UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 06 Oktober 2019 11:29
Ini yang Masih Jadi Kendala di Lapas Perempuan Pontianak
KUNJUNGAN: Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar, Yudanus Dekiwanto, saat berkunjung ke Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak, belum lama ini. KALBAR.KEMENKUMHAM.GO.ID

PROKAL.CO, PONTIANAK – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pontianak diusulkan untuk diubah menjadi Lapas Perempuan Kelas IIA Kubu Raya. Usulan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat (Kemenkumham Kalbar), Yudanus Dekiwanto.

Usulan tersebut disampaikan dia, demi memudahkan birokrasi kepada pemerintah. Hal ini, dijelaskan dia, dikarenakan lokasi Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak yang sudah memasuki wilayah Kabupaten Kubu Raya.

“Mumpung masih ada waktu sebelum diresmikan oleh Menkumham, ada baiknya kita usulkan perubahan nama tersebut. Kita lampirkan juga pertimbangan-pertimbangannya mengapa kita usulkan perubahan,” ungkapnya, saat mengunjungi Lapas yang terletak di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya tersebut, beberapa waktu lalu, dengan didampingi Kepala Divisi Administrasi (Kadivmin) Ngadiono Basuki dan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Suprobowati.

Dari laman Pontianakpost.co.id, dalam kunjungan tersebut, Dekiwanto juga melakukan peninjauan blok hunian, sekaligus berkomunikasi langsung dengan warga binaan. Ia memastikan tidak ada keluhan dari warga binaan terkait masalah yang ada di Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak.

Kedatangan Kakanwil beserta rombongan disambut langsung Kepala Lapas (Kalapas), Jaleha Khairan Noor, didampingi jajarannya. Ini merupakan kunjungan kali pertamanya ke Lapas Perempuan, usai serah terima jabatan dengan Kakanwil Kemenkumham Kalbar sebelumnya. Pada kedatangannya kali ini, Dekiwanto meminta informasi dari Kalapas terkait kendala-kendala yang ada di Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak.

Sementara Kalapas Jaleha Khairan Noor mengungkapkan kendala yang dialami para penghuni Lapas. Salah satunya, sebut dia, masalah zat besi yang terkandung dalam ketersediaan air bersih mereka masih cukup tinggi. Selain itu, karena masih tergolong bangunan baru, Jaleha mengungkapkan sarana prasarana terkait fasilitas kunjungan masih belum memadai.

Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenkumham Dekiwanto mengimbau agar Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak bekerja sama dengan mereka, sehingga terus mengusulkan kebutuhan anggaran guna memenuhi fasilitas tersebut. “Masalah air nanti kita carikan solusinya. Misalnya pakai penyaringan. Bila perlu kita lakukan kunjungan ke PDAM untuk konsultasikan masalah air,” pungkasnya. (mrd)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers