau aturan tentang Pilkades tidak melarang ijazah ganda. Hanya menyebutkan untuk menggunakan ijazah terakhir,” terangnya.

Kasus ijazah ganda yang berbeda itu pun dilaporkan masyarakat ke PPKD dan Panwas yang kemudian pada 24 September 2019 dibuatkan Berita Acara PPKD No 002/BA/PPKD-P7/IX/2019.

“Betul. BA yang dibuat itu. Pihak dari masyarakat ada temuan melalui Panwas langsung ke PPKD. Jadi dia memakai ijazah paket yang tidak sinkron dengan Paket C nya,” kata Ketua PPKD Kubu Padi Suswanto dikonfirmasi kemarin.

Tiga poin yang ditekankan dalam BA tentang Hasil Penjaringan Balon Kades tersebut. Antara lain adanya laporan yang menyebutkan keberatan untuk memverifikasi data yang disampaikan oleh Balon petahana atas nama Abdul Aziz yang mana data-data tersebut terjadi kejanggalan pada ijazah yang digunakan sekarang dengan ijazah enam tahun sebelumnya ketika menjabat sebagai Kades.

Poin kedua, perbedaan ijazah Paket C yang terbit tahun 2012 ketika menjabat sebagai Kades Kubu Padi, sedangkan data yang dilampirkan saat ini menggunakan ijazah Paket B yang terbit tahun 2018.

Poin ketiga menegaskan bahwa secara logika tidak masuk akal karena ibarat SMA dulu baru SMP. Apalagi secara hukum terdapat kejanggalan pada ijazah Paket C sebab ijazah Paket B yang digunakan saat ini tahun terbitnya lebih akhir dari terbitnya Paket C.

Sementara itu Abdul Aziz mengaku dirinya belum mengetahui adanya Berita Acara yang dikeluarkan PPKD dan Panwas tersebut.

“Buat saya lucu saja. Tetap saya bikin pernyataan mempertanyakan alasannya karena saya belum dapat informasi. Andai persyaratan saya tidak diverifikasi saya akan tempuh jalur hukum,” ancam Abdul Aziz.(sul)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 12:13

Badan Usaha Milik Kacab Bank BUMN di Ketapang Eksplorasi Pasir Pantai?

KETAPANG-. Belum lagi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dicabut pemerintah…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:23

ASTAGA..!! Ada Aksi Vandalisme di Balai Praja Kantor Bupati

SUKADANA- Siapa aktor dan pelaku aksi radikalisme (pinjam istilah medsos)…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:22

Brankas Dibobol Mantan Karyawan, Alfamart Alami Kerugian Rp38,6 Juta

PONTIANAK -  Diberitakan Rakyat Kalbar, bobol brankas Alfamart, Febli Chandra…

Kamis, 05 Desember 2019 11:26

Bupati Bilang, Sintang adalah Jantungnya Dunia

SINTANG- Setelah dibangun beberapa bulan lamanya, akhirnya via ferrata atau…

Kamis, 05 Desember 2019 11:24

Sungai Sambas di Desa Puringan Tercemar CPO

SAMBAS-. Masyarakat Desa Puringan, Kecamatan Teluk Keramat mengeluhkan adanya genangan…

Senin, 02 Desember 2019 13:51

Masih Ada di Kalbar, Warga yang Hidup dalam "Gubuk Derita"

SUNGAI KAKAP. Hari-hari menjalani hidup, keluarga Lebek Adam, menempati gubuk…

Senin, 02 Desember 2019 13:45

Hebohh..!! Ditemukan Meriam Kuno Peninggalan Kerajaan Sambas

Meriam sepanjang kurang lebih 2,40 meter dan berat sekitar 3,1…

Senin, 02 Desember 2019 13:44

Senyabang, Danau Wisata dan Pusat Ikan Air Tawar

Pasca disulap komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) dua bulan lalu,…

Senin, 02 Desember 2019 13:40

Selamatkan Sungai Singkawang, Ini yang Dilakukan Aktivis Pro Lingkungan

SINGKAWANG — Aktivis pecinta lingkungan hidup yang tergabung dalam Forum Sungai…

Senin, 02 Desember 2019 12:04

"Hanya dengan Sebuah HP, Orang Bisa Mencuci Otak"

NGABANG-. Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR, Drs. Cornelis, MH, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.